Advertisement
Pengamat: Mafia Migas Masih Bayangi Pemerintahan Prabowo
Foto ilustrasi sumur tambang minyak ilegal. / Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Pengamat energi Universitas Gadjah Mada (UGM), Fahmy Radhi, menilai ancaman mafia migas masih membayangi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Ia menyebut jaringan yang telah lama bermain di sektor minyak dan gas nasional itu belum sepenuhnya terputus.
Menurut Fahmy, kelompok mafia migas masih terus bergerak dan menunjukkan resistensi terhadap langkah pemerintah memberantas praktik-praktik ilegal di sektor migas. Tekanan itu juga muncul setelah aparat mulai menindak sejumlah aktor besar.
Advertisement
“Ancaman mafia migas masih mengancam Pertamina dan pemerintah Prabowo–Gibran karena jaringan mereka di Indonesia masih berjalan,” kata Fahmy saat dihubungi, Senin (17/11/2025).
Ia menilai resistensi itu menguat setelah Kejaksaan Agung menetapkan Muhammad Riza Chalid (MRC) sebagai tersangka kasus korupsi tata kelola minyak mentah 2018–2023 dan memasukkannya ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) sejak Agustus 2025.
BACA JUGA
“Penetapan Riza Chalid sebagai tersangka tentu memicu perlawanan jaringan mafia migas. Apalagi hingga kini RC belum ditangkap, sehingga ruang gerak mereka masih ada,” ujarnya.
Pertamina Jadi Sasaran Tekanan
Fahmy menjelaskan bahwa Pertamina menjadi salah satu titik yang rentan diserang mafia migas karena posisinya sebagai pelaksana utama kebijakan energi pemerintah. Menurutnya, gangguan terhadap Pertamina dapat berdampak langsung pada stabilitas pemerintahan.
“Kita bisa melihat betapa sulitnya Pertamina membangun kilang baru dan seringnya terjadi kebakaran di fasilitas kilang milik Pertamina. Itu menunjukkan mafia migas masih mengganggu stabilitas pemerintahan Prabowo,” katanya.
Ia menambahkan, upaya pelemahan terhadap Pertamina bisa dilakukan melalui berbagai cara, mulai dari infiltrasi internal, intervensi kebijakan, hingga permainan dalam distribusi BBM di daerah.
“Pertamina pasti akan terus diobok-obok oleh mafia migas, baik dari dalam internal maupun lewat kebijakan dan distribusi BBM,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Cakupan Imunisasi HPV Anak SD Baru Tercapai di 13 Provinsi
- Aturan Contra Flow CikampekBogor Selama Libur Nataru 2025
- Banjir dan Longsor Aceh: 326 Meninggal, 167 Belum Ditemukan
- BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem di Jawa Tengah hingga 10 Desember
- Uji Klinis Vaksin Dengue Masuk Babak Baru dalam Riset Nasional
Advertisement
Jadwal SIM Keliling di Jogja Hari Ini, Sabtu 6 Desember 2025
Advertisement
KA Panoramic Kian Diminati, Jalur Selatan Jadi Primadona
Advertisement
Berita Populer
- Prakiraan Cuaca di Jogja Hari Ini, Jumat 5 Desember 2025
- Jadwal SIM Keliling di Kulonprogo Hari Ini Jumat 5 Desember 2025
- Perbaikan Jembatan Kewek di Jogja Telan Rp19 Miliar dari APBN 2026
- Simak! Jalur Trans Jogja Terbaru Hari Ini, 5 Desember 2025
- MU Vs West Ham, Keunggulan Setan Merah Buyar Gara-gara Gol Magassa
- Efisiensi Besar-besaran Warnai KUA-PPAS Bantul 2025
- Pemkot Jogja Dorong Swasta Sediakan Parkir di Kawasan Malioboro
Advertisement
Advertisement



