Advertisement
13,1 juta Penumpang Bersubsidi Sudah Dilayani Oleh PT KAI
Suasana Stasiun Tugu Yogyakarta, Sabtu (6/9/2025).ANTARA - ist/Daop 6 Yogyakarta\\r\\n
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat telah melayani 13.155.181 penumpang kereta bersubsidi public service obligation (PSO) hingga September 2025 sebagai wujud komitmen menghadirkan akses transportasi publik yang merata dan terjangkau.
"Hingga September 2025, KAI telah melayani 13.155.181 pelanggan pada layanan kereta api jarak jauh dan lokal bersubsidi PSO, meningkat dari 12.263.091 pelanggan pada periode yang sama tahun 2024," kata Vice President Public Relations KAI Anne Purba di Jakarta, Kamis (16/10/2025).
Advertisement
Ia mengatakan perusahaannya terus memperkuat perannya dalam menghadirkan layanan transportasi publik yang terjangkau dan merata bagi seluruh lapisan masyarakat.
Peningkatan itu, menurut dia, menjadi bukti nyata dukungan KAI terhadap pencapaian Asta Cita Pemerintah, khususnya dalam mewujudkan pemerataan pembangunan, peningkatan produktivitas rakyat, dan penguatan infrastruktur berkelanjutan berbasis transportasi hijau.
BACA JUGA
Anne menjelaskan PSO merupakan wujud kehadiran negara di sektor transportasi publik, di mana setiap warga negara berhak mendapatkan akses mobilitas yang layak dan terjangkau.
Lebih lanjut dia mengatakan PSO adalah bentuk nyata keadilan sosial dalam transportasi. Melalui kerja sama KAI dan Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, negara memastikan mobilitas rakyat tetap terjaga, dari kota besar hingga pelosok daerah.
"Ini adalah langkah konkret dalam mewujudkan pembangunan yang merata,” kata Anne.
Selain menjaga aksesibilitas, layanan PSO juga menjadi bagian penting dari upaya transisi energi bersih dan mobilitas hijau. Moda kereta api merupakan transportasi publik paling efisien energi dan rendah emisi dibandingkan moda transportasi darat lainnya.
"Setiap perjalanan dengan kereta bersubsidi berarti ikut menjaga bumi. Ketika masyarakat memilih naik kereta, mereka turut mengurangi polusi udara dan emisi karbon. Ini adalah kolaborasi nyata antara pemerintah, KAI, dan masyarakat dalam membangun masa depan hijau,” ujar dia.
Layanan kereta PSO menjadi penopang mobilitas harian masyarakat dari pekerja, pelajar, hingga pelaku usaha kecil yang mengandalkan transportasi publik untuk beraktivitas dan menumbuhkan ekonomi lokal.
Sepanjang Januari–September 2025, KA Airlangga, Sri Tanjung, dan Kahuripan menjadi tiga layanan jarak jauh paling diminati karena efisiensi, kenyamanan, dan tarif bersahabat.
Ia menambahkan hingga September 2025, total pelanggan PSO KAI Group mencapai 331.644.633 pelanggan atau 89,88 persen dari total pelanggan KAI Group sebanyak 369.002.910 pelanggan.
Dukungan pemerintah melalui DJKA Kementerian Perhubungan juga mencakup berbagai layanan anak perusahaan KAI Group, dari transportasi perkotaan hingga bandara. KAI Commuter mencatat 293.287.197 pelanggan Commuter Line dan KA Lokal yang menjadi tulang punggung mobilitas aglomerasi di Jabodetabek, Surabaya, Yogyakarta, dan Jawa Barat.
LRT Jabodebek melayani 20.769.914 pelanggan, menghadirkan mobilitas urban yang modern dan rendah emisi. Sementara itu, KAI Bandara melayani 4.432.341 pelanggan PSO, terdiri dari 1.345.536 pelanggan KA Bandara YIA dan 3.086.805 pelanggan KA Srilelawangsa di Medan yang memperkuat konektivitas antara bandara dan pusat kota.
Program PSO menjadi bagian integral dari visi pembangunan berkelanjutan yang berpihak pada rakyat sekaligus ramah lingkungan. Transportasi publik berbasis rel tidak hanya membuka akses, tetapi juga menekan konsumsi energi fosil dan memperkuat komitmen menuju Net Zero Emission 2060.
"Kami percaya, pembangunan tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga tentang tanggung jawab lingkungan dan keberlanjutan sosial. Dengan dukungan pemerintah dan kesadaran masyarakat, rel kereta akan terus menjadi jalur masa depan yang hijau dan berkeadilan,” kata Anne.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Deadline LHKPN 31 Maret: 96.000 Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Panic Buying di Jepang, Tisu Toilet Ludes Dipicu Konflik Timur Tengah
- Imbas Kasus Aktivis KontraS, Kabais TNI Serahkan Jabatan
- Krisis Pupuk Global Mengintai, Petani Indonesia Terancam
- Respons Yaqut Cholil Qoumas Seusai Diperiksa KPK Hari Ini
Advertisement
Pemkot Jogja Kaji WFH Bagi ASN Guna Tekan Biaya Operasional Kendaraan
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- UMKM Jadi Mesin Perputaran Uang Saat Libur Lebaran di Sleman
- Pembangunan Ratusan Sekolah Rakyat Dikebut, Ditarget Kelar Juli 2026
- Mobil Dinas Baru di Pemkab Gunungkidul Batal, Jalan Rusak Jadi Fokus
- Teh Bisa Kehilangan Manfaat Jika Dicampur Ini
- Ratusan Pemudik Pilih Balik Naik Kapal Perang dari Semarang
- Jalur Selat Hormuz Terganggu, Produksi Minyak Kuwait Anjlok Drastis
- Arus Balik Mulai Padat di Bantul, Akses Parangtritis Diatur Satu Arah
Advertisement
Advertisement







