Advertisement
Lawan DBD, Brasil Bangun Pabrik Nyamuk Wolbachia Terbesar di Dunia
Nyamuk / Ilustrasi Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Brasil mengambil langkah revolusioner dalam memerangi Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan meresmikan Wolbito do Brasil. Fasilitas pembiakan nyamuk terbesar di dunia. Pabrik ini akan memproduksi nyamuk super yang dirancang untuk menghentikan penularan virus mematikan tersebut.
Reuters, mengungkapkan fasilitas raksasa ini diresmikan pada 19 Juli di Kota Curitiba, hasil kolaborasi antara World Mosquito Program, Lembaga Oswaldo Cruz (Fiocruz), dan Institut Biologi Molekuler Parana, serta didukung penuh oleh Kementerian Kesehatan Brasil.
Advertisement
Pabrik Wolbito do Brasil dirancang untuk beroperasi dalam skala masif.
Menurut Direktur Eksekutif Luciano Moreira, pabrik ini memiliki kapasitas produksi yang sangat besar.Â
BACA JUGA
- Kapasitas Produksi: 100 juta telur nyamuk setiap pekan.
- Target Perlindungan: Mampu melindungi sekitar tujuh juta orang di Brasil setiap enam bulan.
Moreira menekankan bahwa strategi ini merupakan peningkatan signifikan dalam upaya pencegahan berbasis teknologi biologi.
Metode yang digunakan pabrik ini adalah menyuntikkan bakteri alami bernama Wolbachia ke dalam nyamuk Aedes aegypti.
Nantinya, bakteri Wolbachia secara alami mencegah nyamuk menularkan virus DBD, Zika, dan Chikungunya. Ketika nyamuk pembawa Wolbachia dilepaskan dan kawin dengan nyamuk liar, bakteri tersebut akan diwariskan ke generasi berikutnya, secara bertahap menekan kemampuan nyamuk lokal menularkan virus.
Manajer Produksi Antonio Brandao menegaskan metode ini aman. Wolbachia hanya hidup di dalam sel serangga dan telah ada di lebih dari 60% serangga di alam selama berabad-abad tanpa menular ke manusia.
Pelepasan nyamuk yang terinfeksi Wolbachia dilakukan menggunakan mobil khusus yang berkeliling ke wilayah rawan. Koordinator Operasional Regional, Tamila Kleine, menjelaskan fokus utama distribusi:
"Wilayah yang dipilih didasarkan pada peta kasus DBD. Lingkungan dengan tingkat penularan tertinggi menjadi prioritas utama," ucap Kleine.
Penguatan strategi ini bukan tanpa alasan. Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan ancaman yang mengancam jiwa dan menginfeksi ratusan juta orang secara global, menurut WHO.
Pada tahun 2024, Brasil mencatat 6.297 kematian akibat demam berdarah, menjadikannya tahun terburuk dalam sejarah negara tersebut. Sejak metode Wolbachia pertama kali diterapkan pada 2014, program ini telah berhasil melindungi lebih dari 5 juta penduduk di delapan kota Brasil.
Peresmian pabrik nyamuk super Wolbito do Brasil ini menandai komitmen serius Brasil untuk mengendalikan krisis DBD melalui inovasi bioteknologi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Bansos PKH dan BPNT Kuartal I 2026 Cair 90 Persen, Total Rp20 Triliun
- Kasus Perdagangan Bayi Lintas Daerah, Harga Tembus Rp80 Juta
- Sekjen Kemenaker Diperiksa KPK soal Kasus Sertifikat K3
- Sindikat SMS e-Tilang Palsu Dibongkar, WNA China Kendalikan Operasi
- KAI Buka Penjualan Tiket Kereta Ekonomi Kerakyatan Lebaran 2026
Advertisement
Satpol PP Bantul Tertibkan 26 Reklame Ilegal di Tiga Kapanewon
Advertisement
Nawang Senja Jadi Spot Ngabuburit Favorit di Pantai Glagah
Advertisement
Berita Populer
- Razia Salon di Bantul, Satpol PP Amankan Pasangan di Kamar Terkunci
- Persebaya vs PSM Makassar: Misi Bangkit Bajul Ijo
- Jadwal Salat dan Buka Puasa Jogja Rabu 25 Februari 2026
- Musala Adzikri Bantul Ambrol Saat Tarawih, BPBD: Tak Ada Korban
- Pendiri ASOS Quentin Griffiths Tewas di Pattaya
- Harga Pangan di Kota Jogja Dikawal Ketat Jelang Lebaran 2026
- Toyota RAV4 2026 Usung Apple Digital Car Key
Advertisement
Advertisement







