KKI 2026 Buka Jalan UMKM Banyumas Raya ke Pasar Ekspor
UMKM Banyumas Raya mencatat potensi ekspor US$26.000 atau sekitar Rp460 juta melalui business matching KKI 2026.
Tangan. - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, SAMARINDA—Aktivitas sederhana seperti memeras pakaian ternyata bisa memicu sindrom lorong karpal (CTS), kata fisioterapis Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Atma Husada Mahakam, Novita Tri Wardani. Ia menyebut kondisi ini meningkat di kalangan ibu rumah tangga.
"Kasus pasien dari saraf tangan terjepit meningkat beberapa bulan ini dan biasanya diderita ibu-ibu rumah tangga, terutama pada aktivitas memeras pakaian," kata Novita di Samarinda, Sabtu (4/10/2025).
Dia menjelaskan sindrom lorong karpal (CTS) secara sederhana adalah kondisi terjepitnya saraf medianus di dalam terowongan karpal pada pergelangan tangan.
"Jadi di pergelangan tangan kita itu ada yang namanya terowongan karpal, terowongan yang dilalui beberapa saraf," ujarnya.
Pada kasus CTS, saraf yang terganggu secara spesifik adalah saraf medianus.
Saraf inilah yang bertanggung jawab untuk memberikan sensasi dan mengontrol gerakan pada sebagian besar jari tangan.
Akibat penjepitan tersebut, penderita mengalami gejala khas seperti kebas, kesemutan, nyeri, bahkan hingga mati rasa.
Area yang terdampak secara spesifik meliputi jari jempol, telunjuk, jari tengah, hingga setengah dari jari manis.
Ia menerangkan bahwa saraf berfungsi untuk mempersarafi otot, sehingga jika perjalanannya terhambat, maka otot mengalami kelemahan.
Menurut Novita, banyak pasien sering keliru menganggap gejala ini sebagai tanda dari penyakit lain, misalnya kolesterol tinggi.
"Banyak yang mengeluhkan 'Duh, kenapa ya tangan kok kebas?', dan pasti identik sepertinya kolesterolku tinggi," tuturnya.
Padahal, gejala akibat kolesterol tinggi atau diabetes biasanya disertai keluhan serupa di bagian tubuh lain, seperti kaki.
Sementara itu, CTS memiliki gejala yang sangat terlokalisasi, yakni hanya terasa dari pergelangan tangan hingga jari-jari yang terdampak.
Keterlambatan dalam mendapatkan penanganan yang tepat dapat berakibat serius bagi fungsi tangan penderitanya.
Salah satu dampak buruk dari kondisi yang dibiarkan adalah terjadinya kelemahan hingga penyusutan massa otot tangan.
"Kondisi tersebut menandakan tingkat keparahan yang lebih lanjut dan membuat proses pemulihannya menjadi jauh lebih sulit," ucap Novita.
Oleh karena itu, tambah dia, sangat penting bagi masyarakat untuk mengenali gejala dini CTS dan tidak meremehkannya agar dapat segera mencari pertolongan medis untuk mencegah kerusakan saraf permanen.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
UMKM Banyumas Raya mencatat potensi ekspor US$26.000 atau sekitar Rp460 juta melalui business matching KKI 2026.
Jadwal bola malam ini 25-26 Agustus 2026 menghadirkan Liga Champions, Al-Ettifaq vs Al-Nassr, serta Valencia vs Real Betis.
Sri Lanka gratiskan ETA turis bagi warga 40 negara termasuk Indonesia mulai 25 Mei 2026. Meski gratis, wisatawan tetap wajib mengurus ETA sebelum berangkat
Operasi udara TNI AU mempercepat pemadaman karhutla di Kalsel. Helikopter Caracal, Bell, Mi-17, Super Puma, dan UH dikerahkan.
KRI Gajah Mada dijadwalkan tampil perdana pada HUT ke-81 TNI Oktober 2026 sebagai unsur sailing pass dan kapal VVIP.
BNPB mencatat korban gempa NTT bertambah menjadi 103 orang. Sebanyak 1.666 warga mengalami luka dan penanganan masih dilakukan.