Advertisement
Respons China Terkait Trump Setujui AS Ambil Alih TikTok
TikTok / Antara
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Pemerintah China menyatakan menghormati keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyetujui penjualan operasional TikTok di AS kepada investor lokal, agar aplikasi asal China itu tetap dapat beroperasi di negara tersebut.
"Kami menghormati keputusan perusahaan terkait, dan berharap negosiasi bisnis sesuai aturan pasar menghasilkan solusi yang mematuhi hukum China serta menguntungkan kedua pihak," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, Jumat (26/9/2025).
Advertisement
BACA JUGA:Â Harga Emas Antam Hari Ini Sabtu 27 September 2025
Sehari sebelumnya, Trump menandatangani perintah eksekutif yang menyetujui penjualan TikTok kepada investor AS. Perintah itu memberi waktu 120 hari bagi ByteDance, pemilik TikTok, untuk menyelesaikan proses divestasi.
Guo juga menekankan pentingnya AS menyediakan lingkungan investasi yang adil dan non-diskriminatif bagi perusahaan China. Persetujuan Trump ini datang setelah rencana pelarangan TikTok atas alasan keamanan nasional yang sempat dijadwalkan berlaku Januari lalu, namun tertunda beberapa kali.
"Kami punya investor AS yang akan mengambil alih dan mengelola TikTok," kata Trump.
Ia menambahkan usaha patungan ini akan melibatkan empat hingga lima investor besar, termasuk Oracle Corp, yang disebut akan berperan penting dalam pengelolaan keamanan dan teknologi.
"Kita memiliki kendali yang sangat baik," kata Trump, seraya menyebut nama Larry Ellison (pendiri Oracle), Rupert Murdoch (pemilik News Corp), dan Michael Dell (pendiri Dell Technologies).
Perintah eksekutif tersebut menyebut ByteDance hanya boleh memiliki maksimal 20 persen saham dalam usaha patungan, dan entitas baru akan mengendalikan algoritma serta moderasi konten TikTok.
Gedung Putih menyatakan Oracle akan bertindak sebagai penyedia keamanan TikTok di AS dan secara independen menjamin seluruh operasionalnya.
Trump juga mengatakan Presiden China Xi Jinping telah menyetujui kesepakatan tersebut melalui percakapan telepon baru-baru ini. Wakil Presiden JD Vance menyebut nilai usaha patungan TikTok di AS mencapai US$14 miliar atau sekitar Rp234,7 triliun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- KPK Ungkap Alasan Negara Bisa Menyuap Negara di Kasus PN Depok
- Atraksi Naik Gajah Dilarang, Warga Diminta Melapor
- Kemensos Benahi PBI BPJS Kesehatan, 54 Juta Warga Belum Terdaftar
- Survei Indikator: TNI Jadi Lembaga Paling Dipercaya Januari 2026
- Pandji Dijadwalkan Jalani Peradilan Adat Toraja 10 Februari 2026
Advertisement
Perkelahian Malam di Imogiri Bantul, Dua Pemuda Luka Kena Sajam
Advertisement
Siap-Siap Long Weekend! Libur Awal Ramadan Jatuh pada 18-20 Februari
Advertisement
Berita Populer
- BPJS Kesehatan Disiapkan Suntikan Rp20 Triliun dari APBN
- 32 Kasus Tukar Guling Tanah Kalurahan-Kasultanan di Sleman Rampung
- BWF Ubah Wajah World Tour 20272030, Jumlah Turnamen Jadi 36 Ajang
- Kapal Pengungsi Karam di Libya Barat, 53 Orang Tewas dan Hilang
- Energi Rusia Picu Konflik, Hungaria Sebut Ukraina Ancaman
- PSSI Didenda AFC Rp235 Juta, Arya Tegaskan Tak Ajukan Banding
- Peraih Nobel Perdamaian Narges Mohammadi Divonis 7,5 Tahun
Advertisement
Advertisement



