Kasus Keracunan MBG Tembus 50.059, Polisi Didorong Gunakan Jerat Pidana
Kasus keracunan MBG mencapai 50.059 korban. Pakar hukum menjelaskan peluang jerat pidana akibat kelalaian maupun kesengajaan.
Foto ilustrasi bibit siklon. - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mendeteksi dua dari tiga bibit siklon tropis berpotensi memicu hujan dan gelombang tinggi di sejumlah wilayah Indonesia. Bibit siklon tropis ini terpantau pada Senin (22/9/2025) bakal berpengaruh dalam 24 jam ke depan.
Ketiga fenomena gangguan atmosfer tersebut berupa Bibit Siklon Tropis RAGAZA, Bibit Siklon Tropis 92W, dan Bibit Siklon Tropis 98B yang keberadaannya terdeteksi satelit cuaca BMKG saat ini sedang terdeteksi di Teluk Benggala timur laut Samudera Hindia.
Direktur Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramadhani di Jakarta, Senin, menjelaskan bahwa Siklon Tropis RAGASA terpantau di Laut Filipina timur Pulau Luzon dengan kecepatan angin maksimum 100 knot atau 185 kilometer per jam dan tekanan udara minimum 925 hPa.
“Dalam 24 jam ke depan, kekuatan Siklon Tropis RAGASA meningkat menjadi kategori 5 dengan pergerakan ke arah barat menjauhi wilayah Indonesia,” kata dia.
Andri menyebut dampak tidak langsung RAGASA berpotensi menimbulkan hujan intensitas sedang hingga lebat di Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Barat.
BACA JUGA: Harga BBM RON95 Rp7.864 per Liter, di Malaysia
Gelombang laut dengan ketinggian 1,25–2,5 meter berpotensi terjadi di perairan Kepulauan Sangihe-Talaud.
Sementara untuk Bibit Siklon Tropis 92W terpantau di Samudra Pasifik Barat sebelah timur laut Papua dengan kecepatan angin maksimum 20 knot dan tekanan udara minimum 1.013 hPa.
Bibit siklon ini berpotensi menjadi siklon tropis masih rendah dalam 24–72 jam ke depan dan tidak berdampak terhadap cuaca ekstrem di Indonesia.
Namun, untuk Bibit Siklon Tropis 98B, kata dia, yang terpantau di Teluk Benggala timur laut Samudera Hindia berpotensi berkembang menjadi siklon tropis juga rendah dalam 24–72 jam mendatang. Bibit siklon ini bergerak dengan kecepatan angin maksimum 15 knot dan tekanan udara minimum 1.006 hPa.
Bibit Siklon 98B juga berpotensi memicu gelombang laut dengan ketinggian serupa di Samudra Hindia barat Aceh dan Selat Malaka bagian utara.
BMKG mengimbau masyarakat, khususnya nelayan dan pengguna ataupun operator transportasi laut untuk memperhatikan informasi prakiraan cuaca dan gelombang tinggi agar tetap aman dalam beraktivitas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kasus keracunan MBG mencapai 50.059 korban. Pakar hukum menjelaskan peluang jerat pidana akibat kelalaian maupun kesengajaan.
Abu vulkanik Anak Krakatau menyebar hingga Pekalongan, Pariaman, dan Padang Panjang. Tiga bandara menghentikan operasi sementara.
Marc Klok membidik kemenangan Persib Bandung atas PSM Makassar pada laga perdana BRI Super League 2026/2027 di GBLA.
Abu vulkanik Anak Krakatau terpantau hingga 50.000 kaki dan menyebar ke Jabodetabek, Banten, Lampung, Bengkulu hingga Sumatra Selatan.
Persija menang 1-0 atas Borneo FC. Shin Tae-yong menyebut Macan Kemayoran baru menunjukkan 50 persen kemampuan terbaiknya.
Top Ten News Harianjogja.com Minggu 6 September 2026 merangkum kabar kebakaran DIY, erupsi Anak Krakatau, ekonomi, budaya, hingga olahraga.