Menekan Impor LPG dengan DME di Dapur Rumah Tangga
Pengembangan DME dari batu bara dinilai berpotensi mengurangi impor LPG dan menekan beban subsidi energi nasional.
Foto ilustrasi nasi bungkus atau nasi kucing. - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Komisi IX DPR RI meminta Badan Gizi Nasional (BGN) segera menyusun standar kebersihan dan pengolahan pangan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Nihayatul Wafiroh mengatakan standar kebersihan itu bernilai penting untuk memastikan kualitas makanan yang disajikan di seluruh satuan pendidikan maupun layanan gizi terjamin aman dan layak.
“Setiap daerah memiliki mungkin standar kebersihan yang berbeda, setiap orang punya standar kebersihan yang berbeda. Daftar untuk mengecek standar kebersihan itu bisa jadi berbeda. Ini yang harus dibikinkan daftar detailnya oleh BGN tentang standardisasi yang jelas, SOP-nya seperti apa, apa saja yang harus dicek,” kata Nihayatul, Kamis (4/9/2025).
BACA JUGA: DPR RI Berpeluang Ambil Alih RUU Perampasan Aset
Saat ini, masih terdapat perbedaan penerapan standar kebersihan di sejumlah daerah, mulai dari pengelolaan limbah, penyimpanan bahan makanan, hingga ketersediaan fasilitas penunjang seperti genset untuk mencegah kerusakan bahan pangan.
Ia menekankan, standar tersebut harus memuat detail teknis mulai dari cara penyimpanan bahan pangan hingga langkah antisipasi jika terjadi gangguan. Menurut dia, tidak semua lokasi pelaksanaan program MBG memiliki fasilitas pendingin yang memadai maupun genset cadangan.
“Kalau tiba-tiba alatnya itu, refrigernya [pendingin] mati, itu kan juga susah, bisa jadi membusuk sayurannya atau bahan makanannya,” ujarnya.
Nihayatul lalu menyampaikan Komisi IX berpandangan bahwa keberhasilan program MBG merupakan tanggung jawab bersama seluruh pihak terkait. Dengan standar kebersihan yang jelas dan seragam, risiko keracunan dapat dicegah sekaligus menjamin kualitas makanan yang diberikan kepada peserta didik.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto berkomitmen melanjutkan program MBG dengan alokasi anggaran mencapai Rp335 triliun dalam Rancangan Undang-undang (RUU) APBN 2026.
Kepala Negara dalam pidato kenegaraan RUU APBN 2026 di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Jumat (15/8) mengatakan generasi unggul hanya dapat lahir dari anak-anak yang sehat dengan gizi yang terpenuhi. "Kita bangun generasi unggul anak-anak kita melalui MBG. Generasi unggul lahir dari tubuh sehat dengan gizi terpenuhi," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Pengembangan DME dari batu bara dinilai berpotensi mengurangi impor LPG dan menekan beban subsidi energi nasional.
Pembangunan aviary Purwosari Gunungkidul kembali dilanjutkan tahun ini dengan anggaran Rp5,6 miliar dari Dana Keistimewaan DIY.
Amerika Serikat disebut telah menghabiskan Rp507 triliun untuk operasi militer melawan Iran sejak konflik pecah Februari 2026.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 13 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur, tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Festival Dalang Cilik Kulonprogo menjadi ajang regenerasi dalang muda dan pelestarian budaya wayang di kalangan pelajar.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 13 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta dengan tarif Rp8.000 sekali perjalanan