Advertisement
Antisipasi Massa Demo ke Jakarta, Polresta Tangerang Siaga di Perbatasan

Advertisement
Harianjogja.com, TANGERANG—Kepolisian Resor Kota (Polresta) Tangerang, Polda Banten, melakukan siaga patroli di beberapa titik kawasan perbatasan di daerah itu sebagai antisipasi aksi massa demonstrasi warga dan pelajar yang hendak berangkat ke Jakarta pada Jumat.
BACA JUGA: Alasan Grab dan Gojek Ubah Logo jadi Hitam
Advertisement
Kepala Bagian Operasional Polresta Tangerang, Kompol Andri mengatakan, bahwa dalam pelaksanaan pengamanan tersebut ada beberapa titik patroli mulai dari gerbang tol, perbatasan-perbatasan wilayah serta stasiun kereta api.
"Kami melaksanakan patroli ke stasiun-stasiun yang ada di wilayah hukum Polresta Tangerang, sebagai antisipasi penemuan massa aksi pelajar ayang ingin berangkat ke Jakarta dengan tujuan tidak jelas," ucap Andri kepada ANTARA di Tangerang, Jumat.
Menurutnya, siaga petugas itu merupakan bagian dari operasi yustisi yang juga dilaksanakan di sejumlah di kawasan gerbang tol serta setasiun yang berbatasan dengan Tangerang Selatan, Banten.
Dimana, setiap titik patroli tersebut akan dipantau dan disambangi petugas yang siaga hingga kondisi kondusif dan aman.
"Kita juga paling memberikan imbauan-imbauan untuk tidak terpancing dengan provokasi-provokasi yang ada. Pasca terjadinya insiden semalam di Jakarta," ujarnya.
Andri bilang, selain melakukan siaga patroli, pihaknya juga melakukan sejumlah kunjungan ke satuan pendidikan/sekolah sebagai memberikan imbauan dan sosialisasi kepada pelajar di Kabupaten Tangerang agar tidak terlibat dalam aksi massa demonstrasi secara ilegal.
"Kemarin sore sebelum aksi yang di Jakarta kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan, Kodim dan Koramil. Kita mengimbau ke pihak sekolah bahkan ada yang langsung ke murid untuk tidak mengikuti ajakan ke Jakarta untuk mengikuti aksi demo," jelasnya.
Dalam hal ini, pihak kepolisian telah memastikan bila insiden demonstrasi yang mengakibatkan korban jiwa pada Kamis (28/8) sudah ditangani secara hukum dan profesional.
Polri juga saat ini sedang memeriksa tujuh anggota Satbrimob Polda Metro Jaya terkait insiden kendaraan taktis (rantis) yang menabrak seorang pengemudi ojek online (ojol) itu.
"Dan kita memastikan penegakkan hukum terhadap kejadian kemarin sudah ditangani secara profesional," papar dia.
Sebelumnya, demonstrasi yang dilakukan oleh sejumlah elemen masyarakat di Gedung DPR/MPR berakhir ricuh. Dalam kerusuhan tersebut, seorang pengemudi ojol tertabrak dan terlindas kendaraan taktis Brimob.
Kadiv Propam Polri Irjen Pol Abdul Karim mengatakan, saat ini sedang memeriksa tujuh anggota Satbrimob Polda Metro Jaya terkait insiden kendaraan taktis (rantis) yang menabrak seorang pengemudi ojek online (ojol) itu.
Menurut dia, ketujuh anggota Satbrimob Polda Metro Jaya itu berada di dalam mobil rantis yang menabrak pengemudi ojol pada saat terjadi demo berujung rusuh.
Tujuh anggota tersebut, kata dia, masing-masing berinisial Kompol C, Aipda M, Bripka R, Briptu B, Bripda M, Baraka Y, dan Baraka J.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement

Keracunan Massal MBG di Sleman Jadi KLB, Ini Kata Dinkes DIY
Advertisement

Kebun Bunga Lor JEC Jadi Destinasi Wisata Baru di Banguntapan Bantul
Advertisement
Berita Populer
- Diperiksa Terkait Lisa Mariana, Ridwan Kamil Dicecar 12 Pertanyaan
- Demo Jakarta: Massa Didominasi Pelajar Bentrok dengan Polisi
- Presiden Prabowo Jadikan OTT Wamen Peringatan untuk Kepala Daerah
- Pemerintah Klaim Premanisme ke Investor Mulai Turun
- TNI Kirim 91,4 Ton Bantuan Logistik ke Gaza
- Putusan MK Larang Wamen Rangkap Jabatan, Ini Respons Istana
- Demo Jakarta, Aparat Pukul Mundur Massa dari Senayan
Advertisement
Advertisement