Advertisement
Kisah Ning Bila, Anak Kiai Masuk Teknik Sipil Lulus Cumlaude
Nabila Caliesta Putri Wayoi merupakan putri dari KH Abdullah Deny Setiawan Wayoi, pengasuh Ponpes Bidayatussalikin, pesantren populer dalam menangani pecandu narkoba. - istimewa.
Advertisement
Harianjogja.com JOGJA—Seorang anak kiai seringkali melanjutkan keilmuan orangtuanya di bidang agama. Biasanya menjadi ustaz atau guru mengaji dan sejenisnya. Namun tidak bagi Nabila Caliesta Putri Wayoi yang merupakan putri dari KH Abdullah Deny Setiawan Wayoi, pengasuh Ponpes Bidayatussalikin, pesantren populer dalam menangani pecandu narkoba.
Ning Bila, sapaan akrab Nabila Caliesta Putri Wayoi, sempat mondok di Pesantren Madrasah Muallimat Muhammadiyah Yogyakarta selama enam tahun sejak jenjang SMP hingga SMA. Setelah itu melanjutkan kuliah di Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Bila menjadi salah satu wisudawati dengan predikat cumlaude dalam upacara wisuda yang digelar UNY, Rabu (27/8/2025).
Advertisement
Ia memilih jurusan Teknik karena sesuai passion. Meski demikian Bila juga memiliki keilmuan agama yang kuat, oleh karena itu orangtuanya sering memberikan amanah membantu mengajar di Ponpes. "Kebetulan kalau di ponpes, saya pernah membantu mengajar Aqidah, Fiqih di asrama putri," katanya Rabu.
BACA JUGA: UNY Susun Pedoman Pembelajaran Kampus Inklusif
Setelah menyandang gelar Sarjana Teknik dari UNY, ia berencana untuk bekerja yang kebetulan saat ini sudah diterima di salah satu perusahaan . Komitmennya untuk bekerja merupakan bagian dari upaya untuk menerapkan ilmu dari bangku kuliah sekaligus menambah jaringan dan pengalaman. Setelah itu, baru ia merencanakan untuk berkuliah di jenjang selanjutnya yaitu S2.
Bila lulus berpredikat cumlaude dengan IPK 3,6. Menariknya ia berhasil menuntaskan sebuah penelitian dalam skripsi terkait pengaku lateral dari dinding geser dan bracing baja untuk memperkuat kinerja seismik gedung. Penelitian itu dilakukan selama 7 bulan pada sebuah proyek bangunan rumah sakit. Ia menggunakan perangkat lunak dalam menciptakan pengaku lateral tersebut.
"Saya trial and error dua komponen tersebut menggunakan perangkat lunak," ucapnya.
Bila juga aktif di kegiatan mahasiswa kampus, di antaranya pernah menjadi Wakil Departemen Sosial Kemahasiswaan di Badan Eksekutif Mahasiswa. Sehingga sering menggelar kegiatan sosial kemasyarakat di beberapa daerah di wilayah Indonesia.
Dukungan Orangtua
Adapun Kiai Denny Wayoi mengakui dalam mendidik anak meski lingkungan kesehariannya pesantren namun ia sangat demokratis dengan batasan tertentu. Ia memberikan kebebasan kepada anak untuk memilih termasuk mendukung minatnya di bidang teknik sipil.
"Dia passion di Teknik, saya sempat bingung , Teknik kan cowok. Tetapi saya tetap mendukung, saya tidak bisa memaksa, mengambil positifnya saja, kalau pesantren mau membangun gedung dia bisa menangani sendiri," katanya.
Menariknya selama menjalani perkuliahan, Bila seperti mahasiswa lain pada umumnya. Bahkan dia tidak tinggal indekos di dekat kampus. Melainkan melaju dari Ponpes Bidayatussalikin 1 dari Turgo, Pakem, Sleman yang jaraknya lumayan jauh dengan kampus UNY. Dengan tidak indekos sehingga dalam keseharian masih bisa beraktivitas di pesantren.
BACA JUGA: Mensesneg Sebut Pertemuan Megawati dan DascoTidak Bahas Reshuffle Kabinet
"Tidak boleh ngekos bukan saya tidak percaya tetapi biar tetap bisa komunikasi di lingkungan pesantren," ujarnya.
Meski anak seorang kiai, namun di lingkungan pesantren Bila harus melakukan aktivitas mandiri. Hal itu ditanamkan oleh orangtua sejak kecil. "Tidak ada istilah harus dilayani, dibawakan barang-barangnya, dia harus mandiri, itu yang saya tanamkan itu," ujar kiai bergelar doktor ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- BPJS Kesehatan Luncurkan 8 Program Percepatan Layanan, Ini Daftarnya
- Korut Kecam Jepang soal Denuklirisasi, Ketegangan Meningkat
- Dapur MBG di Ngawi Meledak Timbulkan Luka Bakar, Diselidiki Labfor
- Pelecehan Seksual di FHUI Jadi Alarm Serius, Simak Kronologinya
- Kemarau Lebih Kering Tahun Ini, Intai Cadangan Air Tanah
Advertisement
Mobil Terjun ke Parit Enam Meter di Kalasan Sleman Saat Hujan
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Peta Mobil Terlaris Bergeser di Kuartal 1 2026, Ini Daftarnya
- Remaja Tewas di Arteri Madukoro Seusai Tabrak Lari Malam Hari
- Update WhatsApp iPhone Bikin Chat dan Foto Lebih Mudah
- Dapur MBG di Ngawi Meledak Timbulkan Luka Bakar, Diselidiki Labfor
- Kebakaran BYD di China Picu Kekhawatiran, Ini Risiko EV
- Kelok 23 Punya View Laut, Disiapkan Jadi Destinasi Baru
- 93 Persen Anak Alami Karies, Orang Tua Diminta Waspada
Advertisement
Advertisement







