Advertisement
Kecurigaan Keluarga Kacab Bank Sebelum Korban Ditemukan Meninggal
Foto ilustrasi tempat kejadian perkara. / Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Pihak keluarga IP, Kepala Cabang (Kacab) Bank BUMN di Jakarta yang menjadi korban penculikan dan pembunuhan, mencurigai korban dibuntuti sebelum peristiwa tragis itu terjadi.
Adik ipar IP, Intania Rizky Utami mengatakan kecurigaan itu muncul karena posisi mobil korban dengan pelaku bersebelahan. "Karena posisi mobil pelaku ada di sebelah mobil korban. Pada saat itu, korban bersama pimpinannya, karena memang masing-masing bawa kendaraan," katanya di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis.
Advertisement
BACA JUGA: Seorang Anak Diduga Membunuh Ibunya, Polres Wonogiri Periksa Terduga Pelaku
Intan datang ke RS Polri Kramat Jati untuk melihat kondisi terakhir korban. Terlihat matanya yang sembab menandakan kesedihan mendalam atas peristiwa yang dialami IP.
Intan mengaku, awalnya dia mendapatkan kabar dari kakaknya bahwa korban telah diculik dan dibunuh oleh orang tak dikenal. Menurut Intan, selama masa hidup korban tidak memiliki musuh dan tak pernah cerita ada masalah yang mengancam nyawa.
"Kalau kita lihat dari rekaman CCTV sepi di lokasi, tidak ada pamit apa-apa karena posisi dalam kondisi kerja," ujar Intan.
Intan berharap, polisi bisa segera menangkap semua pelaku agar bisa dijatuhkan hukum seberat-beratnya demi memberikan rasa keadilan.
Keluarga juga ingin mendengar motif dari para pelaku yang menculik IP hingga akhirnya meninggal dunia. "Kami sudah serahkan semuanya ke Polda Metro Jaya," ucap Intan.
Sebelumnya, seorang Kepala Kantor Cabang Pembantu (KCP) sebuah bank di Jakarta berinisial IP diduga menjadi korban penculikan dan pembunuhan pada salah satu pusat perbelanjaan di Ciracas, Jakarta Timur.
Jenazah ditemukan di Kampung Karangsambung, RT 8/RW 4, Desa Nagasari, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, sekitar pukul 05.30 WIB.
Seorang warga di area persawahan yang pertama kali menemukan jenazah dalam kondisi tangan dan kaki terikat, sedangkan mata terlilit lakban.
Jenazah langsung dilarikan ke RS Polri Kramat Jati untuk proses autopsi sebagai rangkaian dari penyelidikan. "Iya benar jenazah di RS Polri Kramat Jati," kata Kepala RS Polri Brigjen Polisi Prima Heru Yulihartono.
Petugas gabungan dari Polres Metro Jakarta Timur bersama Polda Metro Jaya langsung melakukan penyelidikan ke tempat kejadian perkara. Berdasarkan hasil penyelidikan, empat orang terduga pelaku ditangkap karena terlibat dalam penculikan tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- KPK Duga Perusahaan Rokok Jateng-Jatim Terlibat Korupsi Cukai
- KPK Siap Usut Dugaan Korupsi Bea Cukai hingga Kanwil
- Jadwal Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026, Ini Jam Puncaknya
- DPR Minta KBRI Ambil Langkah Darurat Lindungi Jemaah Umrah Indonesia
- Hutan Rehabilitasi IKN Mulai Dihuni Satwa, Burung Kembali Berdatangan
Advertisement
Volume Sampah Ramadan di Jogja Naik, DLH Pastikan Depo Tetap Kosong
Advertisement
Festival Imlek Nasional 2026 Pecahkan Rekor Dunia Lontong Cap Go Meh
Advertisement
Berita Populer
- Harga BBM Bisa Naik Akibat Perang AS-Iran, Ini Kata Pemerintah
- Indomaret Salurkan Paket Sembako untuk Lansia Wonosobo
- Perang AS-Iran, Pemerintah Minta Jemaah Umrah Tunda Keberangkatan
- Diet di Usia 30-an Lebih Sulit, Ini Penjelasan Ahli Gizi
- Lahan Koperasi Desa Merah Putih Jogja Sulit Penuhi Syarat 600 Meter
- Menteri Perdagangan Siaga Dampak Konflik Iran, Daya Beli Dijaga
- Beli Wajib Pakai KTP, Stok Gas Melon di Gunungkidul Dipastikan Aman
Advertisement
Advertisement





