Advertisement
Pendaki Magetan Meninggal di Gunung Lawu, Diduga Hipotermia
Tim gabungan mengevakuasi pendaki asal Magetan yang meninggal dunia saat melakukan pendakian di Gunung Lawu, Karanganyar, Sabtu (16/8/2025). - Solopos/Indah Septiyaning Wardani.
Advertisement
Harianjogja.com, KARANGANYAR—Seorang pendaki asal Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Paul HT, 48, meninggal dunia saat melakukan pendakian di Gunung Lawu wilayah Karanganyar pada Sabtu (16/8/2025) sore. Paul meninggal dunia diduga karena mengalami hipotermia di Pos 3 melalui jalur pendakian Cetho.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Karanganyar Hendro Prayitno mengatakan korban melakukan pendakian bersama rombongannya yang berjumlah lima orang dari Sragen, Jawa Tengah, melalui jalur Cetho pada pukul 08.00 WIB.
Advertisement
Setibanya kawasan Pos 3, korban mulai mengalami gejala kelelahan dan hipotermia. Kondisi diperparah dengan korban mengalami muntah-muntah.
BACA JUGA: Pemerintah Anggarkan Rp424,8 Trilun untuk Pertahanan Semesta
"Jadi korban dengan rombongan lima orang mendaki naik dari Cetho pukul 08.00 WIB. Tapi sampai di Pos 3 atas sedikit, salah satu pendaki atas nama Paul mengalami hipotermia, kemudian muntah-muntah," ujarnya, Sabtu.
Hendro mengatakan teman korban sempat memberikan pertolongan pertama serta meminta bantuan ke penjaga pos. Meski sudah mendapat pertolongan pertama namun korban dinyatakan meninggal dunia pukul 14.00 WIB.
Mendapatkan laporan tersebut, tim gabungan BPBD Karanganyar, SAR, dan sukarelawan setempat mengevakuasi korban dari Pos 3 menuju basecamp Cetho. Proses evakuasi berlangsung lancar tanpa kendala.
"BPBD bersama sukarelawan, mengevakuasi korban untuk dibawa ke bawah, dan teman sukarelawan sudah menghubungi keluarga," kata dia.
Jasad korban dievakuasi dan dibawa ke Puskesmas Jenawi selanjutnya diserahkan kepada keluarganya. Hendro mengatakan kondisi cuaca di puncak Gunung Lawu saat ini dingin alias bediding. Sehingga pendaki yang hendak melakukan pendakian harus mempersiapkan fisik dengan baik.
Hendro berpesan agar pendaki membawa obat-obatan yang dibutuhkan. Bagi para pendaki agar selalu melakukan persiapan secara matang baik fisik maupun perlengkapan sebelum pendakian.
Selain itu, pendaki harus berhati-hati bila melakukan pendakian saat ini, mengingat cuaca dalam kondisi kemarau basah dan dingin. "Cuaca di Lawu masih cukup dingin, karena biar kemarau, sesuai prediksi BMKG, bahwa saat ini kondisi cuaca kemarau tapi basah," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- MRP Kecam Penembakan Pilot Smart Air oleh KKB di Papua
- Satgas Ungkap 20 KKB Serang Pesawat Smart Air di Papua, Dua Kru Tewas
- DPR Desak SKB Tiga Menteri Atasi 11 Juta PBI BPJS Nonaktif
- Gempa Donggala M4,1 Guncang Sulteng, BMKG Ungkap Penyebabnya
- Pendaftaran Calon Pimpinan OJK Dibuka, Begini Tahapan dan Syaratnya
Advertisement
Advertisement
Festival Sakura 2026 di Arakurayama Batal, Turis Jadi Sorotan
Advertisement
Berita Populer
- Pemkab Sleman Usulkan Varietas Sibrol Sembada ke Kementan
- Rayakan Valentine di Rumah! Ini Rekomendasi Film yang Cocok
- SIM Keliling Gunungkidul 14 Februari 2026, Perpanjang SIM Lebih Mudah
- SIM Keliling Sleman 14 Februari 2026, Perpanjangan SIM Lebih Praktis
- Modric Bawa AC Milan Menang Tipis 2-1 atas Pisa
- COMMUNICATED Perkuat Kader TATAK Dampingi Pasien Kanker Payudara
- SIM Keliling Jogja 14 Februari 2026, Perpanjangan SIM Lebih Mudah
Advertisement
Advertisement








