Advertisement
Hampir 1.000 Orang Tewas Karena Serangan Israel di Jalur Gaza
Ratusan warga membawa bantuan yang mereka terima dari truk yang memasuki Jalur Gaza utara, di jalan utara Kota Gaza, Palestina (22/6/2025). ANTARA/Xinhua - Rizek Abdeljawad
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Jumlah korban tewas akibat serangan Israel terhadap pusat-pusat distribusi bantuan kemanusiaan di Jalur Gaza telah meningkat menjadi hampir 1.000 orang sejak 27 Mei, ungkap kantor media pemerintah Gaza pada Minggu (20/7/2025).
BACA JUGA: 67 Orang Tewas Akibat Serangan IsraelÂ
Advertisement
"Jumlah orang yang menunggu distribusi bantuan kemanusiaan di tempat-tempat yang disebut 'jebakan maut' itu telah meningkat menjadi 995 orang, 6.011 orang lainnya terluka, dan 45 orang hilang," kata kantor tersebut.
Otoritas di Gaza menyebut pusat-pusat distribusi bantuan kemanusiaan yang dikelola oleh Yayasan Kemanusiaan Gaza sebagai "jebakan maut" karena beberapa insiden serangan mematikan Israel terhadap orang-orang yang sedang mengantre bantuan.
Sebelumnya, Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan bahwa mereka memperkirakan akan terjadi peningkatan tajam angka kematian di antara warga Palestina di tengah kekurangan gizi dan ketidakmampuan mendapatkan bantuan medis.
Menurut Kemenkes Gaza, 60.000 bayi menderita kekurangan gizi, sementara 600.000 nyawa anak-anak di bawah usia 10 tahun terancam karena kekurangan makanan, dan 60.000 ibu hamil tidak mendapatkan cukup makanan.
Sebelumnya pada Juni, laporan surat kabar Israel, Haaretz, mengutip sejumlah tentara Israel anonim yang bertempur di Jalur Gaza, bahwa para perwira tentara Israel (IDF) telah diperintahkan untuk secara sengaja menembak warga Palestina tak bersenjata di dekat lokasi distribusi bantuan selama sebulan terakhir.
Sementara itu, kepala otoritas pemerintahan Israel Benjamin Netanyahu dan kepala urusan pertahanan Israel Katz membantah tuduhan tersebut.
Israel menolak bekerja sama dengan Badan Bantuan dan Pekerjaan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengungsi Palestina di Timur Dekat (UNRWA).
Pada akhir Oktober 2024, parlemen Israel mengesahkan rancangan undang-undang yang bertujuan melarang kegiatan UNRWA di Israel dan wilayah yang dikuasainya setelah menuduh beberapa staf UNRWA terlibat dalam serangan Hamas pada Oktober 2023.
PBB menyatakan bahwa Israel belum memberikan bukti apa pun untuk mendukung tuduhannya. Pada 30 Januari, UU yang melarang kegiatan UNRWA mulai berlaku.
Saat yang sama, Israel dan Yayasan Kemanusiaan Gaza yang didukung AS telah membuka titik-titik distribusi bantuan yang terkonsentrasi di selatan Jalur Gaza. Pada 20 Mei, Komisaris Jenderal UNRWA Philippe Lazzarini menuduh Israel menggunakan bantuan kemanusiaan untuk mengusir paksa warga Palestina.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Deadline LHKPN 31 Maret: 96.000 Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Panic Buying di Jepang, Tisu Toilet Ludes Dipicu Konflik Timur Tengah
- Imbas Kasus Aktivis KontraS, Kabais TNI Serahkan Jabatan
- Krisis Pupuk Global Mengintai, Petani Indonesia Terancam
- Respons Yaqut Cholil Qoumas Seusai Diperiksa KPK Hari Ini
Advertisement
Tebing Tanjakan Clongop Longsor Lagi, Akses Gunungkidul-Klaten Putus
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Arus Balik Mulai Padat di Bantul, Akses Parangtritis Diatur Satu Arah
- Belajar Daring untuk Hemat Energi, Kualitas Pendidikan Dipertanyakan
- MBG Disorot Akademisi UGM, Muncul Usulan Pangkas Jumlah Penerima
- Anak Balita Tiba-Tiba Menolak Makan, Ini Penyebabnya
- Mobil Dinas Dipakai Mudik, Tunjangan ASN Temanggung Langsung Dipangkas
- Kementerian Pertahanan Pastikan Pemberlakuan WFH Karyawan
- Rabu Tak Lagi ke Kantor, ASN di Jatim Mulai WFH Rutin
Advertisement
Advertisement







