Advertisement
Kawasan Puncak Bogor Diterjang Banjir, 1 Tewas dan 2 Lainnya Hilang
Proses evakuasi korban bencana di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (6/7/2025). ANTARA/M Fikri Setiawan - am.
Advertisement
Harianjogja.com, BOGOR–Sebanyak satu warga tewas dan dua lainnya masih dinyatakan hilang saat banjir menerjang di dua lokasi di kawasan Puncak yakni Megamendung dan Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (6/72025) dini hari.
Bupati Bogor Rudy Susmanto mengatakan hampir seluruh wilayah Kabupaten Bogor sejak Sabtu sore diguyur hujan dengan intensitas cukup tinggi. "Beberapa wilayah terdampak banjir dan longsor, termasuk Megamendung, Cisarua, Leuwisadeng, dan Leuwiliang,” katanya dikutip Senin (7/7/2025)
Advertisement
BACA JUGA: Banjir di Jakarta Belum Surut, Warga Diingatkan Potensi Ancaman Rob 1-2 Hari ke Depan
Rudy mengatakan, longsor terjadi di salah satu pondok pesantren di Megamendung dan menyebabkan satu orang meninggal dunia. Korban adalah seorang laki-laki berusia 22 tahun asal Cianjur. “Jenazah korban sudah dievakuasi dan dibawa ke rumah duka di Cianjur,” ujarnya.
Selain di Megamendung, bencana longsor juga terjadi di wilayah Cisarua. Berdasarkan laporan, terdapat lima orang menjadi korban. Tiga orang berhasil ditemukan dalam kondisi selamat dan telah dibawa ke rumah sakit.
“Masih ada dua orang korban yang dalam pencarian. Tim dari BPBD, Damkar, Tagana, TNI, dan Polri masih terus melakukan upaya pencarian. Kita berdoa semoga keduanya segera ditemukan,” ujar Rudy.
Rudy menambahkan, banjir di sejumlah titik yang sebelumnya sempat cukup tinggi saat ini mulai surut. Pemerintah daerah fokus pada penyelamatan korban serta penyaluran bantuan logistik kepada warga terdampak.
“Prioritas kami adalah keselamatan warga. Setelah itu, bersama-sama kita akan menentukan langkah lanjutan untuk penanganan dampak bencana ini,” kata dia.
Bupati juga mengimbau masyarakat tetap waspada karena potensi bencana susulan masih tinggi akibat curah hujan yang belum mereda.
Pegawai Kemendagri
Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memberikan dukungan penuh kepada keluarga salah satu pegawainya yang hilang akibat bencana longsor di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (5/7) sore.
Kepala Biro Umum Kemendagri Asmawa Tosepu mengatakan, korban atas nama Oden Sumantri (47) merupakan tenaga pengemudi di Biro Umum Kemendagri. Pihaknya telah mendampingi keluarga korban di lokasi kejadian.
"Beliau adalah tenaga pengemudi kami di Biro Umum. Kami sudah berkomunikasi langsung dengan keluarga korban di lokasi pencarian," kata Asmawa saat dikonfirmasi di Bogor, Minggu.
Asmawa menegaskan bahwa Kemendagri akan memberikan perhatian dan dukungan penuh untuk keluarga korban. Ia juga menyampaikan keprihatinan atas musibah yang menimpa pegawainya tersebut.
"Kami pastikan ada perhatian dan dukungan untuk keluarga yang ditinggalkan," ujar Asmawa yang pernah menjabat sebagai Pj Bupati Bogor pada tahun 2024.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bogor Ade Hasrat menjelaskan, peristiwa longsor terjadi di area pemancingan Gang Dolar, Kampung Ciletuh, Desa Cipayung Girang, Kecamatan Megamendung, sekitar pukul 18.30 WIB.
Menurut keterangan saksi, korban sedang memancing di lokasi tersebut. Pengelola pemancingan telah memperingatkan korban agar berpindah tempat karena debit air Sungai Ciesek meningkat, namun korban tetap berada di lokasi hingga longsoran terjadi.
"Korban diduga tertimbun material longsor atau terbawa arus Sungai Ciesek," kata Ade.
Upaya pencarian telah dilakukan oleh tim gabungan sejak Minggu pagi, namun dihentikan sementara pada pukul 16.00 WIB karena cuaca buruk. Pencarian akan dilanjutkan pada Senin (7/7).
Tim pencarian melibatkan unsur BPBD, aparatur desa, RT/RW setempat, Damkar, Babinsa, Babinmas, relawan, Brimob SAR, serta masyarakat sekitar.
Oden Sumantri diketahui berdomisili di Kampung Kelapa RT 04 RW 04, Desa Rawapanjang, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor. Saat kejadian, ia mengenakan pakaian berwarna putih.
Oden Sumantri merupakan satu dari empat korban longsor di tiga lokasi berbeda kawasan Puncak, Bogor. Tiga korban lainnya sudah berhasil dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Deadline LHKPN 31 Maret: 96.000 Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Panic Buying di Jepang, Tisu Toilet Ludes Dipicu Konflik Timur Tengah
- Imbas Kasus Aktivis KontraS, Kabais TNI Serahkan Jabatan
- Krisis Pupuk Global Mengintai, Petani Indonesia Terancam
- Respons Yaqut Cholil Qoumas Seusai Diperiksa KPK Hari Ini
Advertisement
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Belajar Daring untuk Hemat Energi, Kualitas Pendidikan Dipertanyakan
- MBG Disorot Akademisi UGM, Muncul Usulan Pangkas Jumlah Penerima
- Anak Balita Tiba-Tiba Menolak Makan, Ini Penyebabnya
- Mobil Dinas Dipakai Mudik, Tunjangan ASN Temanggung Langsung Dipangkas
- Kementerian Pertahanan Pastikan Pemberlakuan WFH Karyawan
- Rabu Tak Lagi ke Kantor, ASN di Jatim Mulai WFH Rutin
- Performa Motor Tetap Terjaga Ini Cara Honda Edukasi Pengendara
Advertisement
Advertisement








