Advertisement

Dari Gerakan Lokal Jadi Global, Ini Sejarah Hari Bumi

Jumali
Rabu, 22 April 2026 - 09:47 WIB
Jumali
Dari Gerakan Lokal Jadi Global, Ini Sejarah Hari Bumi Ilustrasi penampakan Bumi. - Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA— Peringatan Hari Bumi yang jatuh pada Rabu (22/4/2026) kembali menjadi momentum krusial bagi penduduk dunia untuk memperkuat kesadaran dan langkah nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan. Saat ini, Hari Bumi bukan lagi sekadar seremoni tahunan, melainkan penggerak perubahan sistemis dalam menghadapi krisis iklim global.

Jejak Sejarah: Dari Tumpahan Minyak Hingga Revolusi Hijau

Advertisement

Tradisi peringatan ini pertama kali dimulai di Amerika Serikat pada 22 April 1970. Tokoh di baliknya adalah Gaylord Nelson, seorang senator yang merasa terpukul melihat kerusakan alam masif pada akhir 1960-an, terutama seusai insiden tumpahan minyak raksasa di Santa Barbara, California.

Nelson kemudian menggandeng Denis Hayes untuk menggalang aksi nasional berupa edukasi publik dan demonstrasi. Luar biasanya, sekitar 20 juta warga Amerika turun ke jalan dalam gerakan yang kelak diakui sebagai salah satu aksi massa lingkungan terbesar sepanjang sejarah.

Keberhasilan gerakan perdana ini memberikan dampak hukum yang sangat signifikan. Pemerintah Amerika Serikat segera membentuk Badan Perlindungan Lingkungan (EPA) serta mengesahkan regulasi fundamental seperti Undang-Undang Udara Bersih (Clean Air Act) dan Undang-Undang Air Bersih (Clean Water Act).

Transformasi Global: “Our Power, Our Planet” Memasuki tahun 1990, Hari Bumi merambah ke kancah internasional dengan melibatkan lebih dari 140 negara. Kini, di bawah naungan EarthDay.org, peringatan Hari Bumi 2026 mengusung tema besar “Our Power, Our Planet”.

Tema ini menggarisbawahi bahwa perbaikan kualitas lingkungan tidak boleh hanya digantungkan pada kebijakan pemerintah, tetapi wajib didukung oleh kekuatan aksi kolektif masyarakat dunia. Beberapa fokus utama dalam rangkaian Pekan Bumi kali ini meliputi:

  • Penyediaan udara, air, dan energi bersih bagi semua.

  • Penjagaan stabilitas iklim melalui pengurangan emisi karbon.

  • Pelestarian sumber daya alam yang berkelanjutan.

Aksi Nyata dari Hal Sederhana Masyarakat didorong untuk tidak ragu memulai perubahan dari langkah-langkah kecil di lingkungan terdekat. Tindakan konsisten seperti meminimalisasi pemakaian plastik sekali pakai, efisiensi energi di rumah, menanam pohon, hingga mengedukasi orang sekitar dinilai memiliki dampak luar biasa jika dilakukan secara serentak.

Hari Bumi 2026 menjadi pengingat keras bahwa masa depan bumi adalah tanggung jawab bersama. Melalui konsistensi dalam aksi kecil yang dilakukan hari ini, setiap individu turut berkontribusi memastikan planet ini tetap menjadi tempat tinggal yang layak bagi generasi masa depan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Lansia 80 Tahun Tewas di Simpang Jambon, Diduga Pengendara Lalai

Lansia 80 Tahun Tewas di Simpang Jambon, Diduga Pengendara Lalai

Jogja
| Rabu, 22 April 2026, 10:44 WIB

Advertisement

Paspor Indonesia Bebas Visa ke 42 Negara, Cek Destinasinya!

Paspor Indonesia Bebas Visa ke 42 Negara, Cek Destinasinya!

Wisata
| Senin, 20 April 2026, 14:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement