Anggaran Jalan Kunduran-Blora Dipangkas, Perbaikan Disesuaikan
Anggaran perbaikan Jalan Kunduran-Blora direvisi dari Rp14 miliar menjadi Rp2 miliar. DED pekerjaan pun disesuaikan dengan alokasi terbaru.
Foto ilustrasi seismograf pencatat getaran gempa. - Foto dibuat oleh AI StockCake
Harianjogja.com, JOGJA—Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, memastikan tidak ada kerusakan akibat gempa magnitudo 2.5 yang terjadi Sabtu pagi, namun warga diminta tetap waspada dan tidak panik saat terjadi gempa.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cianjur Asep Kusmanawijaya mengatakan gempa dengan koordinat 6.8 LS dan 107.11 BT atau tepatnya berlokasi di 3 kilometer Barat Daya dari Cianjur dengan kedalaman pusat gempa di 6 kilometer di bawah tanah.
BACA JUGA: Rafinha Ungkap Alasan Bertahan di PSIM Jogja
"Kami menyebar petugas dan relawan ke sejumlah wilayah yang merasakan gempa cukup kencang mulai dari Kecamatan Pacet, Cugenang, Cilaku, Cianjur dan Karangtengah, untuk melakukan pendataan dan hasilnya tidak ada bangunan atau rumah yang rusak," katanya.
Hingga Sabtu siang, tidak ada laporan yang masuk terkait kerusakan yang disebabkan gempa yang dirasakan cukup kencang pada pukul 5:30 WIB, bahkan hingga beberapa jam setelahnya tidak ada gempa susulan yang dirasakan di sejumlah kecamatan.
Pihaknya meminta warga tetap waspada dan tidak panik ketika merasakan gempa, segera mencari tempat aman seperti keluar dari dalam rumah atau ruangan ke area terbuka ketika gempa terjadi cukup lama guna menghindari hal tidak diinginkan.
"Gempa tidak dapat diprediksi, segera mencari tempat aman ketika gempa terjadi, harapan kami tidak ada lagi bencana alam yang dapat merusak di Cianjur, namun kewaspadaan tetap harus ditingkatkan," katanya.
BACA JUGA: KPK Temukan Potensi Kerawanan Tata Kelola Ekspor Nikel
Sementara gempa magnitudo 2.5 dirasakan cukup kencang warga di wilayah kota Cianjur, meski hanya sebentar sebagian besar warga berhamburan keluar rumah guna menghindari hal yang tidak diinginkan termasuk membangunkan anggota keluarga.
"Saya baru selesai membersihkan rumah setelah sholat subuh, sekitar pukul 5:30 WIB gempa terasa cukup kencang, sehingga saya membangunkan suami dan anak-anak karena takut gempa berlangsung lama dan dapat merusak," kata warga Kecamatan Cilaku Susi (40).
Dia menjelaskan gempa yang dirasakan hitungan detik, namun membuat mereka dan warga lainnya sempat bertahan di luar rumah karena takut terjadi gempa susulan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Anggaran perbaikan Jalan Kunduran-Blora direvisi dari Rp14 miliar menjadi Rp2 miliar. DED pekerjaan pun disesuaikan dengan alokasi terbaru.
Gempa M7,1 di Jepang diduga berkaitan dengan sesar yang belum retak sejak gempa besar 2016. Ahli ungkap potensi gempa susulan.
KPK menahan anggota DPRD Jatim Moch Mahrus terkait dugaan suap dana hibah pokmas kepada Anwar Sadad.
PSIM Jogja masih mengevaluasi masa depan Nermin Haljeta jelang Super League 2026/2027, sementara Franco Ramos dipastikan bertahan.
BBPOM Yogyakarta mempercepat penerbitan NIE bagi UMKM pangan olahan agar produk lokal Jogja aman, bermutu, dan mampu bersaing.
Wapres Gibran bertemu Hun Many membahas reformasi birokrasi, olahraga, serta penanganan TPPO terkait penipuan daring.