Belanja Warga RI Naik, Tabungan Menyusut, Utang Kian Membengkak
Belanja masyarakat RI masih tumbuh, tetapi tingkat tabungan melemah dan penggunaan pinjol, kartu kredit, serta paylater terus meningkat.
Kemiskinan - ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Bank Dunia melaporkan jumlah penduduk miskin Indonesia mencapai 194,4 juta jiwa pada 2024. Ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Aviliani mendorong pemerintah meningkatkan produktivitas tenaga kerja.
Standar hidup masyarakat Indonesia sulit naik apabila produktivitasnya masih rendah. Oleh sebab itu, perlu adanya peningkatan keterampilan.
Aviliani berpendapat selama ini pemerintah salah langkah karena hanya menaikkan upah minimum, tanpa adanya peningkatan produktivitas. Akibatnya, banyak perusahaan yang pindah ke daerah dengan upah minimum regional yang rendah seperti Jawa Tengah.
Avi meyakini persoalan tersebut tidak akan terjadi apabila kenaikan upah minimum diikuti dengan peningkatan produktivitas. Pengusaha tidak akan rugi menaikkan gaji karyawannya karena produktivitas juga meningkat.
"Jadi menurut saya harus kita perbaiki produktivitas tenaga kerja dulu, baru income [upah] naik," katanya di Wisma Bisnis Indonesia, Selasa (10/6/2025).
Ia menekankan pentingnya perluasan kesempatan kerja untuk mengentaskan kemiskinan. Oleh sebab itu, pemerintah perlu memastikan agar UMKM bisa naik level. Insentif kredit untuk pelaku UMKM tidak akan banyak membantu. Dia mencontohkan, banyak pelaku UMKM yang kreditnya tetap macet karena usahanya yang tidak kunjung naik kelas.
Avi menyarankan agar pemerintah menghubungkan antara pelaku UMKM dengan pelaku usaha besar atau yang sudah mapan. Menurutnya, di banyak negara maju terdapat semacam komunitas yang menyatukan pelaku usaha kecil dengan perusahaan besar.
"Ya itu dengan insentif misalnya, kayak ada off-taker. Sekarang enggak ada di Indonesia, jadi jalan masing-masing," ungkapnya.
Bank Dunia resmi menaikkan standar garis kemiskinannya per Juni 2025 usai mengadopsi basis perhitungan paritas daya beli atau purchasing power parity (PPP) 2021 dalam menentukan garis kemiskinan. Sebelumnya, Bank Dunia menggunakan basis perhitungan PPP 2017.
Dampaknya, kini garis kemiskinan negara berpenghasilan rendah naik dari US$2,15 menjadi US$3 per orang per hari, garis kemiskinan negara berpenghasilan menengah-bawah naik dari US$3,65 menjadi US$4,2 per orang per hari, dan garis kemiskinan negara berpenghasilan menengah-atas naik dari US$6,85 menjadi US$8,3 per orang per hari.
Bank Dunia sendiri sudah mengategorikan Indonesia sebagai negara berpenghasilan menengah-atas sejak 2023. Jika mengikuti standar terbaru negara berpenghasilan menengah-atas versi Bank Dunia maka persentase masyarakat miskin di Indonesia mencapai 68,2% dari total populasi atau sekitar 194,4 juta orang pada 2024.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis
Belanja masyarakat RI masih tumbuh, tetapi tingkat tabungan melemah dan penggunaan pinjol, kartu kredit, serta paylater terus meningkat.
erum BULOG memberikan dukungan modal usaha kepada 30 penyandang disabilitas di Kota Yogyakarta melalui program BULOG Peduli RPK Mandir
Pratikno menyebut Wantimpres berisi tokoh nasional beragam latar belakang yang siap memberi saran dan pertimbangan kepada Presiden Prabowo.
Mitchell Baker sudah mencetak 9 gol dalam 7 laga Timnas Indonesia, melewati 7 gol Ole Romeny yang dikoleksi dari 13 penampilan.
Cek mobil listrik di bawah Rp200 juta dan jarak tempuhnya. Ada Aira ev, BYD Atto 1, dan Seres E1 hingga 301 km.
Pemkot Jogja mendorong Gerakan Masyarakat Mencintai Pasar (Gemati) untuk menghidupkan kembali aktivitas pasar rakyat sekaligus memperluas transaksi digital