KPK Dalami Aliran Rp106,3 Miliar yang Diduga ke Nusron Wahid
KPK menelusuri aliran dana Rp106,3 miliar dalam kasus ATR/BPN yang diduga mengalir ke Nusron Wahid dan terkait layanan pertanahan.
Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (5/8/2024). (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/nz - am.
Harianjogja.com, JAKARTA – Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkapkan ada 30 perusahaan yang akan go public tahun ini.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna menerangkan akan ada 30 perusahaan yang bakal melakukan initial public offering (IPO) pada tahun ini. Sebanyak dua di antara perusahaan-perusahaan itu adalah perusahaan mercusuar atau lighthouse company.
"Ada yang lighthouse [akan] IPO. Ada dua perusahaan dari 30 itu. [Sektornya] energi yang satu, satu lagi consumer,” kata Nyoman saat ditemui di Bursa Efek Indonesia, Kamis (8/5/2025).
Akan tetapi, Nyoman enggan menerangkan perusahaan-perusahaan tersebut lebih lanjut.
Hingga saat ini, tercatat ada sebanyak 30 perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI. Pipeline itu didominasi oleh perusahaan dari sektor consumer non-cyclicals sebanyak 5 perusahaan, sektor finansial, kesehatan, dan consumer cyclicals sebanyak masing-masing 4 perusahaan, sektor industrial, energi, hingga transportasi dan logistik sebanyak masing-masing 3 perusahaan.
Sementara itu, sektor teknologi sebanyak 2 perusahaan dan sektor basic materials dan infrastruktur masing-masing 1 perusahaan.
Dari 30 perusahaan yang akan melantai di Bursa pada 2025, sebanyak 3 perusahaan memiliki aset di bawah Rp50 miliar, 17 perusahaan memiliki aset Rp50 miliar—Rp250 miliar, dan 10 perusahaan memiliki aset jumbo senilai lebih dari Rp250 miliar.
Sementara itu, sepanjang tahun berjalan 2025, telah ada sebanyak 14 perusahaan yang melantai di Bursa. Dalam catatan Bisnis, perolehan dana IPO tertinggi masih dicatatkan oleh emiten properti PT Bangun Kosambi Sukses Tbk. (CBDK). Anak usaha PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk. (PANI) yang terafiliasi dengan Sugianto Kusuma alias Aguan itu meraih dana hasil IPO Rp 2,3 triliun.
Teranyar PT Cipta Sarana Medika Tbk. (DKHH) menjadi perusahaan ke-14 yang mencatatkan saham atau listing setelah merampungkan IPO pada Kamis (8/5/2025). Torehan dana IPO yang dikumpulkan perseroan mencapai Rp69,96 miliar.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
KPK menelusuri aliran dana Rp106,3 miliar dalam kasus ATR/BPN yang diduga mengalir ke Nusron Wahid dan terkait layanan pertanahan.
Kemensos menguji coba Perlinsos digital hingga akhir 2026 untuk memutakhirkan data bansos dan menargetkan seluruh daerah mengaksesnya pada 2027.
Pemerintah menargetkan investasi lebih dari Rp13.000 triliun dalam lima tahun untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 8 persen pada 2029.
Baznas Kulonprogo menyalurkan Rp440 juta untuk memperbaiki rumah 22 keluarga di Galur, Panjatan, dan Wates melalui program RLHB.
Jadwal SIM Keliling Polda DIY Kamis 8 Oktober 2026 tersedia di Kalurahan Condongcatur. Simak lokasi, jam layanan, dan syaratnya.
Cristiano Ronaldo menyampaikan penghormatan kepada Lionel Messi setelah sang rival memainkan laga terakhir bersama timnas Argentina.