Kera Liar Masuk Rumah Warga Sragen, Damkar Turun Tangan
Kera liar masuk rumah warga Sragen dan merusak perabot. Damkar evakuasi dalam 20 menit, langsung diserahkan ke BKSDA.
Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (5/8/2024). (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/nz - am.
Harianjogja.com, JAKARTA – Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkapkan ada 30 perusahaan yang akan go public tahun ini.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna menerangkan akan ada 30 perusahaan yang bakal melakukan initial public offering (IPO) pada tahun ini. Sebanyak dua di antara perusahaan-perusahaan itu adalah perusahaan mercusuar atau lighthouse company.
"Ada yang lighthouse [akan] IPO. Ada dua perusahaan dari 30 itu. [Sektornya] energi yang satu, satu lagi consumer,” kata Nyoman saat ditemui di Bursa Efek Indonesia, Kamis (8/5/2025).
Akan tetapi, Nyoman enggan menerangkan perusahaan-perusahaan tersebut lebih lanjut.
Hingga saat ini, tercatat ada sebanyak 30 perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI. Pipeline itu didominasi oleh perusahaan dari sektor consumer non-cyclicals sebanyak 5 perusahaan, sektor finansial, kesehatan, dan consumer cyclicals sebanyak masing-masing 4 perusahaan, sektor industrial, energi, hingga transportasi dan logistik sebanyak masing-masing 3 perusahaan.
Sementara itu, sektor teknologi sebanyak 2 perusahaan dan sektor basic materials dan infrastruktur masing-masing 1 perusahaan.
Dari 30 perusahaan yang akan melantai di Bursa pada 2025, sebanyak 3 perusahaan memiliki aset di bawah Rp50 miliar, 17 perusahaan memiliki aset Rp50 miliar—Rp250 miliar, dan 10 perusahaan memiliki aset jumbo senilai lebih dari Rp250 miliar.
Sementara itu, sepanjang tahun berjalan 2025, telah ada sebanyak 14 perusahaan yang melantai di Bursa. Dalam catatan Bisnis, perolehan dana IPO tertinggi masih dicatatkan oleh emiten properti PT Bangun Kosambi Sukses Tbk. (CBDK). Anak usaha PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk. (PANI) yang terafiliasi dengan Sugianto Kusuma alias Aguan itu meraih dana hasil IPO Rp 2,3 triliun.
Teranyar PT Cipta Sarana Medika Tbk. (DKHH) menjadi perusahaan ke-14 yang mencatatkan saham atau listing setelah merampungkan IPO pada Kamis (8/5/2025). Torehan dana IPO yang dikumpulkan perseroan mencapai Rp69,96 miliar.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Kera liar masuk rumah warga Sragen dan merusak perabot. Damkar evakuasi dalam 20 menit, langsung diserahkan ke BKSDA.
Harga Pertamax naik menjadi Rp16.250 per liter mulai 10 Juni 2026. Pertalite tetap Rp10.000 dan Biosolar Rp6.800 per liter.
John Herdman mengaku Timnas Indonesia seharusnya bisa mencetak lebih banyak gol saat mengalahkan Mozambik 1-0 pada FIFA Match Day.
Prabowo menyetujui perluasan Program Bedah Rumah pada 2027. Target 400.000 rumah diperbaiki untuk memperluas akses hunian layak.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul berencana menggelar program bertajuk Entrepreneurship University yang ditujukan bagi generasi muda
Cek jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis Rabu 10 Juni 2026. Tarif hanya Rp12.000 dengan keberangkatan sejak pagi hingga sore.