Advertisement
Masyarakat di Pesisir Diminta Mewaspadai Potensi Banjir Rob hingga 5 Mei 2025
Wisatawan berada di area pemecah ombak, Pantai Glagah, Kulongprogo - ist - Kulonprogokab.go.id
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan soal adanya potensi banjir rob akibat fenomena bulan purnama. Fenomena ini berpengaruh pada peningkatan ketinggian air maksimum.
Direktur Meteorologi Maritim BMKG Eko Prasetyo menjelaskan berdasarkan pantauan data water level dan prediksi pasang surut, banjir pesisir berpotensi terjadi di beberapa wilayah seperti di pesisir Sumatra Utara, pesisir Sumatra Barat, pesisir Kepulauan Bangka Belitung, pesisir pulau Jawa, pulau Kalimantan, Nusa Tenggara, pesisir Sulawesi Utara dan pesisir Maluku.
Advertisement
BACA JUGA: Banjir Rob Rendam Pluit Jakarta Utara Pagi Ini
“Masyarakat diimbau untuk selalu waspada serta siaga untuk mengantisipasi dampak dari pasang maksimum dan selalu update informasi prediksi yang secara berkala dikeluarkan oleh BMKG,” kata Eko dikutip dalam siaran pers, Kamis (1/5/2025).
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, telah terjadi dampak banjir rob di wilayah pesisir Surabaya, tepatnya di kecamatan Manyar dan kecamatan Krembangan, kabupaten Gresik, Jawa Timur. Dari hasil pemantauan, air menggenang di pemukiman rumah warga dan jalan umum.
Sebelumnya, BMKG Maritim Tanjung Perak telah menyampaikan peringatan waspada pasang air laut maksimum di wilayah pesisir Surabaya yang berlaku antara 30 April hingga 5 Mei 2025. Ketinggian genangan air akibat pasang air laut sendiri diperkirakan mencapai 20–30 cm sehingga perlu mendapatkan perhatian dari masyarakat.
Tidak hanya di Jawa Timur, banjir rob juga sempat menggenang di dekat Jakarta International Stadium (JIS) pada 28 April 2025 sekitar jam 22:30 malam. Laporan banjir rob juga diterima dari kecamatan Samarinda Kota, Kalimantan Timur pada 29 April 2025, di wilayah Tamako dan Tahuna di kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara serta di Borok dan kabupaten Bolaang Mongondow Utara.
Berdasarkan beberapa kejadian tersebut, Eko meminta masyarakat yang berada di sekitar pesisir untuk waspada dan melakukan aksi mitigasi. Eko mengimbau masyarakat untuk menghindari wilayah genangan banjir rob karena airnya bersifat korosif dan dapat berdampak pada kesehatan masyarakat.
Untuk itu, Eko meminta masyarakat untuk memperhatikan update informasi cuaca maritim dari BMKG melalui beberapa kanal komunikasi seperti call center BMKG 196, website maritim.bmkg.go.id, Instagram InfoBMKG dan BMKG Maritim, atau dapat menghubungi kantor BMKG terdekat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Deadline LHKPN 31 Maret: 96.000 Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Panic Buying di Jepang, Tisu Toilet Ludes Dipicu Konflik Timur Tengah
- Imbas Kasus Aktivis KontraS, Kabais TNI Serahkan Jabatan
- Krisis Pupuk Global Mengintai, Petani Indonesia Terancam
- Respons Yaqut Cholil Qoumas Seusai Diperiksa KPK Hari Ini
Advertisement
Pemkot Jogja Kaji WFH Bagi ASN Guna Tekan Biaya Operasional Kendaraan
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Dua Perahu Kandas Beruntun di Pantai Depok Bantul Empat Selamat
- Ketegangan Teluk Memanas, Iran Serukan Aliansi Baru
- UMKM Jadi Mesin Perputaran Uang Saat Libur Lebaran di Sleman
- Pembangunan Ratusan Sekolah Rakyat Dikebut, Ditarget Kelar Juli 2026
- Mobil Dinas Baru di Pemkab Gunungkidul Batal, Jalan Rusak Jadi Fokus
- Teh Bisa Kehilangan Manfaat Jika Dicampur Ini
- Ratusan Pemudik Pilih Balik Naik Kapal Perang dari Semarang
Advertisement
Advertisement





