Advertisement
Siswi SMK di Jakarta Jadi Korban Pelecehan Guru di Sekolah
Ilustrasi - Pixabay
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Seorang siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Jakarta mengaku menjadi korban pelecehan oleh gurunya di sekolah. Korban pun melapor ke Polres Metro Jakarta Timur.
"Jadi kedatangan kami ke sini (Polres Jakarta Timur) adalah karena kami mewakili, mendampingi klien kami yang menjadi korban pelecehan seksual," kata kuasa hukum korban, Herlin Muryanti di Polres Metro Jakarta Timur, Rabu.
Advertisement
Dia mengungkapkan bahwa terduga pelaku ini adalah oknum tenaga pendidik atau guru di lingkup SMK di Jakarta Timur (Jaktim).
Herlin menjelaskan, guru tersebut melakukan tindakan pelecehan seksual kepada siswanya dengan modus membelikan jajanan dan kopi.
"Jadi modusnya adalah dia ada bujuk rayu juga ada, iming-iming juga, tipu muslihatnya ada. Jadi seperti diajak 'ayo jajan dulu'," katanya.
Korban juga dibujuk dengan diajak makan. "'Kita makan dulu, kita ngopi dulu di luar'. Setelah itu baru dia mulai melancarkan aksinya," katanya.
Herlin mengungkapkan, sudah menyiapkan sejumlah bukti dan saksi dalam pelaporan di Polres Metro Jakarta Timur.
BACA JUGA: Kasus Pelecehan Seksual di Lingkungan Kampus Marak, Ini Kata Dosen Psikologi UNISA
"Lalu, korban, klien kami satu orang sudah kami siapkan bukti, dalam arti bukti dokumen, bukti berkasnya dan juga saksinya sudah kami bawa sekalian," ujar Herlin.
Menurut Herlin, ada dugaan banyak korban pelecehan, tetapi baru satu yang berani bersuara dan melaporkan kepada polisi.
"Karena yang berani 'speak up' ini baru ini, tapi patut diduga ini banyak sekali korbannya, baik dari kakak tingkatnya atau alumni dari sekolah tersebut, memang ada seperti itu, patut diduga seperti itu," katanya.
Herlin juga mengucapkan terima kasih kepada Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) dan jajaran Polres Metro Jakarta Timur yang telah menerima laporan kasus tersebut dengan baik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- DPR Desak SKB Tiga Menteri Atasi 11 Juta PBI BPJS Nonaktif
- Gempa Donggala M4,1 Guncang Sulteng, BMKG Ungkap Penyebabnya
- Pendaftaran Calon Pimpinan OJK Dibuka, Begini Tahapan dan Syaratnya
- DKPP Pecat Tiga Anggota KPU karena Pelanggaran Kode Etik
- KPK Ungkap Alasan Negara Bisa Menyuap Negara di Kasus PN Depok
Advertisement
Advertisement
Festival Sakura 2026 di Arakurayama Batal, Turis Jadi Sorotan
Advertisement
Berita Populer
- 2 ASN Gunungkidul Dipecat karena Perselingkuhan
- Kapolri Percepat Penanganan Kasus Smart Air
- 1.061 Jemaah Haji Bantul Siap Berangkat Tiga Kloter
- BTPN Syariah dan UNU Gelar UMKM Expo 2026
- Kemensos Buka Kanal Aduan Bansos dan PBI BPJS Kesehatan
- PLN Siagakan 1.700 Personel Hadapi Cuaca Ekstrem
- Pemkab Gunungkidul Tunggu Skema Pembagian MBG saat Ramadan
Advertisement
Advertisement








