Nyeri Lutut Jangan Dianggap Sepele, Kenali Tanda Gangguan Sendi
Nyeri lutut yang mengganggu aktivitas tidak selalu sepele. Kenali tanda gangguan fungsi sendi dan kapan perlu memeriksakannya ke dokter.
Paus Fransiskus bersiap menyampaikan pesan dalam kunjungannya di Gereja Katedral, Jakarta, Rabu (4/9/2024)./Antara
Harianjogja.com, JAKARTA—Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Prof Tjandra Yoga Aditama memberikan penjelasan medis terkait penyakit yang diderita Paus Fransiskus sebelum wafat, yakni pneumonia ganda (double pneumonia).
Tjandra mengatakan istilah tersebut bukanlah sebutan medis yang lazim, namun merujuk pada kondisi pneumonia yang menyerang kedua paru kiri dan kanan yang secara resmi disebut sebagai pneumonia bilateral.
"Sebenarnya, istilah pneumonia ganda, atau double pneumonia bukanlah istilah yang terlalu lazim digunakan di dunia kedokteran," katanya dilansir Antara, Senin (21/4/2025).
Tjandra menjelaskan pneumonia adalah infeksi atau radang paru yang umumnya disebabkan oleh bakteri atau virus, meskipun bisa juga dipicu jamur atau parasit.
BACA JUGA: Paskah 2025, Ini Pesan dari Paus Fransiskus
"Kita juga tahu bahwa kita memang punya dua belah paru. Paru kiri terbagi lagi dalam dua bagian, atau istilah kedokterannya dua lobus, atas dan bawah, serta paru kanan terdiri dari tiga lobus, atas, tengah dan bawah, yang dipisahkan oleh sekat yang disebut fisura," katanya.
Mengutip laporan Vatican News pada Februari lalu, kata Tjandra, diketahui Paus Fransiskus mengalami gangguan pernapasan yang digambarkan sebagai krisis pernapasan mirip asma (asthma-like respiratory crisis).
Menurut Tjandra, kondisi tersebut memerlukan penanganan dengan oksigen aliran tinggi (high-flow oxygen). Dalam laporan tersebut juga disebutkan bahwa hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan adanya penurunan kadar trombosit (trombositopenia) serta anemia.
Sementara itu media The Conversation menyebut istilah pneumonia ganda juga dapat merujuk pada kondisi radang paru-paru yang disebabkan oleh lebih dari satu jenis mikroorganisme. "Kondisi ini dikenal sebagai infeksi polimikrobial, yang bisa melibatkan kombinasi bakteri, virus, jamur, atau organisme lainnya," kata Tjandra.
Riwayat medis Paus juga mencatat bahwa pada 1957 ia pernah menjalani operasi pengangkatan sebagian paru akibat infeksi berat. Dalam laporan tertanggal 18 Februari 2025, kata Tjandra, Vatican News menginformasikan infeksi polimikrobial yang dialami Paus Fransiskus terjadi dalam konteks bronkiektasis dan bronkitis asmatik.
BACA JUGA: Melewati Malam dengan Tenang, Ini Kondisi Terkini Paus Fransiskus
Paus Fransiskus, pemimpin Gereja Katolik Roma yang dikenal luas atas komitmennya dalam menyuarakan nilai-nilai kemanusiaan dan solidaritas terhadap kaum miskin serta terpinggirkan, wafat dalam usia 88 tahun di kediamannya di Vatikan pada Senin pukul 07.35 waktu setempat.
Kabar duka ini diumumkan oleh Kardinal Kevin Farrell melalui Vatican News. Sebelum wafat, Paus Fransiskus sempat dirawat intensif di Rumah Sakit Gemelli sejak awal Februari 2025 akibat bronkitis yang kemudian berkembang menjadi pneumonia bilateral.
Kondisi kesehatannya sempat memburuk selama hampir enam pekan perawatan, hingga akhirnya beliau dipulangkan ke kediaman setelah menjalani 38 hari masa rawat inap yang penuh kehati-hatian dari tim medis kepausan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Nyeri lutut yang mengganggu aktivitas tidak selalu sepele. Kenali tanda gangguan fungsi sendi dan kapan perlu memeriksakannya ke dokter.
Harga buyback emas Antam, Galeri 24, dan UBS di Pegadaian turun pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Cek harga berdasarkan berat emas.
Perempuan muda dan lansia di DIY serta Klaten mengolah kain perca menjadi tenun dan kerajinan bernilai ekonomi di Rumah Kreatif Tukik.
BMKG menetapkan status Siaga tsunami hingga 3 meter setelah gempa M7,7 mengguncang Nagekeo, NTT, Sabtu pagi.
Artis Celine Evangelista hadir dalam gelaran Jogja Fashion Week (JFW) 2026 dengan membagikan pengalaman dalam berbinis busana muslimah syar'i.
Penyalahgunaan narkoba dan psikotropika tidak hanya merusak kondisi fisik, tetapi juga dapat memicu kecanduan berat akibat perubahan sistem dopamin di otak