Waspada, WHO Tetapkan Ebola Kongo-Uganda Darurat Kesehatan Global
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
Ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, SEMARANG—Seorang siswa SMKN 4 Semarang berinisial GRO dikabarkan meninggal dunia setelah menjadi korban penembakan oknum polisi. Hanya saja, penyebab dan kronologi peristiwa tragis itu hingga kini masih simpang siur.
Kabar meninggalnya siswa yang juga anggota Paskibra itu awalnya mencuat di media sosial dan WhatsApp Group (WAG). GRO dikabarkan menjadi korban penembakan pada Minggu (24/11/2024) dini hari sekitar pukul 01.58 WIB.
"Innalilahi wa innalilahi rajiun, telah meninggal dunia adik kita yang bernama “Gamma Rizkynata Oktafandy” pada hari Minggu 24 November 2024 pada pukul 01.58 WIB. Adapun kronologi yang kami dapatkan dari pihak keluarga yaitu dikarenakan Gamma terkena tembak oleh oknum polisi. Gamma sempat dilarikan ke RSUP Kariadi Semarang, namun takdir berkata lain Gamma tidak dapat diselamatkan karena peluru yang menembus pinggulnya," tulis akun facebook Kyai Mbeler.
Saat diwawancarai di rumah duka, keluarga korban pun memilih bungkam dan menutup diri.
BACA JUGA: Seorang Perempuan jadi Korban Penembakan di Semarang, Begini Kronologinya
Sementara itu, Wakil Kepala SMKN 4 Semarang Bidang Kesiswaan, Agus Riswantini, mengatakan pihak sekolah sempat bertakziah ke rumah duka pada Minggu sore. Akan tetapi mereka juga tidak mendapatkan informasi terkait dengan penyebab kematian siswa kelas XI jurusan Teknik Mesin tersebut.
"Jujur kami belum mendapat informasi secara utuh kronologi dan kejadiannya seperti apa. Di rumah duka kami hanya ketemu saudaranya, jenazah korban sudah dibawa keluarga ke Sragen," ucapnya, Senin (25/11/2024).
Lebih lanjut, Agus mengatakan pihak sekolah juga kebingungan dengan kesimpangsiuran kabar meninggalnya GRO. Bahkan dari informasi yang beredar baik di media sosial atau WAG, ada yang menyebut GRO merupakan korban tawuran dan semacamnya.
Rupanya selain GRO, terdapat dua siswa SMKN 4 Kota Semarang lainnya yang menjadi korban penembakan di sekitar daerah Klenteng Sam Po Kong. Dia memastikan ketiga sosok siswanya tersebut tidak memiliki catatan hitam selama di sekolah dan malah tercatat sebagai anggota Paskibra. "Iya, meninggalnya diduga tertembak. Tetapi kasus penembakan di sini banyak hal, kami belum bisa menyimpulkan korban tertembak secara sengaja atau tidak. Pelakunya siapa kami juga tidak tahu," ujarnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Irwan Anwar, juga belum memberikan kepastian terkait dengan meninggalnya siswa SMKN 4 Semarang itu.
Dia justru meminta awak media untuk bersabar karena polisi akan melakukan penyelidikan terhadap kasus ini. "Kami akan menyampaikan rilis resminya. Mohon waktunya ya," jawab Irwan singkat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Solopos.com
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
Jadwal SIM keliling Jogja hari ini dibuka di Alun-Alun Kidul dan drive thru Balai Kota Jogja. Cek syarat perpanjangan SIM terbaru.
Arsenal juara Liga Inggris 2026 setelah Manchester City ditahan Bournemouth 1-1. The Gunners akhiri penantian gelar selama 22 tahun.
SIM keliling Gunungkidul hari ini hadir di Patuk. Cek jadwal SIMMADE, SIMPITU, SIM Station, hingga layanan Satpas terbaru.
Bantul siapkan guru SD hadapi Bahasa Inggris wajib 2027. Pelatihan dan komunitas belajar mulai dibentuk.
Jadwal KRL Jogja–Solo 20 Mei 2026 lengkap semua stasiun dari Yogyakarta hingga Palur. Cek jam berangkat terbaru di sini.