WhatsApp Uji Fitur Jadwalkan Pesan, Bisa Kirim Otomatis hingga 2 Minggu
WhatsApp menguji fitur jadwal pesan di Android beta. Pengguna bisa mengatur pengiriman otomatis 10 menit hingga dua minggu ke depan.
Ilustrasi. /freepik
Harianjogja.com, JOGJA— Insiden penembakan massal yang sangat memilukan terjadi di Kota Shreveport, Negara Bagian Louisiana, Amerika Serikat, pada Minggu (19/4/2026). Aksi brutal yang dipicu oleh konflik rumah tangga tersebut menewaskan sedikitnya delapan orang anak dengan rentang usia yang masih sangat muda.
Tragedi ini tidak hanya merenggut nyawa anak-anak, tetapi juga menyebabkan sedikitnya 10 orang lainnya mengalami luka tembak. Situasi mencekam tersebut baru berakhir seusai pelaku tewas dalam pengejaran intensif yang dilakukan oleh aparat kepolisian setempat.
Juru bicara Kepolisian Shreveport, Chris Bordelon, mengungkapkan bahwa para korban anak-anak yang menjadi sasaran penembakan berusia antara satu hingga sekitar 14 tahun. Fakta ini menjadikan insiden tersebut sebagai salah satu tragedi paling menyedihkan yang pernah melanda wilayah Louisiana.
“Usia para korban berkisar satu hingga sekitar 14 tahun,” tegas Chris Bordelon dikutip dari AP.
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, kepolisian menyebutkan bahwa peristiwa ini bermula dari perselisihan domestik di dalam rumah tangga. Konflik tersebut kemudian memanas dan berubah menjadi aksi kekerasan menggunakan senjata api yang membabi buta. Hingga saat ini, pihak berwenang masih merahasiakan identitas pelaku demi kepentingan investigasi.
Seusai melancarkan aksinya, pelaku dilaporkan sempat membajak sebuah kendaraan milik warga untuk melarikan diri. Tindakan tersebut memicu pengejaran dramatis oleh petugas kepolisian di lapangan. Dalam proses pelarian yang menegangkan itu, pelaku akhirnya tewas diterjang peluru petugas yang melakukan tindakan tegas dan terukur.
Meski pelaku telah tewas, penyelidikan kasus ini terus berlanjut. Kepolisian Negara Bagian Louisiana mengumumkan akan mengambil alih penanganan perkara untuk memastikan seluruh prosedur, termasuk penggunaan senjata api oleh petugas saat pengejaran, telah sesuai dengan koridor hukum yang berlaku.
Fokus utama tim penyidik saat ini adalah mendalami motif di balik tindakan keji pelaku serta mengidentifikasi hubungan pasti antara pelaku dengan para korban. Chris Bordelon menambahkan bahwa detail mengenai latar belakang konflik domestik tersebut masih terus dikumpulkan dari lokasi kejadian.
Tragedi berdarah di Shreveport ini kembali menambah daftar panjang kasus kekerasan bersenjata yang menghantui Amerika Serikat. Peristiwa ini memicu sorotan tajam dunia internasional mengenai dampak mematikan senjata api dalam konflik keluarga yang dapat merenggut nyawa generasi muda secara tiba-tiba.
Aparat kepolisian hingga kini masih berjaga di lokasi kejadian guna mengumpulkan bukti-bukti tambahan serta keterangan saksi untuk mengungkap kronologi lengkap di balik insiden yang mengguncang publik Louisiana tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
WhatsApp menguji fitur jadwal pesan di Android beta. Pengguna bisa mengatur pengiriman otomatis 10 menit hingga dua minggu ke depan.
Bulog akan meluncurkan BerasKita pada 20 Oktober 2026. Beras SPHP berganti nama menjadi BerasKita Medium, sedangkan beras premium menjadi BerasKita Premium.
BMKG menyatakan tujuh kabupaten di Jawa Tengah masih berstatus awas kekeringan pada 11-20 Oktober 2026 di tengah mundurnya awal musim hujan.
DP3 Sleman meminta petani menyesuaikan komoditas dan varietas tanaman dengan ketersediaan air untuk mengantisipasi kemarau panjang hingga Oktober 2026.
Britney Spears merilis lagu arsip She’ll Never Be Me yang ditulis bersama Justin Timberlake. Lagu ini masuk edisi 25 tahun album Britney.
Satgas MBG Temanggung membenahi pengelolaan IPAL di 20 dari 88 SPPG untuk mencegah pencemaran lingkungan akibat limbah dapur.