Kemenhub Batasi Angkutan Barang 11 Hari Selama Nataru
Kemenhub memberlakukan pembatasan angkutan barang selama 11 hari pada Nataru 2025/2026 untuk antisipasi lonjakan lalu lintas.
Presiden dan Wakil Presiden Terpilih periode 2024-2029, Prabowo Subianto (kiri) dan Gibran Rakabuming Raka./JIBI-Bisnis.com
Harianjogja.com, JAKARTA—Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI menyetujui postur sementara Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 senilai Rp3.621,31 triliun, termasuk di dalamnya program Quick Win Prabowo-Gibran.
Ketua Banggar DPR, Said Abdullah membacakan postur sementara dalam Rapat Kerja (Raker) bersama Menteri Keuangan, Menteri PPN/Kepala Bappenas RI, dan Gubernur Bank Indonesia.
"Baiklah Bapak-Ibu sekalian, kami ingin mengambil keputusan terhadap postur sementara [APBN 2025]. Bapak-Ibu sekalian dapat disetujui?" ujar Said yang dijawab ‘Setuju’ oleh seluruh peserta Raker, Rabu (4/9/2024).
Secara umum, postur tersebut mengalami sedikit perubahan bila dibandingkan dengan RAPBN 2025 yang sebelumnya disampaikan pada 16 Agustus 2024 lalu.
Adapun rencana Penerimaan Negara naik dari Rp2.996,87 triliun menjadi Rp3.005,13 triliun; Penerimaan pajak tetap senilai Rp2.189,31 triliun; pendapatan bea cukai tetap senilai Rp301,6 triliun.
Sementara Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) mengalami kenaikan dari Rp505,38 triliun menjadi Rp513,64 triliun.
Hal tersebut sejalan dengan proyeksi kinerja BUMN yang akan meningkat dan menyumbang dividen dari Rp86 triliun menjadi Rp90 triliun.
Melihat postur selanjutnya, Belanja Negara naik dari Rp3.613,06 triliun menjadi Rp3.621,31 triliun yang sejalan dengan naiknya PNBP di atas. Belanja Pemerintah Pusat yang awalnya Rp2.693,18 triliun menjadi Rp2.701,44 triliun. Di mana belanja K/L naik Rp117,87 triliun, ditujukan untuk program Prabowo dan termasuk kebutuhan lembaga tinggi negara.
BACA JUGA: Susunan Kabinet Prabowo-Gibran Banyak Beredar di Medsos, Ini Kata Petinggi Gerindra
Kemudian belanja nonK/L terpangkas Rp109,61 triliun dari Rp1.716,4 triliun menjadi Rp1.606,78 triliun. Dalam rincian belanja nonK/L, hanya belanja cadangan kompensasi BBM dan Listrik yang naik Rp1,12 triliun menjadi Rp190,92 triliun.
Kenaikan tersebut pun berasal dari pengalihan anggaran subsidi energi senilai Rp1,12 trilun, sehingga menjadi Rp203,41 triliun. Cadangan Belanja Negara, Cadangan Anggaran Pendidikan, dan Cadangan TKD dialihkan masing-masing senilai Rp28,39 triliun, Rp66,85 triliun, dan Rp14,38 triliun untuk program Quick Win Prabowo, yakni program-program yang masuk dalam janji kampanye Prabowo-Gibran.
Alhasil, masing-masing anggaran tersebut dalam APBN 2025 menjadi Rp68,49 triliun, Rp41,01 triliun, dan Rp68,22 triliun. “Defisit anggaran Rp616,19 triliun alias tetap sebagaimana disampaikan oleh Bapak Presiden pada 16 Agustus dalam nota 2,53% [terhadap PDB],” kata Said.
Secara garis besar, usulan Quick Win itu terdiri dari empat program. Akan tetapi, jika dihitung dengan turunannya, terdapat enam program yang akan dijalankan oleh tujuh K/L.
Program ini akan dijalankan oleh Badan Gizi Nasional. Pemberian makan siang kepada ibu hamil, ibu menyusui, balita, dan siswa di seluruh jenjang pendidikan itu menelan anggaran Rp71 triliun.
Program ini akan dijalankan Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Cek kesehatan gratis untuk 52,2 juta orang meliputi cek tensi, gula darah, foto rontgen, hingga skrining penyakit katastropik itu memerlukan anggaran Rp3,2 triliun.
Kementerian Kesehatan juga akan melaksanakan program ini. Peningkatan rumah sakit tipe D menjadi tipe C beserta sarana prasarana dan alat kesehatannya itu membutuhkan angagran Rp1,8 triliun.
Mencakup renovasi ruang kelas hingga fasilitas mandi cuci kakus (MCK). Program yang dijalankan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), melalui koordinasi dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) beserta Kementerian Agama (Kemenag) itu akan menelan anggaran Rp20 triliun.
Program ini meliputi pembangunan fisik sekolah unggulan di empat lokasi. Program itu membutuhkan anggaran Rp2 triliun.
Program ini bertujuan mengintensifikasi lahan 80.000 hektare dan ekstensifikasi lahan atau cetak sawah hingga 150.000 hektare. Program itu membutuhkan anggaran Rp15 triliun, yang dibagi kepada Kementerian PUPR dan Kementerian Pertanian masing-masing Rp7,5 triliun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JiBI/Bisnis.com
Kemenhub memberlakukan pembatasan angkutan barang selama 11 hari pada Nataru 2025/2026 untuk antisipasi lonjakan lalu lintas.
Timnas Iran memindahkan markas ke Meksiko jelang Piala Dunia 2026 demi mengatasi masalah visa dan keamanan.
Kepuasan pelanggan KAI Daop 6 Jogja terus meningkat hingga 4,55 pada 2025. Layanan makin nyaman, aman, dan ramah lingkungan.
BNPB mengimbau masyarakat waspada cuaca ekstrem usai BMKG memprediksi hujan lebat disertai angin kencang di sejumlah wilayah Indonesia.
Jadwal KRL Jogja-Solo terbaru 25 Mei 2026 lengkap. Tarif Rp8.000, berangkat hampir tiap jam, solusi cepat anti macet.
Bruno Fernandes mencetak 21 assist musim ini, memecahkan rekor Liga Inggris dan mengungguli Thierry Henry serta Kevin De Bruyne.