Advertisement
Siklon Tropis Freddy Diklaim Terlama Sepanjang Sejarah
Ilustrasi cuaca buruk. - Pixabay
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) menyatakan Siklon Tropis Freddy sebagai siklon tropis terpanjang yang pernah tercatat dalam sejarah. Durasinya mencapai 36 hari.
Diketahui, topan tersebut mendarat di cekungan Samudra Hindia, dimulai dari lepas pantai Australia barat laut, dan mencapai bagian selatan Afrika pada Februari dan Maret 2023.
Advertisement
Freddy telah menyebabkan kerugian ekonomi dan menimbulkan korban jiwa yang signifikan di negara-negara yang dilalui siklon tropis tersebut.
Komite ahli internasional WMO mengakui durasi siklon tropis terpanjang yang dialami Freddy yaitu 36,0 hari dalam status badai tropis atau lebih tinggi itu sebagai rekor dunia baru untuk durasi siklon tropis terlama.
Rekor sebelumnya adalah Siklon Tropis John di Samudra Pasifik Utara yang terjadi pada 1994.
Menurut badan cuaca PBB tersebut, badai John menyandang status badai tropis atau lebih tinggi dengan durasi gabungan 714 jam atau 28,75 hari.
Sementara itu, Freddy dinyatakan sebagai siklon terpanjang kedua dalam hal jarak karena menempuh 12.785km. Sedangkan John menempuh 13.159km.
WMO mengatakan jarak seperti itu setara hampir 33 persen dari keliling Bumi.
"Freddy adalah siklon tropis yang luar biasa," kata kata anggota komite dan pakar siklon tropis/satelit dari Universitas Wisconsin, AS, Chris Velden dikutip Kamis (4/7/2024).
"[Badai itu] tidak hanya karena umurnya yang panjang namun juga karena kemampuannya untuk bertahan dalam berbagai interaksi di darat, yang sayangnya mempunyai konsekuensi signifikan bagi populasi Afrika tenggara," kata Velden.
Karena durasi dan jarak tempuhnya yang panjang serta melintasi daratan, Freddy sangat merusak terutama di Madagaskar, Malawi, dan Mozambik.
Lebih dari 1.200 orang dilaporkan tewas atau hilang dan lebih dari 2.100 orang terluka di Malawi, kata WMO.
Sedangkan di Mozambik, lebih dari 1,3 juta orang terkena dampaknya, dengan lebih dari 180 kematian. Di Madagaskar, hampir 200.000 orang terkena dampak badai tersebut.
Kerusakan yang disebabkan oleh Freddy diperkirakan mencapai 481 juta dolar AS, menurut model Tropical Cyclone Explores dari African Risk Capacity.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
DAMRI Buka Rute Jogja-Semarang, Lewat Borobudur dan Kota Lama
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Tabrakan Maut di Sedayu Bantul, 3 Remaja Tewas
- Lapak Asik BPJS Ketenagakerjaan Kini Dilengkapi Antrean Digital
- Duel Antar Geng Berujung Pembacokan di Pakualaman Jogja
- Perbedaan Jumat Agung dan Paskah, Jangan Sampai Keliru
- Sindikat Oplos LPG Subsidi Terbongkar, Keuntungan Rp1,3 Miliar Perhari
- Pendatang ke Jakarta Didominasi Usia Produktif Minim Keterampilan
- UNIFIL Gelar Upacara Penghormatan bagi 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon
Advertisement
Advertisement








