Advertisement

Potensi Kerugian Akibat Banjir Bandang di Sumbar Rp50 milliar per hari

Newswire
Jum'at, 31 Mei 2024 - 15:27 WIB
Mediani Dyah Natalia
Potensi Kerugian Akibat Banjir Bandang di Sumbar Rp50 milliar per hari Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi. ANTARA - HO/Biro Adpim Sumbar.

Advertisement

Harianjogja.com, PADANG—Potensi kerugian akibat banjir bandang yang merusak sejumlah infrastruktur, terutama jalan nasional di Sumatra Barat diperkirakan Rp50 miliar per hari.

"Banjir bandang merusak jalan nasional di Lembah Anai, Kabupaten Tanah Datar yang menjadi jalur utama perekonomian Sumbar. Akibatnya, ekonomi terhambat sehingga potensi kerugian mencapai Rp50 miliar sehari," kata Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi di Padang, Jumat (32/5/2024).

Advertisement

Ia menjelaskan saat ini tempat usaha yang berada sepanjang jalan dari Padang Panjang hingga Sicincin, Padang Pariaman tidak beroperasi karena tidak ada pembeli. Biasanya, karena itu merupakan jalur perlintasan, transaksi jual beli terjadi antara pedagang dengan pengendara yang melewati jalur itu.

Selain itu, usaha lain seperti bahan baku semen dari PT Semen Padang, bahan kebutuhan pokok dan sayur-mayur dari Padang ke berbagai provinsi tetangga juga terhambat. Jalan alternatif melewati jalur Sitinjau Lauik saat ini kondisinya sering terjadi macet parah hingga truk angkutan terjebak sangat lama.

Baca Juga

Warga Diminta Waspada Banjir Bandang Susulan dari Gunung Marapi

Alat Peringatan Dini Banjir Bandang Bakal Dipasang di Tujuh Aliran Sungai Marapi

Banjir Bandang di Sumatera Barat, 14 Orang Dilaporkan Tewas, Sebagian Warga Dilaporkan Hilang

Kepala Bappeda Sumbar, Medi Iswandi mengatakan, jumlah kendaraan yang melewati jalur utama di Lembah Anai setiap hari mencapai 12-14 ribu yang sebagiannya adalah kendaraan angkutan barang.

Akibat jalur utama itu terputus, maka otomatis angkutan barang harus melewati jalur alternatif. Ada dua jalur, yaitu melewati Malalak di Kabupaten Agam atau melewati Sitinjau Lauik via Solok.

Namun karena jumlah kendaraan yang melewati jalur alternatif itu meningkat signifikan, mengakibatkan kemacetan parah.

Apalagi untuk angkutan bertonase besar, tidak dianjurkan melalui jalur Malalak sehingga semua kendaraan menumpuk di jalur Sitinjau Lauik.

"Angka potensi kerugian sebesar Rp50 miliar sehari ini adalah perkiraan. Angka pastinya bisa kurang atau malah lebih dari angka itu," katanya.

Ia berharap jalur utama melalui Lembah Anai bisa pulih secepatnya, sehingga perekonomian daerah juga bisa pulih seperti sediakala. Sebelumnya pihak Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sumbar menyebutkan perbaikan jalan utama di Lembah Anai terus dikebut. Puluhan alat berat difungsikan untuk perbaikan jalur itu. Diperkirakan, jalan nasional tersebut bisa pulih pada 21 Juli 2024.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Gempur Rokok Ilegal

Advertisement

alt

Koni Sleman Gelar Workshop Penyusunan Program Pelatihan Puslatkab Menghadapi PORDA 2025

Sleman
| Minggu, 23 Juni 2024, 09:17 WIB

Advertisement

alt

Libur Iduladha, Warung Satai Klathak di Jogja Ini Diserbu Wisatawan

Wisata
| Kamis, 20 Juni 2024, 21:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement