Microsoft Ancam Peneliti, Bocoran Celah Keamanan Picu Geger
Microsoft ancam peneliti setelah celah keamanan zero-day dipublikasikan. Komunitas siber bereaksi keras.
Wasekbid PB HMI Raenald Arzan Sitompul. /Istimewa.
Harianjogja.com, SURAKARTA—Kemampuan berpikir kritis dan literasi digital menjadi bekal penting yang harus dimiliki generasi muda di tengah derasnya arus informasi di era digital. Mahasiswa tidak lagi cukup berperan sebagai konsumen informasi, tetapi dituntut menjadi penggerak edukasi publik yang mampu menghadirkan gagasan konstruktif di ruang siber.
Pesan tersebut mengemuka dalam Seminar Nasional Sekolah Pemimpin 2026 yang diselenggarakan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta. Kegiatan yang dibuka Wakil Rektor Bidang Kerja Sama UNISRI itu mengangkat isu kepemimpinan generasi muda dan pentingnya ketahanan intelektual di tengah perkembangan media sosial yang semakin masif.
Salah satu narasumber yang hadir dalam kegiatan tersebut adalah Ketua Umum Inklusi Pemuda sekaligus Wakil Sekretaris Bidang PB HMI, Raenald Arzan Sitompul. Bersama praktisi Azalea Putri Utami, ia membahas tantangan yang dihadapi masyarakat dalam menyikapi derasnya informasi digital, termasuk maraknya disinformasi dan hoaks yang beredar di berbagai platform media sosial.
Dalam pemaparannya, Raenald menilai kebangkitan intelektual generasi muda harus diawali dengan keberanian untuk berpikir kritis terhadap berbagai persoalan yang berkembang di masyarakat. Menurutnya, mahasiswa perlu memperluas wawasan pengetahuan dan meningkatkan kepedulian terhadap isu-isu nyata yang berdampak langsung pada kehidupan publik.
"Kesadaran intelektual menjadi fondasi utama bagi seorang pemimpin. Pemuda harus mampu memilah informasi, memahami persoalan secara utuh, dan menentukan isu mana yang layak diperjuangkan untuk kepentingan masyarakat luas," ujar Raenald, Minggu (31/5/2026).
Ia menjelaskan kemampuan menganalisis persoalan berdasarkan data dan fakta menjadi kebutuhan yang semakin penting di tengah banjir informasi yang muncul setiap hari. Karena itu, budaya literasi seperti membaca, menelaah, mengkaji, dan mengkritisi berbagai fenomena harus terus diperkuat sebagai fondasi kepemimpinan generasi muda.
Raenald juga menyoroti perubahan lanskap ruang publik yang kini tidak lagi terbatas pada forum tatap muka. Menurutnya, ruang digital telah berkembang menjadi arena utama pembentukan opini publik yang harus diisi oleh gagasan-gagasan berkualitas dari kalangan mahasiswa dan kaum terpelajar.
Ia menegaskan keberadaan pemuda saat ini tidak cukup hanya aktif dalam forum kampus, organisasi kemahasiswaan, maupun kegiatan sosial secara konvensional. Kehadiran mereka juga dibutuhkan di ruang digital sebagai agen edukasi dan penyebar informasi yang bermanfaat bagi masyarakat.
"Tugas kita bukan hanya tampil di ruang publik, tetapi juga harus hadir di ruang digital. Kita harus mengisinya dengan gagasan, edukasi, dan narasi yang mencerahkan, bukan membiarkannya dipenuhi hoaks dan informasi yang menyesatkan," tegasnya.
Menurut Raenald, media sosial kini telah menjadi medan pertarungan gagasan yang sangat dinamis. Karena itu, mahasiswa perlu mengambil peran sebagai produsen pengetahuan yang aktif menghadirkan konten edukatif, informatif, dan solutif untuk menjawab berbagai persoalan yang berkembang di masyarakat.
Mencetak Pemimpin Muda Berintegritas
Melalui penyelenggaraan Sekolah Pemimpin 2026, BEM UNISRI berharap lahir generasi pemimpin baru yang tidak hanya memiliki kemampuan manajerial dan komunikasi yang baik, tetapi juga dibekali integritas moral, kapasitas intelektual, serta kepekaan terhadap perubahan zaman.
Forum tersebut juga diharapkan mampu mendorong mahasiswa untuk lebih aktif memperkuat budaya literasi dan membangun ruang diskusi yang sehat di tengah masyarakat digital. Menurut Raenald, masa depan Indonesia sangat bergantung pada kualitas nalar publik yang dibangun oleh generasi mudanya.
Di tengah percepatan transformasi sosial, politik, dan teknologi, penguatan literasi digital serta kemampuan melahirkan gagasan yang konstruktif menjadi modal penting agar generasi muda mampu berkontribusi dalam pembangunan bangsa dan menjawab berbagai tantangan yang terus berkembang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Microsoft ancam peneliti setelah celah keamanan zero-day dipublikasikan. Komunitas siber bereaksi keras.
Bobby Nasution mengungkap Stadion Teladan Medan belum memenuhi syarat menjadi venue Piala AFF U-19 2026 karena infrastruktur pendukung belum rampung.
Lomba mewarnai di Sleman City Hall dorong tumbuh kembang anak optimal lewat edukasi nutrisi, kreativitas, dan aktivitas keluarga.
Sebanyak 34.853 jemaah haji akan tiba melalui Bandara Soekarno-Hatta sepanjang Juni 2026. Kepulangan perdana dimulai dari Jeddah pada 1 Juni.
Sebanyak 600 besek daging kurban dibagikan kepada warga Banguntapan, Bantul, melalui Paguyuban Pandu untuk memperkuat kepedulian sosial saat Iduladha.
Kemacetan di Jogja kerap terjadi di sejumlah ruas utama. Gejayan, Malioboro, Jalan Solo, hingga Ring Road Utara menjadi titik langganan padat.