Advertisement

Waspada! Covid-19 Singapura Melonjak hingga 22.000 Kasus di Jelang Akhir Tahun

Mia Chitra Dinisari
Minggu, 03 Desember 2023 - 10:27 WIB
Sunartono
Waspada! Covid-19 Singapura Melonjak hingga 22.000 Kasus di Jelang Akhir Tahun Ilustrasi. - Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Kasus covid-19 di Singapura tiba-tiba melonjak hingga 22.000 kasus di akhir 2023. Jumlah perkiraan infeksi COVID-19 meningkat dua kali lipat menjadi 22.094 pada 19-25 November, dibandingkan dengan 10.726 pada minggu sebelumnya.

Kementerian Kesehatan (MOH) mengatakan pada Sabtu (2 Desember) bahwa jumlah infeksi COVID-19 meningkat secara signifikan di Singapura dan mendesak masyarakat untuk terus mengikuti vaksinasi. “Rata-rata kasus rawat inap dan ICU harian akibat COVID-19 tetap stabil,” tulis keterangan kementerian dilansir dari CNA.

Advertisement

Kementerian Kesehatan mengatakan peningkatan infeksi mungkin disebabkan oleh faktor-faktor seperti musim perjalanan di akhir tahun dan berkurangnya kekebalan penduduk. EG.5 dan sub-garis keturunannya HK.3 tetap menjadi subvarian utama di Singapura, mencakup lebih dari 70 persen kasus yang diurutkan.

BACA JUGA : Fakta Mycoplasma Pneumonia: Penyebaran Tak Secepat Covid-19 dan Tingkat Kematian Rendah, Tetap Waspada!

“Saat ini, tidak ada indikasi bahwa subvarian utama lebih mudah menular atau menyebabkan penyakit lebih parah dibandingkan varian lain yang beredar,” kata Depkes.

Mengingat peningkatan penyakit pernafasan di negara-negara belahan bumi utara pada bulan-bulan musim dingin, kementerian mengatakan kejadian penyakit pernafasan secara keseluruhan di Singapura tetap stabil selama sebulan terakhir. “

Tidak ada indikasi peningkatan penyakit pernapasan parah, termasuk pada anak-anak,” tambahnya. China, yang mengalami lonjakan “penyakit mirip influenza” sejak pertengahan Oktober, mengatakan lonjakan tersebut disebabkan oleh pencabutan pembatasan COVID-19 dan peredaran patogen yang diketahui, yaitu influenza dan infeksi bakteri umum yang menyerang anak-anak, termasuk pneumonia mikoplasma.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pihak berwenang China mengatakan mereka belum mendeteksi adanya “patogen yang tidak biasa atau baru” di bagian utara negara itu. Kementerian Kesehatan Singapura mencatat bahwa hingga saat ini, WHO menyatakan bahwa tren peningkatan penyakit pernafasan bukanlah hal yang tidak terduga karena dimulainya musim dingin.

BACA JUGA : Virus Corona Pirola Merebak, Kemenkes Belum Sarankan Wajib Masker

Menanggapi hal tersebut, Profesor Zubairi Djoerban mengimbau Anda yang ingin traveling ke luar negeri, pastikan situasi lokal dan negara yang ingin dituju. "Tetap jaga kesehatan dengan mematuhi protokol kesehatan ya," ujarnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Bisnis.com

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

alt

Top 7 News Harianjogja.com Minggu 13 Juli 2024, Protes Pedagang Teras Malioboro hingga Pembangunan TPSS Puncak Bucu Ditolak Warga

Jogja
| Minggu, 14 Juli 2024, 07:47 WIB

Advertisement

alt

Bogor Punya Banyak Wisata Alam yang Layak Dikunjungi, Ini Daftarnya

Wisata
| Sabtu, 13 Juli 2024, 22:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement