Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.655, BI Siaga Intervensi
Rupiah ditutup melemah ke Rp17.655 per dolar AS. BI siapkan intervensi agresif di pasar valas dan obligasi.
Kaesang Pangarep, putra bungsu Presiden Jokowi, memberikan klarifikasi soal kesiapan dirinya menjadi calon Walikota Depok, Jawa Barat. Dok. Youtube Kaesang Pangarep.
Harianjogja.com, JAKARTA—Meski belum mengetahui kebenaran akan isu yang kini santer dibicarakan, Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Djarot Saiful Hidayat menasehati putra bungsu Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kaesang Pangareb, yang diisukan menjadi kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Djarot mengaku belum tahu kebenaran kabar Kaesang akan bergabung ke PSI. Meski demikian, dia memberi saran agar Kaesang tidak terburu memilih partai apabila memang ingin memasuki dunia politik.
"Saran saya adalah untuk masuk organisasi parpol itu ojo kesusu, ojo grasah-grusuh [jangan buru-buru]. Coba dilihat, dipelajari dulu bagaimana AD/ART partai itu, dievaluasi juga, kemudian dipelajari juga apakah ideologi dari partai tersebut," ujar Djarot usai acara Petani Milenial: Inovasi dan Kreasi Menuju Pertanian Modern Berkelanjutan di Kantor DPP PDIP, Kamis (21/9/2023).
Dia tidak ingin Kaesang menyesal, sebab bisa saja ideologi partai tersebut sesuai dengan keyakinan namun dalam pratiknya tidak seperti harapan. Tak hanya itu, Djarot juga ingatkan pentingnya melihat tata kelola kepartaian.
"Apakah dia ke depan bisa menjadi partai yang sehat atau justru hanya partai elektoral yang berbasis pencitraan," lanjutnya.
Baca Juga: Heboh Isu Kaesang Jadi Kader, Begini Respons PSI
Terakhir, Djarot meminta Kaesang memperhatikan bagaimana sistem rekrutmen, kaderisasi, dan pendidikan politik partai yang bersangkutan. Dia menggarisbawahi, bukan hanya PSI dicek berbagai aspek tadi namun semua partai politik.
"Keputusan itu ada di tangan yang bersangkutan. Mas Kaesang sudah dewasa, sudah mandiri, sudah berumah tangga, ya kita serahkan," tutup Djarot.
Sebelumnya, Kaesang diisukan masuk ke PSI seusai pada Rabu (20/9/2023) malam, PSI mengunggah video seorang pria mirip Kaesang di akun media sosialnya.
Dalam video berdurasi 42 detik itu, pria yang mengatasnamakan diri Mawar itu menegaskan akan masuk ke dunia politik. Di akhir video, muncul siluet pria yang mirip dengan Kaesang.
"Namaku Mawar, bukan nama sebenarnya. Saat ini, aku sudah memantapkan hati untuk masuk ke politik. Aku memang belum punya pengalaman di politik, namun aku punya tujuan yang besar, untuk Indonesia lebih baik. Semoga jalan yang aku pilih adalah jalan yang benar," ujar pria itu.
Baca Juga: Kaesang: Saya Siap untuk Hadir menjadi Depok Pertama
Lantas banyak pengguna media sosial yang langsung mengomentari unggahan PSI itu. Banyak yang menebak pria itu merupakan Kaesang, yang memberi kode akan bergabung ke PSI.
Meski demikian, pihak PSI belum bisa memberi banyak komentar terkait kebenaran isu tersebut. Plt Sekretaris Jenderal PSI Isyana Bagoes Oka tak menampik atau mengonfirmasi kabar bergabungnya Kaesang ke partai berlambang bunga mawar itu, namun hanya meminta semua pihak bersabar.
"Kami belum bisa sampaikan informasi lebih lanjut. Mohon doanya," ujar Isyana saat dikonfirmasi Bisnis, Rabu (20/9/2023).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Rupiah ditutup melemah ke Rp17.655 per dolar AS. BI siapkan intervensi agresif di pasar valas dan obligasi.
Registrasi SIM card baru mulai 1 Juli 2026 wajib menggunakan verifikasi biometrik wajah sesuai Permen Komdigi Nomor 7 Tahun 2026.
Institut Kemandirian Dompet Dhuafa memperluas peluang kerja hingga Jepang melalui pelatihan vokasi, kemitraan industri, dan sertifikasi kompetensi.
DJP menetapkan pemungutan pajak marketplace mulai 1 Agustus 2026. Berlaku bagi seller beromzet di atas Rp500 juta per tahun.
Kemenkes menyebut putusan MK yang menolak uji materi UU Kesehatan memperkuat dasar hukum penanganan KLB dan wabah di Indonesia.
Kemenhut mencatat 12,3 juta hektare lahan kritis di Indonesia membutuhkan rehabilitasi di tengah ancaman El Nino dan meningkatnya risiko karhutla.