Advertisement
2 Perusahaan Malaysia Tertarik Bangun Apartemen di IKN
Foto udara proses pembangunan di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Selasa (22/8/2023). ANTARA FOTO - M Risyal Hidayat
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Otorita Ibu Kota Nusantara mengungkapkan banyak sebanyak dua perusahaan asal Malaysia berminat untuk membangun apartemen di Ibu Kota Nusantara atau IKN.
Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi Otorita IKN Agung Wicaksono menyampaikan, kedua perusahaan asal Negeri Jiran itu sudah dalam tahap studi kelayakan (feasibility study/FS).
Advertisement
"Ada perusahaan Malaysia, dua perusahaan yang dia sudah masuk ke tahap feasibility study. Kalau sudah, nanti dievaluasi oleh pemerintah, tender, dan mereka bisa bangun," kata Agung di sela-sela Asean Business and Investment Summit (ABIS) 2023 di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (3/9/2023).
BACA JUGA: Investasi di IKN Jalan Terus, Ini Sederet Fasilitas yang Bakal Ada Saat HUT RI
Dua perusahaan yang berminat untuk membangun apartemen di IKN yaitu IGM Properties SDN BHD dan Maxin Global BHD.
Agung mengungkapkan, kedua perusahaan properti itu berencana untuk membangun masing-masing 10 tower apartemen di IKN. Kendati demikian, dia tidak bisa memastikan berapa nilai investasinya lantaran tergantung dari studi kelayakan yang saat ini masih berproses.
Sementara itu, Kementerian PUPR akan membangun 47 tower apartemen di IKN. Sedangkan untuk sektor privat, diestimasikan bakal membangun sebanyak 200 tower.
"Rusun itu tadi dibagi dua ada yang dibangun oleh APBN, [Kementerian] PUPR itu akan membangun 47 tower, swasta estimasi sudah 200 tower yang menyampaikan minat dan sekarang sedang dirposes untuk membuat studi kelayakan," jelasnya.
Jika ditotal, terdapat 10 perusahaan, baik dalam negeri maupun luar negeri yang sudah bersedia untuk membangun apartemen di IKN. Perusahaan asal Indonesia diantaranya PT Summarecon Agung Tbk., PT Nindya Karya (Persero), dan PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WIKA Gedung). Lalu, PT Intiland Development Tbk., PT Perintis Triniti Properti Tbk., serta PT Ciputra Development Tbk.
Sisanya, merupakan konsorsium China dan Indonesia, serta Korea Selatan.
Hingga saat ini, Otorita IKN mencatat sudah ada sebanyak 270 Letter of Intent (LOI). Surat investasi tersebut, didominasi dari perusahaan dalam negeri, sementara sisanya berasal dari Singapura, Malaysia, Jepang, dan Korea Selatan.
Adapun dalam waktu dekat, KBRI Bangkok berencana untuk membuat forum investasi di Thailand, guna menarik investasi dari pengusaha asal Negeri Gajah Putih.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Iran Minta Negara Arab Tunjukkan Lokasi Pasukan AS-Israel
- Tersangka Kasus Dugaan Ijazah Palsu Jokowi Ajukan Restorative Justice
- Israel Beli 5.000 Bom Pintar Boeing, Pengiriman Mulai 2029
- OTT KPK: Uang Ratusan Juta Disita, Bupati Rejang Lebong Jadi Tersangka
- THR ASN 2026 Mulai Cair, Kemenkeu Salurkan Rp11,16 Triliun
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Kemenperin Dorong IKM Kerajinan DIY Tembus Pasar Global Melalui PDIN
- AMY dan Komunitas Honda BigBike Jogja Berbagi di Bulan Ramadan
- Ini Golongan Kendaraan yang Bisa Melewati Ruas Tol Purwomartani Jogja
- Siaga Bencana Jogja Diperpanjang hingga 31 Maret, 98 Kejadian Tercatat
- Tips Mudik Aman: Pakar Ingatkan Bahaya Roof Box Berlebih
- Kapal Tongkang Tabrak 7 Rumah di Demak, 12 Warga Mengungsi
- Pemkab Bantul Targetkan 875 Bidang Pematokan Tanah Kalurahan 2026
Advertisement
Advertisement









