Quartararo Pilih Honda untuk MotoGP 2027, Bukan Ducati. Kenapa?
Fabio Quartararo menjelaskan alasan memilih Honda untuk MotoGP 2027 meski Ducati masih menjadi salah satu kekuatan utama.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY Biwara Yuswantana/Ist
Harianjogja.com, JOGJA—Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY Biwara Yuswantana meninggal dunia, Minggu (2/7/2023) siang.
BACA JUGA: BPBD DIY Imbau Pemudik Waspadai Cuaca Buruk
Kabar meninggalnya pria kelahiran Kulonprogo, 17 Agustus 1963 tersebut diungkapkan oleh Koordinator Bagian Humas Biro Umum, Humas Protokol Setda DIY Ditya Nanaryo Aji.
"Almarhum meninggal dunia dengan tenang di RS Bethesda Yogyakarta, Minggu (2/7/2023) siang. Info selengkapnya menyusul kabar dari keluarga," kata Ditya kepada awak media.
"Almarhum Pak Bi. Mentor saya. Banyak ilmu yang saya dapat dari Beliau. Bela sungkawa yang terdalam dari kami keluarga besar humas DIY," lanjut Ditya.
Biwara Yuswantana memang dikenal dekat dengan wartawan di lingkup DIY. Sebelum menjabat sebagai Kepala Pelaksana BPBD DIY, Biwara menjabat sebagai Kepala Bidang Pemerintahan Bappeda DIY. Selain itu, Biwara sempat menjabat sebagai Kepala Bagian Humas Pemda DIY dan Kasubbid Hubungan Antar Lembaga di bagian yang sama.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Fabio Quartararo menjelaskan alasan memilih Honda untuk MotoGP 2027 meski Ducati masih menjadi salah satu kekuatan utama.
Empat perwakilan Sleman masuk daftar sementara kontingen DIY untuk SEA Games 2026, terdiri atas atlet, pelatih, wasit, dan mekanik.
Madura United bertekad mengakhiri rekor buruk melawan PSIM saat bertemu pada pekan ketiga BRI Super League 2026/27.
Polda DIY belum memutuskan laga derbi PSS Sleman vs PSIM Yogyakarta digelar dengan penonton. Evaluasi keamanan dilakukan hingga hari H.
Pilur serentak Bantul memasuki tahap penetapan calon. Sebanyak 24 lurah petahana telah mengajukan cuti untuk kembali mencalonkan diri.
Presiden Prabowo Subianto menyoroti dugaan keterlibatan koruptor, mafia, dan pelaku underinvoicing dalam kerusuhan Agustus.