Advertisement
Penyebab Mahasiswi Undip Semarang Meninggal Dunia saat Mendaki Gunung Lawu
Ilustrasi kematian - Pixabay
Advertisement
Harianjogja.com, KARANGANYAR—Mahasiswi Teknik Mesin Undip Semarang, Anindita Syafa N.K, 20, meninggal dunia saat mendaki Gunung Lawu, Karanganyar dikarenakan sakit lambung dan alami hipotermia. Jenazah pendaki tersebut telah diserahkan ke pihak keluarga pada Minggu (25/6/2023) malam.
BACA JUGA: Pendaki asal Madiun Ditemukan Meninggal di Puncak Gunung Lawu
Advertisement
Pihak keluarga menerima kematian dan menolak dilakukan autopsi terhadap korban. Jenazah diserahkan Polres Karanganyar setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim kesehatan Puskesmas Jenawi.
Anindita ditemukan meninggal dunia di Pos 5 Gupakan Menjangan, Karanganyar, Minggu siang. Anindita merupakan mahasiswi Teknik Mesin Universitas Diponegoro (Undip) Semarang.
Berdasarkan pantauan Solopos.com, perwakilan keluarga Anindita tiba di Puskesmas Jenawi pukul 21.25 WIB. Isak tangis keluarga pecah saat melihat jasad Anindita di ruang IGD Puskesmas Jenawi.
Selain pihak keluarga di lokasi tersebut, juga berdatangan perwakilan dosen hingga rekan korban dari Kampus Undip Semarang. Termasuk rekan yang mendaki bersama korban saat kejadian.
Koordinasi langsung dilakukan aparat kepolisian dengan pihak keluarga. Polisi juga meminta keterangan keluarga, dosen, dan teman-teman korban. Hingga pukul 23.00 WIB, pemeriksaan masih berjalan.
Kasatreskrim Polres Karanganyar, AKP Setiyanto, mengatakan pemeriksaan terhadap keluarga, dosen, dan teman korban dilakukan untuk meminta keterangan kegiatan tersebut.
Dari hasil pemeriksaan, 17 orang termasuk korban mengikuti kegiatan fun hiking di Gunung Lawu. Mereka adalah kelompok mahasiswa pecinta alam Kompas jurusan Teknik Mesin Undip Semarang.
“Ya memang itu kegiatan anak-anak pecinta alam, namanya Kompas Undip. Dari keterangan peserta, itu dari beberapa angkatan yang jumlahnya 17 orang,” kata Kasatreskrim ditemui di lokasi.
Pendakian dilakukan melalui jalur Pos Candi Cetho, Jenawi, Kabupaten Karanganyar pada Sabtu (24/6/2023) pagi. Kemudian rombongan tersebut sampai di Pos Gupakan Menjangan dan mendirikan tenda di sana pada Sabtu malam.
Korban saat itu kondisinya sudah mengalami sakit. Korban memiliki sakit mag, yang diperkuat juga dari temukan obat mag di tas milik korban.
Korban yang sakit tetap berada di tenda dengan ditemani seorang temannya. Sementara 14 orang rombongan lainnya summit ke Puncak Lawu.
“Korban ini sakit dan sempat muntah-muntah. Lalu saat Minggu (25/6/2023) siang sekitar pukul 12.06 WIB ditemukan tidak sadarkan diri,” kata dia.
Rekan korban yang berada di lokasi dibantu seorang porter Gunung Lawu mencoba memberikan penanganan pertama. Namun korban sudah ditemukan dengan mulut berbusa dan denyut jantung tidak ada.
Dibantu porter tersebut, korban dievakuasi turun bersama tim SAR gabungan. Jenazah korban berhasil dievakuasi melalui Pos Pendakian Babar Jenawi pukul 18.30 WIB. Jenazah kemudian dibawa ke Puskesmas Jenawi untuk dilakukan pemeriksaan oleh tim medis setempat. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.
“Korban meninggal dunia karena sakit. Selain kecapaian juga mengalami hipotermia [kedinginan],” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Solopos
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Adies Kadir Tegaskan Mundur dari Perkara Golkar di MK, Ini Alasannya
- Gempa Darat M3,1 Guncang Pasaman, Getaran Terasa hingga Bukittinggi
- BGN dan Kemensos Matangkan Penyaluran MBG bagi Lansia dan Disabilitas
- BPJS Kesehatan Jelaskan Mekanisme Reaktivasi PBI JKN, Begini Caranya
- Ormas Islam Pahami Alasan Prabowo Masukkan RI ke Dewan Perdamaian
Advertisement
54 Ribu Peserta PBI BPJS di Gunungkidul Dinonaktifkan Awal 2026
Advertisement
India Deportasi 2 Turis Inggris yang Tempel Stiker Free Palestine
Advertisement
Berita Populer
- Belasan Rumah Tertimbun Longsor di Campakamulya Cianjur
- PN Solo Mulai Sidangkan Gugatan Nama Sri Susuhunan Pakubuwono XIV
- RSUD Wates Kembangkan Operasi Minim Sayatan, Pemulihan Lebih Cepat
- UGM Buka Kuota 10.000 Mahasiswa Baru Lewat Tiga Jalur Seleksi
- Kemiskinan di Dlingo Ditekan Lewat Agroforestry dan Kelapa Kopyor
- KPK Amankan Emas dan Uang Tunai Miliaran dalam OTT Bea Cukai
- BGN dan Kemensos Matangkan Penyaluran MBG bagi Lansia dan Disabilitas
Advertisement
Advertisement



