Advertisement
Tertarik Budaya Indonesia, Ribuan Warga AS Kunjungi KBRI Washington DC
Mantan Ketua Umum Kadin Indonesia yang kini menjabat Duta Besar RI untuk AS, Rosan P. Roeslani memberikan penjelasan mengenai rencana penyelenggaraan Jakarta Food Security Summit (JFSS) keempat di Jakarta, Selasa (6/3). - JIBI/Dedi Gunawan
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Ketertarikan warga Amerika Serikat (AS) terhadap budaya Indonesia cukup tinggi terlihat dari banyaknya kunjungan ke event Around The World Embassy Tour (AWET).
Duta Besar RI untuk AS Rosan Perkasa Roeslani mengatakan lebih dari 5.100 warga Amerika Serikat mengunjungi Kedutaan Besar RepubIik Indonesia (KBRI) Washington DC sebagai bagian dari Around The World Embassy Tour (AWET). Rosan menjelaskan dalam momentum tersebut KBRI Washington DC ikut membuka pintu untuk memberikan wawasan kepada publik AS tentang budaya negara lain dalam rangka perayaan International Culture Awareness Month.
Advertisement
BACA JUGA : Rencana Sultan HB X Manfaatkan Sultan Grond untuk Warga
"Ribuan warga AS secara bergantian mengunjungi gedung KBRI yang tercatat sebagai salah satu gedung bersejarah di AS atau historical heritage," ujarnya melalui keterangan resminya, Minggu (7/5/2023).
Rosan menjelaskan acara tersebut terdiri dari tur gedung KBRI, pengenalan budaya Indonesia melalui tarian, musik, dan kuliner, serta promosi pariwisata unggulan Indonesia. Tak hanya itu, pengunjung juga berkesempatan mengikuti kegiatan membatik dan workshop Pencak Silat.
"Alhamdulillah sangat ramai. Ini menunjukkan ketertarikan warga AS kepada Indonesia yang tinggi. Acara ini bertujuan untuk semakin mempererat hubungan Indonesia dan AS di tingkat masyarakat dan meningkatkan minat wisatawan AS untuk datang ke Indonesia," terangnya.
Salah satu daya tarik utama warga AS adalah gedung KBRI yang dulu dikenal dengan nama Walsh Mansion. Gedung yang telah memasuki usia 120 tahun ini dibangun oleh Thomas F. Walsh pada tahun 1903. Walsh dikenal sebagai pemilik tambang emas di Colorado dan salah satu orang terkaya di AS pada zamannya.
Pengunjung juga dapat melihat replika Hope Diamond, berlian biru 45 karat yang dulu dimiliki oleh Evalyn Walsh-McLean, anak dari Thomas Walsh. Pentas budaya Indonesia seperti tarian Maumere, Betawi, dan Jaipongan menarik perhatian pengunjung yang antusias mengikuti gerakan penari.
Ellie, salah pengunjung yang berasal dari Massachusetts berbagi pengalamannya mengikuti acara ini. “Saya baru pindah ke Washington DC dan ingin mengetahui lebih banyak tentang budaya lain. Hari ini sangat luar biasa, saya bisa mengenal Indonesia lebih jauh dan tentunya membuat saya ingin berwisata ke Indonesia," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Gempa M5,7 Guncang Tenggara Tuapejat, Tak Berpotensi Tsunami
- Indonesia Soroti Insiden Berulang di Lebanon, Minta PBB Bertindak
- Kedatangan Jenazah Prajurit TNI dari Lebanon Dikawal Puluhan Personel
- Siswa Keracunan Spageti MBG, Operasional Dapur Disetop
- Viral MBG Dibungkus Kresek, Satgas dan BGN Turun Tangan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Sekolah dan ASN Didorong Ubah Kebiasaan Demi Hemat Energi
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
- Potongan Jenazah Ditemukan di Kapal Thailand yang Diserang Rudal
- Wapres Gibran Lepas Alumni Pejuang Digital untuk Pendidikan 3T
- Pacuan Kuda Bantul Makin Meriah STY dan Es Krim Jadi Magnet
- Dua Prajurit Masih Dirawat, KSAD Ungkap Situasi Terkini Lebanon
- Suhu Kawah Melonjak Radius Aman Gunung Slamet Diperluas
Advertisement
Advertisement









