Indonesia Bisa Lolos Semifinal Piala AFF 2026, Ini Skenarionya
Timnas Indonesia masih berpeluang lolos ke semifinal Piala AFF 2026 meski kalah 0-3 dari Vietnam. Berikut skenario yang harus terjadi.
Polres Sragen menangkap dua pelaku klitih di Sragen/Humas Polres Sragen
Harianjogja.com, SOLO—Polres Sragen berhasil menangkap dua pemuda diduga klitih di jalanan Karanganyar-Sragen pada Senin (17/4/2023).
Kapolres Sragen AKBP Piter Yanottama menyampaikan pihaknya berhasil menangkap dua pemuda asal Kedawung, Sragen tersebut kurang dari 3 jam, setelah video mereka viral di media sosial.
“Satreskrim Polres Sragen setelah mendapatkan video viral dengan cepat melakukan penyelidikan dan investigasi secara cermat dan mendalam, sehingga berhasil menangkap kedua pemuda tersebut hanya dalam tempo 3 jam saja sejak video tersebut Viral. Selain itu, petugas juga telah mengamankan barangbukti sebilah samurai serta senjata tajam, “ kata AKBP Piter dalam keterangan resmi yang dikutip dari situs Polri, Senin (17/04/2023).
Dua pelaku yang diamankan bernama Narim Yulianto, 27, dan Ario Wibowo, 25. Adapun barang bukti yang disita yakni senjata tajam jenis golok dan samurai.
Baca juga: 3.000 Kendaraan Bakal Gunakan Tol Jogja-Solo dalam 3 Hari
”Telah diamankan dua orang NY, dan RA keduanya sudah dewasa. Dengan barang bukti samurai, dan golok, 2 handphone milik tersangka, jaket, helm dan kendaraan yang digunakan. Sesuai apa yang terpampang di video,” tambah Piter.
Piter mengatakan bahwa motif kedua pelaku membawa senjata tajam di jalanan yang menyebabkan keresahan warga itu karena ingin gagah-gagahan.
Para pelaku mengaku tengah mencari seseorang yang melecehkan kelompoknya. Diketahui, kedua pemuda merupakan anggota salah satu perguruan silat di Sragen.
”Motifnya pertama mencari eksistensi gagah-gagahan membawa sajam dan divideokan dan diupload ke medsos. Kemudian yang bersangkutan di mana sebelumnya ada pihak yang melecehkan kelompok yang bersangkutan dari perguruan tertentu. Kemudian mencari keberadaan pihak pihak yang melecehkan,” jelasnya.
Pemicunya berawal dari satu kalimat di WhatsApp yang dianggap memprovokasi kelompok beladiri mereka. Dalam unggahan tersebut, terdapat foto dan gambar orang yang mengenakan kaos provokasi.
Emosi, RA kemudian mencari orang itu ke daerah Desa Jirapan, Masaran, Sragen. Ditemani oleh NY, keduanya pun beraksi bak koboi jalanan.
Karena menggunakan sajam pihaknya mengenakan UU Darurat Nomor 12 tahun 1951 dengan ancaman 10 tahun penjara.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
Timnas Indonesia masih berpeluang lolos ke semifinal Piala AFF 2026 meski kalah 0-3 dari Vietnam. Berikut skenario yang harus terjadi.
Kebakaran rumah di Sragen diduga akibat korsleting listrik. Uang Rp50 juta dan dua sepeda gunung hangus, dua anggota keluarga jadi korban.
MBG di SMKN 2 Jogja dihentikan sementara setelah 413 warga sekolah diduga keracunan. Sampel makanan dan air masih diperiksa di laboratorium.
Kemenhaj mempertimbangkan maskapai alternatif untuk menekan biaya haji 2027. Biaya penerbangan mencapai 40% dari total BPIH.
Direktur BYAN Alastair McLeod menjual 185.200 saham senilai Rp2,47 miliar menjelang rencana masuknya Jhonlin Group sebagai pemegang 30% BYAN.
BMKG memprakirakan hujan ringan hingga lebat di sejumlah daerah Rabu. Gelombang hingga 4 meter juga berpotensi terjadi di sejumlah perairan.