Tragis! Siswi SD di Jenar Sragen Tewas dengan Luka Sajam
Bocah 11 tahun di Sragen ditemukan tewas dengan luka parang. Polisi selidiki dugaan pembunuhan di Jenar.
Ilustrasi kecelakaan mobil. - Freepik
Harianjogja.com, BOYOLALI—Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol. Ahmad Luthfi, meninjau lokasi kejadian kecelakaan maut di Tol Boyolali KM 487.600, Gumukrejo, Teras, Boyolali pada Jumat (14/4/2023).
BACA JUGA: 7 Kendaraan Tabrakan Beruntun di Tol Semarang
Ia tiba bersama rombongan sekitar pukul 07.50 WIB. Irjen Pol. Luthfi mengungkapkan kejadian mendekati pukul 04.00 WIB.
“Tadi ada kendaraan yang diperkirakan untuk sementara ini hasil penyidikan kami loss rem. Kecepatan tinggi, loss rem, nabrak akhirnya beruntun. Dan sebagian kendaraan parkir di sini yang ditabrak. Itu satu,” jelasnya.
Kemudian, ia mengungkapkan ada banyak korban yang meninggal. Lima korban sudah dievakuasi, sementara satu korban diketahui masih dievakuasi karena terhimpit badan salah satu truk yang terlibat.
Kendaraan yang terlibat, jelas Kapolda, macam-macam ada truk, elf, trailer, dan lain-lain.
“Korban kendaraan terbanyak ada di Elf,” jelasnya.
Di Elf, diketahui ada empat orang meninggal dunia.
“Saya sudah perintahkan Dirlantas dan jajaran, kami lakukan sket TKP dan kami videokan untuk evakuasi. Untuk jalur hari ini clear dan secepatnya,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos
Bocah 11 tahun di Sragen ditemukan tewas dengan luka parang. Polisi selidiki dugaan pembunuhan di Jenar.
Rencana BI menaikkan remunerasi kas pemerintah dinilai dapat membantu menekan biaya utang negara dan menjaga stabilitas rupiah.
Marc Marquez menjuarai MotoGP Hungaria 2026 setelah mengalahkan Pedro Acosta. Kemenangan ini membuat peluangnya di klasemen semakin terbuka.
Jepang menyiapkan pengerahan SDF ke Selat Hormuz dengan tiga syarat utama, termasuk gencatan senjata AS-Iran dan penurunan ancaman keamanan.
Wamenaker Afriansyah Noor mendorong revisi UU UAP 1930 dan aturan K3 karena dinilai tidak lagi sesuai dengan perkembangan industri modern.
Kekurangan 33 Guru Pendamping Khusus di DIY masih terjadi. Sebanyak 51 SMA/SMK mengajukan kebutuhan GPK untuk mendukung sekolah inklusi.