Advertisement

Diteriaki Klitih, Geng Remaja Perang Sarung Dihajar Massa di Klaten

Taufiq Sidik Prakoso
Minggu, 09 April 2023 - 18:47 WIB
Sunartono
Diteriaki Klitih, Geng Remaja Perang Sarung Dihajar Massa di Klaten Ilustrasi tawuran. - Antara

Advertisement

Harianjogja.com, KLATEN—Seorang remaja berinisial N menjadi bulan-bulanan massa karena diteriaki klitih di depan Pasar Srago, Kelurahan Mojayan, Kecamatan Klaten Tengah, Klaten, Minggu (9/4/2023) sekitar pukul 03.00 WIB. Dia tertinggal dengan gengnya yang akan melakukan perang sarung. N, 20, warga Kecamatan Kalikotes, Klaten selain mengalami sejumlah luka, sepeda motor miliknya juga dirusak.

Setelah peristiwa itu, N bersama seorang temannya yang tertinggal rombongan dibawa ke Polres Klaten untuk dimintai keterangan. Kaur Bin Ops (KBO) Satreskrim Polres Klaten, Iptu Umar Mustofa, menjelaskan dari keterangan N dan seorang temannya, awalnya mereka berombongan sekitar 10 orang mengendarai sepeda motor.

Advertisement

BACA JUGA : Ada 5 Titik Rawan Klitih di Jogja, Puluhan Remaja Sudah

Mereka berniat menuju wilayah Desa Jomboran, Kecamatan Klaten Tengah, untuk perang sarung dengan kelompok lainnya. “Rencana memang mau bertemu dengan temannya untuk perang sarung di sekitar SMPN 5 Klaten. Tidak ada permasalahan sebelumnya, yang diajak perang sarung ini teman lama mereka. Alasannya hanya iseng,” kata Umar saat dihubungi JIBI/Solopos, Minggu.

Sesampainya di simpang empat Srago, ada orang yang meneriaki mereka klitih. Warga kemudian berdatangan. Melihat kedatangan warga, rombongan itu kabur. Namun, N bersama seorang temannya tertinggal rombongan dan tertangkap warga.

Selain mendapatkan sejumlah pukulan, sepeda motor N dirusak. Tak lama kemudian polisi datang dan mengamankan lokasi serta membawa N dan seorang temannya ke Mapolres.

Umar mengatakan tak ada senjata tajam yang dibawa N maupun teman-temannya. Polisi menemukan sarung yang digunakan untuk perang sarung dengan bagian ujung terikat. Sarung tak ditambahi batu atau pun senjata tajam.

BACA JUGA : Klitih dan Jogja Viral Lagi karena Pembacokan

Umar menjelaskan N memilih tak melaporkan kejadian penganiayaan yang menimpanya. Selain tak mengetahui pelaku yang mengeroyok, remaja yang hendak perang sarung di Klaten itu menyadari sudah melakukan kesalahan mengganggu ketertiban umum.

Imbauan Kapolres

Orang tua N dan satu remaja lainnya diminta datang ke Polres untuk mendapatkan pembinaan sekaligus menjemput anak mereka.

“Sudah sering disampaikan agar orang tua memantau anak-anak mereka yang masih remaja. Meskipun usianya sudah di atas 18 tahun, tetapi mereka belum menikah sehingga butuh perhatian, pengawasan, serta arahan dari orang tua untuk tidak keluar malam dan mengisi kegiatan dengan hal-hal yang lebih bermanfaat,” jelas Umar.

Sebelumnya, Kapolres Klaten, AKBP Eko Prasetyo, mengeluarkan imbauan kepada warga Kabupaten Bersinar agar memastikan anak-anak mereka berada di rumah pukul 22.00 WIB. Imbauan itu disampaikan agar anak-anak tidak menjadi korban atau pun pelaku tindak kejahatan.

Leaflet berisi imbauan itu tersebar di berbagai akun media sosial termasuk grup Whatsapp (WA). “Imbauan untuk masyarakat. Jika sayang anak, pastikan pukul 22.00 WIB anak Anda sudah berada di rumah agar tidak menjadi korban ataupun pelaku kejahatan, perang sarung, tawuran, balap liar, dan genk motor,” tulis imbauan dari Polres Klaten yang menyebar tersebut.

BACA JUGA : Polisi Tangkap 15 Pelaku Klitih Jogja yang Viral

Sementara itu, sejumlah warga di Pasar Srago tak mengetahui secara persis kejadian pengeroyokan serta perusakan sepeda motor dari kelompok remaja yang diduga klitih.

“Informasinya ada ramai-ramai, tetapi saya tidak tahu persisnya apa. Saat saya dagang pukul 03.30 WIB itu, sepeda motor yang sebelumnya ada di tengah jalan sudah tidak ada,” kata salah satu warga di Pasar Srago, Parmi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : JIBI/Solopos

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

alt

Pilkada 2024, Bawaslu Bantul Buka Pendaftaran Pengawas Desa

Bantul
| Minggu, 19 Mei 2024, 17:07 WIB

Advertisement

alt

Hotel Mewah di Istanbul Turki Ternyata Bekas Penjara yang Dibangun Seabad Lalu

Wisata
| Sabtu, 18 Mei 2024, 20:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement