Advertisement
Tak Perlu Diganti! Sistem Presidensial Telah Teruji Jamin Stabilitas Pemerintahan
Diskusi terkait penerapan pancasila dan sistem pemerintahan dengan melibatkan masyarakat dari kalangan akar rumput. - Istimewa.
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Sistem presidensial masih menjadi yang paling teruji untuk menjamin stabilitas pemerintahan di Indonesia. Oleh karena itu sistem pemerintahan ini harus terus dipertahankan dan tidak perlu diganti.
Sistem presidensial diberlakukan sejak Kemerdekaan RI dan ditetapkanya UUD 1945. Akan tetapi Indonesia sempat beralih ke sistem parlementer medio 1959. Sebagai akibat dari penjajah Belanda dan Sekutu ingin menguasai kembali ke Indonesia dan kondisi politik internasional yang dihadapi.
Advertisement
BACA JUGA : Pemkot Jogja Siapkan Rp36 Miliar untuk Proses Pemilu 2024
Melihat ketidakstabilan system parlemen ini, Presiden Soekarno kala itu mengeluarkan Dekrit Presiden 5 Juli 1959 yang memerintahkan untuk kembali ke UUD 1945 dengan sistem pemerintahan presidensial. "Hingga sekarang ini sistem presidensial ini lebih menjamin stabilitas politik pemerintahan ekonomi dan pembangunan di Indonesia," ungkapnya Anggota DPD RI Cholid Mahmud dalam rilisnya, Minggu (5/3/2023). Hal itu dibahas dalam diskusi sosialisasi empat pondasi NKRI di ruang Serba Guna BMT Mulia Kepek Kapanewon Wonosari, Kabupaten Gunungkidul.
Sistem presidensial merupakan sistem negara yang dipimpin oleh presiden. Presiden adalah kepala negara sekaligus kepala pemerintahan. Presiden dan wakil presiden dipilih secara langsung oleh rakyat melalui pemelihan umum (pemilu). Sistem pemerintahan merupakan suatu sistem sebagai alat untuk mengatur jalannya pemerintahan sesuai pada kondisi negara dengan tujuan menjaga stabilitas negara.
BACA JUGA : Tahap Pemilu Baru Saja Mulai, 2 Laporan Pelanggaran
Sistem tersebut terdiri dari berbagai macam komponen dan menjadi satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Masing-masing komponen menjalin kerja sama yang kuat, memiliki keterikatan satu sama lain yang memiliki satu tujuan dan satu fungsi dari pemerintahan.
“Dengan adanya sistem presindensial yang sudah berjalan dengan baik ini tentu harus dilanjutkan. Karena sistem ini presidensial ini sudah teruji sejak dahulu zaman kemerdekaan sampai sekarang,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Gempa M5,7 Guncang Tenggara Tuapejat, Tak Berpotensi Tsunami
- Indonesia Soroti Insiden Berulang di Lebanon, Minta PBB Bertindak
- Kedatangan Jenazah Prajurit TNI dari Lebanon Dikawal Puluhan Personel
- Siswa Keracunan Spageti MBG, Operasional Dapur Disetop
- Viral MBG Dibungkus Kresek, Satgas dan BGN Turun Tangan
Advertisement
Tangis Pecah Saat Jenazah Prajurit TNI Tiba di Kulonprogo
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Sekolah dan ASN Didorong Ubah Kebiasaan Demi Hemat Energi
- Wapres Gibran Lepas Alumni Pejuang Digital untuk Pendidikan 3T
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
- Cuaca Jogja 4 April 2026 Didominasi Hujan, Ini Rinciannya
- Potongan Jenazah Ditemukan di Kapal Thailand yang Diserang Rudal
- Viral MBG Dibungkus Kresek, Satgas dan BGN Turun Tangan
- Guru Besar UGM Ungkap Mikroalga Bisa Jadi Energi Masa Depan
Advertisement
Advertisement








