Advertisement
Sri Mulyani Tegaskan Uang Pajak yang Dibayarkan Untuk Pembangunan Infrastruktur
Advertisement
Harianjogja.com, SOLO—Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan bahwa uang pajak yang dihimpun negara dari masyarakat telah berjasa dalam pembangunan infrastruktur.
BACA JUGA: Sri Mulyani Perintahkan Pembubaran Klub Moge Pegawai Pajak
Advertisement
“APBN Rp3.000 triliun itu uang rakyat uang kita semua. Uang pajak yang Anda bayarkan menjadi berbagai proyek,” ujarnya dalam Kunjungan Kerja Menteri Keuangan ke Pembangunan Jalan Tol Solo-Yogyakarta-Kulonprogo di kantor PT Adhi Karya (Persero) Tbk. Colomadu, Jawa Tengah, Senin (27/2/2023).
Sri Mulyani menyampaikan dari uang rakyat tersebut paling banyak digunakan untuk pembangunan jalan tol, diikuti bendungan, irigasi, air baku, jalur kereta api, hingga pelabuhan.
“Dukungan yang besar dari APBN ini betul-betul bisa dilihat masyarakat,” lanjutnya.
Mengutip situs Kementerian Keuangan, realisasi pendapatan negara dalam APBN 2022 sebesar Rp.2626,4 triliun. Sebanyak 77,5 persen di antaranya atau Rp2.034,5 triliun merupakan kontribusi dari penerimaan perpajakan.
Bila dirinci, sebanyak Rp1.717,8 triliun penerimaan perpajakan berasal dari pajak dan Rp317,8 triliun sisanya dari kepabeanan dan cukai.
Pada periode yang sama belanja negara mencapai Rp3.090,8 triliun. Sebanyak 73,58 persen di antaranya adalah belanja pemerintah pusat atau setara dengan Rp2.274,5 triliun.
Adapun pengeluaran pemerintah pusat adalah gaji pegawai negeri sipil (PNS), belanja barang, belanja modal, pembayaran bunga utang, subsidi, belanja hibah, bantuan sosial, dan belanja lain-lain.
Sementara itu, sebelumnya masyarakat menyangsikan penggunaan pajak yang dibayarkan ke negara seiring dengan kasus penganiayaan yang dilakukan Mario Dandy Satriyo, anak eks pejabat Ditjen Pajak Rafael Alun Trisambodo.
Setelah kasus itu geger, masyarakat pun menyorot gaya hidup mewah Mario yang terpampang di media sosial. Sebelum dihapus, akun media sosial Mario kerap memamerkan motor Triumph, Harley Davidson, dan juga Jeep Wrangler Rubicon.
Anehnya, motor dan mobil mewah yang ditampilkan Mario tidak muncul dalam Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) Rafael. Padahal Mario sendiri baru berusia 20 tahun dan tengah menempuh pendidikan di Universitas Prasetya Mulya, sebelum akhirnya dikeluarkan karena menjadi tersangka penganiaya David.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Trump Ingin Konflik Iran Cepat Usai, Tekanan Justru Meningkat
- Pelecehan Berlangsung 8 Tahun, DPR Kejar Keadilan Korban Syekh AM
- Sebelum ke Beijing, Trump Kejar Gencatan Senjata dengan Iran
- Deadline LHKPN 31 Maret: 96.000 Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Panic Buying di Jepang, Tisu Toilet Ludes Dipicu Konflik Timur Tengah
Advertisement
Advertisement
Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat
Advertisement
Berita Populer
- Badan Gizi Nasional Hentikan Operasional 1.528 SPPG
- Teror Air Keras: RSCM Ungkap Kondisi Aktivis KontraS Andrie Yunus
- Iran Izinkan Kapal Negara Sahabat Lewati Hormuz di Tengah Blokade
- Produksi Sampah di Bantul Naik 8 Persen Selama Libur Lebaran
- Tol Serang-Panimbang Seksi 2 Rangkasbitung-Cileles Ditutup Sementara
- Meta PHK 700 Karyawan, Alihkan Fokus dari Metaverse ke AI
- Tebing Tanjakan Clongop Longsor Lagi, Akses Gunungkidul-Klaten Putus
Advertisement
Advertisement








