Advertisement

Mahfud MD Ungkap Kunci Penting NU Bisa Bertahan 100 tahun

Newswire
Senin, 23 Januari 2023 - 06:57 WIB
Sunartono
Mahfud MD Ungkap Kunci Penting NU Bisa Bertahan 100 tahun Ilustrasi-Siluet Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mohammad Mahfud MD memaparkan materi pada acara Bincang Seru Mahfud di kampus Universitas Padjadjaran (Unpad), Bandung, Jawa Barat, Rabu (30/10/2019). Bisnis - Rachman

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD mengatakan dakwah yang lentur dan mampu menyesuaikan kebutuhan masyarakat menjadi kunci bagi Nahdlatul Ulama (NU) untuk bisa bertahan hingga hampir 100 tahun.

"Selama puluhan tahun NU berhasil membangun keislaman dan ke-Indonesia-an secara harmonis," kata Mahfud di sela-sela kegiatan Jalan Sehat 1 Abad Nahdlatul Ulama bersama Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf di Surakarta, Jawa Tengah, Minggu.

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

Dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Minggu, menurut Mahfud, dakwah yang disampaikan Nahdliyin selalu mendekati budaya, sehingga dapat diterima di kehidupan masyarakat.

"Dakwah NU itu mendekatkan pada apa yang dihayati sebagai budaya masyarakat, kemudian diberikan ruh keislaman. Itu sebabnya NU semakin besar dan diterima dalam kehidupan masyarakat," jelasnya.

Di satu sisi, katanya, NU membangun keislaman dan ke-Indonesia-an secara harmonis. Di sisi lain, organisasi tersebut juga memiliki tantangan yaitu munculnya gerakan anti-Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), misalnya gerakan ideologi transnasional baik liberalisme, kapitalisme, atau islamisme yang ingin dipaksakan ke Indonesia.

"NU sebagai salah satu pilar penting berdirinya NKRI. Oleh sebab itu, komitmen NKRI harga mati harus tetap tumbuh di NU dan tetap kuat," tegasnya.

Mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu juga menegaskan bahwa sebagai organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam terbesar, NU harus tetap mengemban semangat ke-Indonesia-an di mana Indonesia dianggap sebagai negara kosmopolit.

"NU sebagai jamiyah itu dinamis, selalu bisa mengikuti perkembangan zaman bahkan perkembangan politik nasional dan ikut menjaganya," ujar Mahfud.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antaranews

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Sultan HB X: ATF 2023 Jadi Babak Baru Kerja Sama Pariwisata Lebih Bermartabat

Jogja
| Senin, 06 Februari 2023, 08:47 WIB

Advertisement

alt

Simak! Ini 10 Gunung Termegah di Dunia

Wisata
| Minggu, 05 Februari 2023, 22:57 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement