Advertisement

Forum Tembang Tidar Ajak Masyarakat Kelola Sanitasi

Media Digital
Kamis, 01 Desember 2022 - 23:47 WIB
Budi Cahyana
Forum Tembang Tidar Ajak Masyarakat Kelola Sanitasi Kampung Habitat di Kelurahan Panjang merupakan saluran pembuangan air limbah (SPAL) domestik terpadu yang dikembangkan menjadi ruang publik. - Istimewa/Pemkot Magelang

Advertisement

MAGELANG—Berawal dari keinginan yang kuat untuk mewujudkan sanitasi yang baik di seluruh wilayah di Kota Magelang, sebanyak 25 orang di lima kelurahan di Kota Magelang membentuk Forum Tembang Tidar (FTT). Para aktivis secara sukarela yang mengedukasi, mengampanyekan tentang air minum dan sanitasi di 17 kelurahan yang ada di Kota Magelang.

Ketua Forum Tembang Tidar, Untung Argono Widodo mengungkapkan adanya perilaku sebagian masyarakat di Kota Magelang yang sering buang air besar sembarangan (BABS) menimbulkan keprihatinan. “Ada yang BABS langsung ke sungai, ada yang bikin saluran pembuangan dari closet mereka langsung ke sungai agar murah bermodal pralon tapi tidak memikirkan akibatnya,” kata Untung, Kamis (1/12/2022).

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

Sebanyak lima kelurahan sempat mendapatkan pendampingan dari program USAID IUWASH PLUS (Indonesia Urban Water Sanitation and Hygiene-Penyehatan Lingkungan Untuk Semua), namun program tersebut berakhir pada 2021. Di akhir program, dibentuklah Tim Monev Partisipatif di 17 Kelurahan dan ditindaklanjuti dengan pembentukan forum tingkat kota yakni Forum Tembang Tidar untuk mereplikasi pengelolaan sanitasi tersebut di seluruh kelurahan di Kota Magelang.

Di setiap kelurahan mereka memiliki empat hingga lima orang kader untuk mengedukasi masyarakat tentang sanitasi. “Permasalahan terbesar yang kami hadapi adalah masalah kesadaran masyarakat untuk mengelola sanitasi. Bagaimana menyadarkan mereka untuk memikirkan lingkungan, kami  edukasi keliling dari rumah ke rumah, mengajak bicara langsung” jelas Untung.

Dalam perjalanannya, cakupan Forum Tembang Tidar tidak hanya masalah BABS tetapi masalah sanitasi total berbasis masyarakat meliputi, cuci tangan pakai sabun, pengolahan popok bayi, pengolahan makanan dan air minum, pengolahan sampah dan genangan air. Selain mengedukasi, mereka juga menghimpun data yang kemudian bisa digunakan untuk program-program lain.

Guna lebih kuat dalam memkampanyekan perilaku hidup bersih ini, Forum Tembang Tidar kemudian menginisasi penobatan istri Wali Kota Magelang, Niken Ichtiaty menjadi Bunda Sanitasi Kota Magelang pada Agustus 2022. “Kami berharap Bu Niken sebagai Ketua TP PKK Kota Magelang bisa mempromosikan masalah sanitasi sampai tingkat RT termasuk strategi untuk menyelesaikan masalah sanitasi Kota Magelang,” katanya.

Setelah setahun terbentuk, Forum Tembang Tidar bersama Pemerintah Kota Magelang berhasil mewujudkan 100 unit jamban individu dan telah mengusulkan 350 unit lagi untuk 2023. Dari 100 jamban tersebut bisa berkontribusi untuk 180 keluarga, yang kebanyakan berada di bantaran sungai. Selain itu, dari saat ini telah ada 260 saluran pembuangan air limbah (SPAL) domestik setempat dan 33 unit SPAL domestik terpadu di Kota Magelang.

Kepala DPUPR Kota Magelang M. Syafrudin Kurniawan menjelaskan di Kota Magelang masih ada warga yang membutuh dorongan agar tidak BABS di sungai karena belum memiliki jamban layak.  “Ini menjadi masalah penting yang harus ditangani dan diselesaikan bersama, maka membutuhkan kerjasama berbagai pihak. Kesadaran masyarakat juga menjadi kunci utama mengatasi masalah sanitasi,” katanya.

Bunda Sanitasi Niken Ichtiaty mengatakan Kota Magelang adalah kota kecil dengan penduduk sekitar 127.000 jiwa, serta keterbatasan lahan, maka perlu kerjasama pemerintah dengan lembaga masyarakat yang peduli kebersihan untuk mewujudkan Kota Magelang yang modern, bersih dan  bebas BABS. “Adanya sinergitas yang bagus antara Pemkot dengan lembaga masyarakat yang peduli kebersihan ini maka diharapkan Kota Magelang jadi kota yang modern, bersih dan bebas BABS. Kita akan buat target ke depan Kota Magelang ODF,” katanya. (Pemkot Magelang/ds)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : ADVERTORIAL

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Salah Paham, ODGJ Asal Madiun Nyaris Dimassa di Gunungkidul

Gunungkidul
| Senin, 30 Januari 2023, 13:57 WIB

Advertisement

alt

Ke Depan, Naik Candi Borobudur Harus Pakai Sandal Khusus

Wisata
| Senin, 30 Januari 2023, 13:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement