Abu Vulkanik Letusan Anak Krakatau, Garuda Batalkan Penerbangan hingga 7 September
Garuda Indonesia membatalkan penerbangan dari dan menuju Jakarta, Bandung, dan Lampung hingga 7 September 2026 akibat abu vulkanik Anak Krakatau.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, SEMARANG — Polisi menyelidiki kasus kecelakaan lalu lintas tunggal sebuah minibus Panca Tunggal di Dusun Kepuh Kulon, Nguntoronadi, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, Senin (21/11/2022) malam, yang menewaskan enam orang.
BACA JUGA : Mobil Terguling di Wonogiri
Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol. Iqbal Alqudusy membenarkan peristiwa nahas minibus yang mengangkut 36 penumpang tersebut.
Menurut dia, kecelakaan tersebut bermula ketika minibus bernomor AD-1684-BG melaju di jalan dengan kontur menanjak.
"Melintas di jalan menanjak, diduga tidak kuat sehingga berjalan mundur," katanya.
Saat melaju mundur, minibus terperosok ke jurang yang merupakan area persawahan.
Menurut dia, enam penumpang minibus meninggal di lokasi kejadian.
Sementara itu, korban terluka dilarikan ke RS Hermina Wonogiri.
Petugas gabungan sudah berada di lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP serta melakukan evakuasi terhadap para korban.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Garuda Indonesia membatalkan penerbangan dari dan menuju Jakarta, Bandung, dan Lampung hingga 7 September 2026 akibat abu vulkanik Anak Krakatau.
YIA tetap beroperasi normal meski 30 penerbangan terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau dan penutupan sementara Bandara Soekarno-Hatta.
BMKG memprakirakan cuaca Senin didominasi cerah berawan hingga berawan tebal. Simak prakiraan cuaca dan suhu lima wilayah DIY.
Anggaran Banper MBG 2027 dipangkas Rp30 triliun menjadi Rp232,5 triliun. BGN tetap menargetkan 72,46 juta penerima manfaat.
Kemenkes menerbitkan SE terkait dampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Simak imbauan untuk fasilitas kesehatan dan masyarakat.
Perguruan tinggi perlu memastikan lingkungan kampus terbebas dari kekerasan serta memiliki mekanisme yang jelas untuk menangani kasus ketika kekerasan terjadi.