Advertisement

Mengaku Tak Ikut Tembak Brigadir J, Ferdy Sambo Bohongi Kapolri?

Setyo Aji Harjanto
Senin, 17 Oktober 2022 - 13:37 WIB
Bhekti Suryani
Mengaku Tak Ikut Tembak Brigadir J, Ferdy Sambo Bohongi Kapolri? Mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo (tengah) dikawal petugas menuju kendaraan taktis saat proses pelimpahan berkas perkara tahap dua di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (5/10/2022). Penyidik Bareskrim Polri menyerahkan 11 tersangka dan barang bukti kepada Kejaksaan Agung dalam pelimpahan tahap dua terkait kasus pembunuhan berencana Brigadir J dan "obstruction of justice" yang salah satunya menjerat mantan Kadiv Propam Ferdy Sambo. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso - aww.

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA - Ferdy Sambo sempat berbohong mengaku tidak ikut menembak Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J, saat ditanya pimpinannya.

Padahal dalam dakwaan jaksa, Sambo diketahui ikut mengeksekusi dengan menembakkan pistol ke arah kepala Brigadir J.

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

Hal itu terungkap surat dakwaan yang dibacakan jaksa penuntut umum (JPU) di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (17/10/2022).

"Saya sudah menghadap Pimpinan dan menjelaskan. Pertanyaan Pimpinan cuma satu yakni 'Kamu Nembak Ngga Mbo?' dan Terdakwa Ferdy Sambo, menjawab 'Siap Tidak Jenderal, kalo saya nembak kenapa harus di dalam rumah, pasti saya selesaikan di luar, kalo saya yang nembak bisa pecah itu kepalanya (Jebol) karena senjata pegangan saya kaliber 45'," papar jaksa, Senin (17/10/2022).

BACA JUGA: Bunyi Perintah Ferdy Sambo ke Bharada E: Woy! Cepat Kau Tembak!

Adapun, Beberapa jam setelah eksekusi Brigadir J, Sambo bertemu dengan Hendra Kurniawan, Benny Ali, Agus Nurpatria Adi Purnama, dan Harun di ruangan Pemeriksaan Biro Provost.

Dalam pertemuan itu, Sambo ingin menyampaikan dan menyamakan pikiran sesuai skenario yang telah dibuat sebelumnya atas peristiwa penembakan Brigadir J.

Sambo pun telah menyampaikan cerita rekayasa kepada pimpinannya. Dia mengaku kalau dirinya tidak menembak Brigadir J.

Advertisement

Padahal, Untuk memastikan Brigadir J tak bernyawa lagi, Ferdy Sambo menembakan senjata yang dia pegang ke kepala Brigadir J. Sambo mengenakan sarung tangan hitam saat menembakkan senjata itu.

Atas perbuatannya Sambo cs didakwa melanggar Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana subsider Pasal 338 juncto Pasal 55 dan Pasal 56 dengan ancaman maksimal hukuman mati, penjara seumur hidup, atau penjara selama-lamanya 20 tahun.

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : JIBI/Bisnis.com

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Piala Dunia 2022

Advertisement

alt

Tinjau Venue Akad Nikah Kaesang-Erina, Erick Thohir: Acara Sakral Kami Jaga tetap Sakral

Sleman
| Jum'at, 09 Desember 2022, 18:57 WIB

Advertisement

alt

Liburan di DIY saat Akhir Tahun? Fam Trip di Lokasi-Lokasi Ini Layak Dicoba

Wisata
| Jum'at, 09 Desember 2022, 16:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement