Advertisement
Buat Ecobrick, UNISA Pecahkan Dua Rekor MURI
Pencatatan dua rekor MURI dengan pembuatan total sebanyak 1.917 ecobrick, Jumat (30/9/2022) - Ist
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN — Masa Taaruf (Mataf) UNISA ditutup dengan pencatatan dua rekor MURI dengan pembuatan total sebanyak 1.917 ecobrick, Jumat (30/9/2022). Ribuan ecobrick tersebut dikumpulkan dari sampah plastik yang kemudian akan dimanfaatkan menjadi berbagai barang baru.
Koordinator Acara dan Pengajuan Rekor MURI Mataf UNISA, Irfan Nur Hasan Aksara, menjelaskan ide pembuatan ecobrick ini bermula dari kecemburuan para mahasiswa pada kampus-kampus besar lainnya yang telah lebih dulu memiliki rekor MURI.
Advertisement
“Kemudian panitia di tahun 2022 ini coba mengolah usulan yang bisa diajukan. Kemudian terbentuklah sebuah gagasan untuk mengajukan pembuatan ecobrick. Selain pembuatan, kami juga mengajukan rekor kedua yaitu konfigurasi ecobrick terbanyak,” katanya.
Ecobrick adalah sebuah botol plastik bekas yang berisi sampah plastik yang dilipat kecil dan dikumpulkan sebanyak mungkin. Ecobrick menjadi salah satu upaya meminimalisir dan pemanfaatan ulang sampah plastik di sekitar kita.
Pembuatan ecobrick menurutnya sangat mudah. Untuk membuat 1.917 ecobrick beserta konfigurasinya oleh 1.912 mahasiswa baru, hanya diperlukan waktu satu jam. Adapun bahan-bahannya berupa sampah plastik dibawa para mahasiswa baru dari rumah masing-masing.
Untuk rekor pembuatan ecobrick terbanyak oleh mahasiswa dipilih angka 1.912 mahasiswa yang bermakna sebagai tahun berdirinya Muhammadiyah. Sedangkan untuk rekor konfigurasi dipilih angka 1.917 buah ecobrick sebagai tahun berdirinya Aisyiah. “Itu makna filosofis yang kami ambil dari pembuatan ini,” ungkapnya.
Setelah jadi, ecobrick tersebut dapat dimanfaatkan dengan disusun menjadi berbagai benda seperti meja, kursi, gapura dan lainnya. “Kami sudah menyiapkan RTL [rencana tindak lanjut], dengan membuat bangku, meja, pot,” katanya.
Representatif MURI, Sri Widayati, menuturkan ini bukan pertama kalinya UNISA memecahkan rekor MURI. Sebelumnya UNISA tercatat memecahkan rekor sebagai perguruan tinggi yang melaksanakan akreditasi assessment lapangan daring terbanyak dalam satu bulan pada Januari 2021.
“Dan saat ini kami kembali menyaksikan karya spektakuler dari mahasiswa. Pertama pembuatan ecobrick terbanyak, 1.912 mahasiswa. Kemudian yang kedua ecobrick tersebut dirangkai menjadi konfigurasi tulisan UNISA dengan jumlah 1.917 ecobrick,” kata dia.
Jumlah ini memecahkan rekor MURI sebelumnya yakni pembuatan ecobrick oleh pelajar terbanyak sejumlah 1.115 pelajar dari Pemprov DKI pada 2019 lalu. Dengan jumlah 1.912, maka UNISA berhasil melampaui rekor tersebut.
“MURI mengapresiasi kegiatan ini dan diharapkan mampu menumbuhkan kebiasaan mengurangi sampah plastic dnegan mengolahnya menjadi bentuk yang lebih visioner. Serta kami ucapkan selamat kepada seluruh mahasiswa baru UNISA angkatan 2022 karena berkontribusi dalam pencatatan rekor MURI,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Satgas PKH Selamatkan Rp6 Triliun, Prabowo: Jangan Mau Dilobi
- Puncak Arus Nataru, Hampir 1 Juta Kendaraan Tinggalkan Jabodetabek
- 25 Rest Area di Jalur Tol Jateng Siap Layani Arus Nataru
- Krisis Air Melanda Iran, Presiden Akui Situasi Kritis
- BMKG Ingatkan Potensi Gelombang Tinggi di Pesisir Selatan Indonesia
Advertisement
Bupati Bantul Pastikan Natal 2025 Aman, Damai, dan Kondusif
Advertisement
Jogja Puncaki Urutan Destinasi Favorit Liburan Keluarga Akhir Tahun
Advertisement
Berita Populer
- Polisi Tetapkan Dokter Detektif sebagai Tersangka UU ITE
- Libur Nataru, Penjualan Wingko dan Bakpia Ngasem Naik 10 Persen
- KPK Dalami Aset Usaha Ridwan Kamil yang Tak Dilaporkan di LHKPN
- Puncak Arus Nataru, Hampir 1 Juta Kendaraan Tinggalkan Jabodetabek
- Menkeu Pastikan Dana Bencana Sumatera Aman, MBG Tetap Jalan
- Polisi Temukan Dugaan Kasus Pertalite Dicampur Air, SPBU Ditutup
- Natal 2025, KPK Pastikan Hak Ibadah 12 Tahanan Terpenuhi
Advertisement
Advertisement



