Advertisement
Tersetrum, Penjual Ban di Boyolali Meninggal di Dalam Kiosnya
Ilustrasi kematian - Pixabay
Advertisement
Harianjogja.com, BOYOLALI — Penjual ban di Dusun Dukuhan, Desa Andong, Kecamatan Andong, Kabupaten Boyolali, Nugroho Tri Utomo, 26, ditemukan meninggal dunia di dalam kios ban miliknya, Rabu (21/9/2022) sore.
Korban diduga tewas karena tersengat aliran listrik saat hendak mencabut stopkontak di dalam kiosnya. Sesuai rilis yang diterima dari Humas Polres Boyolali, korban merupakan laki-laki asal Dusun Mudal Desa Soko Kecamatan Miri Kabupaten Sragen.
Advertisement
Korban ditemukan pertama kali oleh pemilik kios lain yang bersebelahan dengan kios ban milik korban, Maryani.
Awalnya, korban berpamitan masuk ke dalam kios untuk menutup kios ban kepada Maryani. Setelah 15 menit tidak kunjung keluar, Maryani penasaran dan memanggil-manggil nama korban, namun tidak ada jawaban dari korban.
Kemudian Maryani memutuskan masuk ke dalam kios korban untuk mengecek korban. Saat itu, Maryani melihat korban sudah dalam posisi tengkurap di samping mesin pembuka ban dan tidak bergerak.
Seketika itu, Maryani langsung berteriak minta tolong dan meminta tolong kepada warga lainnya. Kemudian, warga langsung menghubungi Polsek Andong untuk melaporkan kejadian tersebut.
Berdasarkan hasil olah TKP, polisi menyimpulkan sementara bahwa korban meninggal dunia akibat tersengat aliran arus listrik saat hendak mencabut stopkontak yang berada di atas mesin pembuka ban di dalam kios ban.
“Diperkuat dengan kabel biru pada stopkontak tersebut sedikit terkelupas dan terdapat alat-alat di sekitar korban yang terbuat dari besi yang mudah teraliri arus listrik,” jelas Kasi Humas Polres Boyolali, AKP Dalmadi kepada wartawan.
Kemudian hasil tersebut dipadukan dengan hasil visum Rumah Sakit Umum Daerah Waras Wiris. Hasil visum menunjukkan korban meninggal dunia akibat tersengat aliran arus listrik.
“Tidak di temukan tanda-tanda kekerasan benda tumpul di tubuh korban. Sementara ditemukan luka di wajah [bibir dan mata] melepuh akibat benturan besi yang terdapat di sekitar TKP. Ditemukan luka melepuh di pusar dan perut. Dan adanya luka lecet dan melepuh pada jari dan tangan kiri,” imbuh dia.
Lebih lanjut, dari pihak keluarga korban menolak diadakan autopsi. Mayat korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk segera dilakukan dimakamkan di kampungnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Kali Talang hingga Deles Indah Kembali Dibuka 22 Maret 2026
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Prabowo Sentil Mobil Dinas Gubernur Rp8 Miliar
- Polri Evaluasi Pemberlakuan One Way Nasional
- Pemerintah Tak Naikkan BBM meski Harga Minyak Naik, Ini Alasannya
- Prabowo Anggap Penyiraman Air Keras sebagai Aksi Terorisme
- Diadukan Palestina, FIFA Jatuhkan Sanksi ke Israel
- Tips Nikmati Hidangan Saat Lebaran Tanpa Khawatir Kesehatan
- Timteng Memanas, Pemerintah Siapkan Skenario Pemberangkatan Haji
Advertisement
Advertisement








