Advertisement

Ulang Tahun, Solopos Launching Budaya Kerja Baru

Media Digital
Senin, 19 September 2022 - 20:27 WIB
Bhekti Suryani
Ulang Tahun, Solopos Launching Budaya Kerja Baru Jajaran Direksi dan pimpinan redaksi Solopos Media Group meluncurkan budaya kerja baru SMART pada perayaan HUT ke-25 di kantor perusahaan media tersebut, Jl Adi Sucipto, Laweyan, Solo, Senin (19/9/2022)/Solopos - Wahyu Prakoso

Advertisement

Harianjogja.com, SOLOSolopos Media Group (SMG) merayakan ulang tahun perak atau HUT ke-25 pada Senin (19/2/2022). Acara di lobi gedung Kantor SMG di Jl Adi Sucipto, Solo, itu berlangsung meriah mulai dari seremonial hingga pertunjukan performing art dari masing-masing divisi.

Selain itu, SMG juga meluncurkan budaya kerja baru yang disingkat SMART (Strive for Success, Meaningful, Agile, Relevant, Teamwork). Hadir dalam acara itu jajaran direksi Bisnis Indonesia Group, Solopos Media Group, dan Harian Jogja serta segenap karyawan SMG.

Presiden Direktur Bisnis Indonesia Group, Lulu Terianto, menceritakan kisah pada awal berdirinya SMG di Kota Solo 25 tahun lalu, tepatnya pada 19 September 1997. Malam sebelum peluncuran, para pendiri SMG, yakni Sukamdani Sahid Gitosardjono, Ny Sukamdani, dan Lulu mengecek percetakan.

PROMOTED:  YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia

Mereka mendapati nama Sukamdani beserta fotonya masih salah pada edisi perdana Harian Umum Solopos. Kemudian segera direvisi. Besoknya PT Aksara Solopos mendapatkan berbagai ucapan selamat atas peluncurannya dari para stakeholder, termasuk dari para menteri waktu itu.

BACA JUGA: Dugaan Pungutan SMKN 2 Jogja, DPRD Sentil Komite Sekolah

Namun awal berdirinya Solopos hingga sekarang merayakan ulang tahun ke-25 tidak mulus. Pimpinan perusahaan waktu itu berusaha sangat keras supaya Solopos bisa bertahan setiap bulan. Kebetulan ada mitos mengenai perusahaan media cetak yang berdiri di Kota Solo tidak akan berjalan lama.

Kota Solo dikenal sebagai kuburan koran. Namun momentum krisis moneter 1998 justru menjadikan Solopos mematahkan mitos itu dan mendapatkan kepercayaan masyarakat. Bisnis koran yang terus meningkat terjadi sampai pada 2000-an.

Komisaris Bisnis Indonesia Group Dorothea Samola (kanan) menyerahkan nasi tumpeng kepada Presiden Solopos Media Group Arif Budisusilo pada puncak acara HUT ke-25 Solopos Media group (SMG) di Griya Solopos, Solo, Senin (19/9/2022). (Solopos/Wahyu Prakoso)

“Kami syukuri sejak 1997 Solopos terus naik gunung sampai saatnya Solopos mulai turun gunung. Nah saat usia 25 tahun yang dirayakan hari ini sudah saatnya melakukan perubahan dengan [slogan] Beyond The Limit, melebihi batas,” jelasnya.

Advertisement

Transformasi Digital
Menurut dia, Solopos pada usia 25 tahun mulai bertransformasi digital, memiliki produk digital, cara kerja digital, bekerja dengan aplikasi atau robot untuk meminimalkan kesalahan.

Dia mengatakan banyak koran daerah mulai gulung tikar dan media yang berkantor di Ibu Kota beralih ke digital. Menjual koran tidak lagi menguntungkan karena mahalnya kertas koran dan potongan komisi dari biro iklan dan agen.

Namun, lanjut dia, adanya transformasi digital membuat SMG bisa langsung dengan bertemu penggunaan, pembaca, pemasok iklan. Koran tidak akan mati namun butuh pendamping layanan digital. Koran memiliki ruang yang terbatas sementara digital tidak ada batasan. Namun butuh inovasi terbaik supaya sukses.

Advertisement

Presiden Direktur SMG Arif Budisusilo, dalam sambutannya pada perayaan ulang tahun ke-25 Solopos itu menjelaskan Solopos sudah memulai model bisnis baru supaya bisa bertahan serta bisa berkembang. Solopos Media Group perlu inovasi. Karenanya SMG merilis budaya kerja baru dengan jargon SMART pada usia peraknya.

Smart bermakna Strive For Succes/berjuang untuk sukses, Meaningful/penuh manfaat, Agile/lincah, Relevant/relevan, Teamwork/kerja kolaborasi. Presiden Komisaris SMG Hariyadi Sukamdani menjelaskan banyak koran/majalah yang hadir di Solo berguguran sebelum SMG berdiri.

Para pendiri SMG waktu itu memberanikan diri melawan mitos dengan perjuangan dan kerja keras. “Alhamdulilah kami sekarang berdiri seperempat abad. Setidaknya kami sudah mematahkan mitos tersebut,” jelasnya.

Layanan Berkualitas
Dia menjelaskan kata orang mempertahankan lebih sulit. Perjuangan para pendiri SMG harus diteruskan. Tidak hanya turut memajukan Soloraya namun Indonesia yang lebih baik.

Advertisement

Menurutnya, kondisi sekarang ini merupakan masa Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity (VUCA) di mana masa penuh gejolak, ketidakpastian, pandemi yang belum berakhir adanya geopolitik dunia, dan ancaman lainnya. Kondisi itu justru menjadi tantangan untuk bisa bertahan dan berkembang.

“Jika berdiam diri maka tidak menghasilkan apa-apa bahkan mungkin justru terjerembab masuk ke titik terdalam. Butuh keberanian dan kemauan besar untuk menghasilkan layanan berkualitas, memproduksi informasi yang berkualitas, bermanfaat bagi masyarakat,” jelasnya.

Dia mengatakan SMG harus bisa beradaptasi, siap mengubah cara pandang dalam menghadapi persoalan, merubah teknologi informasi, dan merubah cara kerja. Namun yang harus dijaga merupakan integritas dan komitmen terhadap perusahaan.

Advertisement

“Kejujuran menyampaikan informasi kepada masyarakat dapat membuat masyarakat mencatat Solopos menjadi panduan atau sumber terpercaya berbagai informasi,” katanya. Dia mengatakan butuh kerja keras, kerja lincah, dan kolaborasi.

“Solopos telah menjadi media besar tak hanya Soloraya namun tingkat nasional. Solopos Media Group semakin berkembang. Mari kami gaungkan Solopos semakin berprestasi dan menjadi referensi masyarakat. Adaptasi kunci setiap perubahan,” jelasnya.

Adapun para karyawan SMG setiap divisi menampilkan pertunjukkan pentas untuk memeriahkan HUT SMG. Divisi redaksi menampilkan drama yang membagikan pesan nilai-nilai budaya kerja SMG terbaru.

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Ditinggal Beli Makanan, Motor di Dapur Digondol Maling

Kulonprogo
| Kamis, 29 September 2022, 11:17 WIB

Advertisement

alt

Suka Liburan, Yuk Patuhi 5 Etika Saat Berwisata

Wisata
| Senin, 26 September 2022, 22:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement