Advertisement

MURI Anugerahkan Penghargaan pada Empat Sosok Inspiratif

Newswire
Minggu, 18 September 2022 - 07:57 WIB
Sirojul Khafid
MURI Anugerahkan Penghargaan pada Empat Sosok Inspiratif Suasana pemberian rekor MURI di Jakarta, Sabtu (17/9/2022). - Antara

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) memberikan penghargaan untuk empat sosok inspiratif. Mereka dianggap berhasil mengukir prestasi di bidang keahlian masing-masing, mulai dari kategori kemanusiaan, seni budaya, dan pendidikan.

Rekor pertama diberikan kepada film "Before, Now, & Then (Nana)" produksi Fourcolours Film dan Titimangsa Foundation, yang disutradarai oleh Kamila Andini. Film yang dibintangi Happy Salma, Ibnu Jamil, Arswendy Beningswara Nasution, dan Laura Basuki itu, mengangkat isu-isu yang berkaitan dengan perempuan.

"Suatu kehormatan bagi saya, terutama ketemu lagi dengan pak Jaya Suprana (pendiri MURI), seorang sangat jenius, cerdas, banyak hal melakukan untuk Indonesia,” kata Produser Film Jais Darga, dikutip dari Antara, Sabtu (17/9/2022).

Menurut dia, "Before, Now, & Then (Nana)" yang diadaptasi dari novel roman biografi dirinya berjudul "Jais Darga Namaku" itu merupakan kado terakhir yang dipersembahkan untuk mendiang ibundanya, Raden Nana Sunani, yang wafat tiga tahun lalu. Selain itu, dia juga ingin memperlihatkan kehidupan masyarakat Sunda yang sebenarnya.

BACA JUGA: 8 Hari Tayang, Film Miracle in Cell No 7 Raup 2,4 Juta Penonton

“Karena orang Sunda sendiri terkenalnya dengan bodor-bodoran, jadi kalau orang Sunda bertemu lebih dua orang pasti heboh. Sayang ingin memperlihatkan kepada generasi muda bahwa ini lho Sunda seperti itu,” ujarnya.

Rekor kedua diberikan untuk karya memasak secara daring oleh keluarga terbanyak yakni mencapai 1.245 peserta. Rekorisnya ialah Nizamia Andalusia School Jakarta.

Kemudian, rekor ketiga diberikan untuk karya yang mengusung konsep wakaf aplikasi ekosistem masjid pertama yang dilakukan oleh GEW Foundation.

Sementara rekor keempat diberikan untuk Rainier Wardhana Hardjanto, seorang remaja Indonesia pertama yang meluncurkan donasi sumbangan melalui platform NFT bagi penyandang disabilitas.

Rainier yang masih berusia 16 tahun itu sejak tiga tahun lalu tersentuh saat melihat anak-anak tuna rungu, tuna wicara, dan anak dengan kondisi down syndrome. Namun, mereka selalu memperlihatkan wajah gembira dan tulus.

Advertisement

BACA JUGA: Dash Uchia Merindukanmu Kembali Viral, Kini Lagi Cari Teman Duet

Rainier pun datang ke acara yang diadakan oleh Yayasan ISDI (Ikatan Sindroma Down indonesia) dan POTADS (Persatuan Orang Tua Anak Dengan Down Syndrome), dalam rangka memperingati Hari Down Syndrome Dunia tahun 2019.

Dia kemudian menjadi pendiri dan pionir NFT amal pertama di Indonesia ini pun menyumbangkan sembilan lukisannya di acara bertema Lelang Amal untuk membangun Training Centre kepada anak-anak down syndrome yang diadakan di Plaza Indonesia.

Advertisement

"Kami bangga bertemu dengan orang-orang hebat, orang kreatif dan tangguh yang bermanfaat untuk kemajuan bangsa. Indonesia butuh orang-orang seperti yang terpilih hari ini, supaya bangsa kita tidak ketinggalan bangsa lain,” kata Penggagas Museum Rekor Indonesia Jaya Suprana.

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Advertisement

alt

Dies Natalis Sanata Dharma ke-67, Dorong Semangat Persaudaraan

Sleman
| Senin, 03 Oktober 2022, 00:27 WIB

Advertisement

alt

Perhatian! Sewa Jip di Tebing Breksi Bakal Naik Rp50.000 Mulai 1 November 2022

Wisata
| Minggu, 02 Oktober 2022, 18:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement