Iran Segera Gabung Bank BRICS, Hindari Tekanan Sanksi AS
Iran dikabarkan segera bergabung dengan New Development Bank milik BRICS di tengah tekanan sanksi dan konflik dengan AS serta Israel.
Miliarder Indonesia Michael Bambang Hartono, salah satu pemilik Djarum Group, berfoto setelah wawancara di Jakarta, Indonesia, pada 21 Agustus 2018. Hartono, salah satu orang terkaya di Indonesia, yang pundi-pundi kekayaannya berasal dari tembakau, perbankan, dan telekomunikasi, adalah seorang taipan dan juga pemain bridge profesional berusia 78 tahun./Bloomberg-Dimas Ardian
Harianjogja.com, SOLO - Meski dikenal sangat tajir, Raffi Ahmad belum masuk ke dalam daftar 10 besar orang terkaya di Indonesia tahun 2022.
Padahal harta kekayaan Raffi disebut sudah mencapai triliunan rupiah. Jika dilihat dari data Social Blade saja, pendapatan suami Nagita Slavina tersebut dari YouTube berkisar antara Rp700 juta hingga Rp12 miliar per bulannya.
Tapi jika dibandingkan dengan beberapa sosok berikut ini, Raffi Ahmad ternyata belum ada apa-apanya. Belum lama ini, Forbes telah merilis daftar orang terkaya di Indonesia versi baru.
Jelas, jika Robert Budi Hartono dan Michael Bambang Hartono masih menjadi orang terkaya No.1 di Indonesia hingga tahun 2022 ini.
Kekayaan Hartono bersaudara tersebut berada di angka 42,6 juta dollar US. Salah satu bisnis besar yang dimiliki oleh Hartono Bersaudara ini adalah bisnis tembakau.
Budi Hartono adalah pemilik perusahaan Djarum, yang merupakan produsen rokok kretek terbesar ketiga di dunia.
Bersama saudaranya Michael Bambang Hartono, Budi Hartono memiliki sebagian dari Bank Central Asia, yang merupakan salah satu lembaga keuangan terpenting di Indonesia. Saat ini dia adalah orang terkaya di Indonesia.
1. Robert Budi Hartono dan Michael Bambang Hartono: 42,6 juta dollar (Djarum, BCA dan sebagainya).
2. Keluarga Widjaja: 9,7 juta dollar (pemilik Sinar Mas, real estate dan sebagainya).
3. Anthoni Salim & keluarga: 8,5 juta dollar (pemilik Salim Group, ritel, perbankan, dan telekomunikasi, serta sektor energi).
4. Sri Prakash Lohia: 6,2 juta dollar (ketua PT Indorama Corporation, yang merupakan perusahaan petrokimia dan tekstil yang terdiversifikasi).
5. Prajogo Pangetsu: 6,1 juta dollar (ketua PT Barito Pacific, bisnis petrokimia paling sukses di Indonesia).
6. Chairul Tanjung: 5,5, juta dollar (pemilik CT Corp, perusahaan kartu kredit, hypermarket, dan stasiun televisi).
7. Susilo Wonowidjojo & keluarga: 4,8 juta dollar (pemilik Gudang Garam dan beberapa perusahaan besar lainnya).
8. Boenjamin Setiawan & keluarga: 4,2 juta dollar (pemilik Kalbe Farma).
9. Jogi Hendra Atmadja & keluarga: 4,1 juta dollar (pemimpin perusahaan Mayora).
10. Bachtiar Karim & keluarga: 3,5 juta dollar (pemilik Musim Mas, sebuah perusahaan minyak sawit di Indonesia).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Iran dikabarkan segera bergabung dengan New Development Bank milik BRICS di tengah tekanan sanksi dan konflik dengan AS serta Israel.
PDIP mendukung putusan MK yang memerintahkan revisi UU Peradilan Militer dalam dua tahun untuk memperjelas yurisdiksi peradilan.
SAPMA Pemuda Pancasila DIY bersama BPBD Gunungkidul menyalurkan bantuan air bersih bagi warga terdampak kekeringan di Nglipar.
Mataram Legacy Run digelar 22 November 2026 di Kotagede, mengajak pelari menyusuri kawasan bersejarah sambil menikmati kuliner dan kerajinan lokal.
APJII Jabar mencatat 9.662 pelanggan internet terdampak penertiban kabel di Bandung. Tenggat pemulihan berakhir 26 Oktober 2026.
Persela Lamongan ditahan De Red FC 2-2 di Stadion Surajaya. Gol menit akhir membuat tim Bima Sakti gagal mengamankan kemenangan.