Advertisement

Lagi-Lagi Kebocoran Data, 102 Juta Data KTP Muncul di Darkweb, Diduga dari Kemensos

Afiffah Rahmah Nurdifa
Rabu, 14 September 2022 - 17:47 WIB
Budi Cahyana
Lagi-Lagi Kebocoran Data, 102 Juta Data KTP Muncul di Darkweb, Diduga dari Kemensos Ilustrasi KTP elektronik atau e-KTP - Dirjen Dukcapil Kemendagri

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Kebocoran data kembali terjadi. Kini diduga berasal dari Kementerian Sosial (Kemensos). Sebanyak 102 juta data KTP diduga bocor dan dijual di situs broached.to.

Dugaan kebocoran data tersebut diungkap oleh akun Twitter @DarkTracker_int hari ini, Rabu (14/9/2022). Akun tersebut dikenal sebagai pengelola platform investigasi ancaman darkweb yang berasal dari Singapura.

"[Peringatan] Telah muncul aktor jahat yang menjual database yang mengaku sebagai 102 juta DATABASE KEWARGANEGARAAN yang bocor dari Kementerian Sosial RI," tulis akun tersebut.

Dalam cuitannya, dia juga memperlihatkan foto berupa informasi data dari Kemensos yang bocor sebanyak 16 GB data compressed, 85 GB data uncompressed dengan total 102.533.221 data.

"Dia membocorkan puluhan foto KTP sebagai sampel. Hal ini diperlukan untuk memastikan bahwa klaimnya benar," tambahnya.

Sementara itu, pihak Kemensos sampai berita ini ditayangkan belum dapat memberikan konfirmasi lebih lanjut terkait dugaan kebocoran tersebut. Belum diketahui pula siapa akun yang membobol data-data tersebut dan menjualnya di darkweb.

Kemensos merupakan instansi yang ikut menjadi sasaran peretas setelah dugaan kebocoran juga terjadi. Sebelumnya, peretas dengan nama Bjorka telah membocorkan 1,3 miliar data registrasi kartu SIM atau 87 GB.

BACA JUGA: Pemkot Jamin Keamanan Data Identitas Kependudukan Digital Warga Jogja

Peretas tersebut juga mengaku telah membagikan 2 juta data sampel yang dikumpulkan dari 2017 hingga 2020. Operator yang tercantum dalam sampel data tersebut yaitu Telkomsel, Indosat, Tri, XL, dan Smartfren.

Tak hanya itu, sebanyak 17 juta data PLN dan 26 juta pelanggan IndiHome juga disebut bocor. Bjorka juga telah membobol data pribadi pada petinggi negara mulai dari Presiden Joko Widodo, Menteri Kemenkominfo Johnny G. Plate, Menteri BUMN Erick Thohirm hingga Ketua DPR RI Puan Maharani.

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Advertisement

alt

Pakai Danais, 40 Rumah Warga Miskin Dibangun dengan Arsitektur Gaya Jogja

Jogja
| Senin, 03 Oktober 2022, 04:27 WIB

Advertisement

alt

Perhatian! Sewa Jip di Tebing Breksi Bakal Naik Rp50.000 Mulai 1 November 2022

Wisata
| Minggu, 02 Oktober 2022, 18:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement