Advertisement

Jurus Erick Thohir Menurunkan Harga Tiket Pesawat

Afiffah Rahmah Nurdifa
Rabu, 31 Agustus 2022 - 18:57 WIB
Bhekti Suryani
Jurus Erick Thohir Menurunkan Harga Tiket Pesawat Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (27/6 - 2022).

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA – Kementerian BUMN memastikan maskapai penerbangan di bawah naungannya akan menjadi sarana penyedia transportasi udara dengan harga murah dan terjangkau untuk masyarakat.

Menteri BUMN Erick Thohir dalam hal ini telah melakukan sejumlah langkah untuk menstabilkan harga tiket pesawat. Beberapa di antaranya yaitu memberikan suntikan dana untuk maskapai Garuda Indonesia, menambah jumlah pesawat, dan menyesuaikan harga sewa.

"Kalau Garuda bisa lebih produktif lagi dalam jumlah pesawatnya sehingga pengurangan dari stabilitas harga tiket bisa diseimbangi," kata Erick dikutip dari siaran pers, Rabu (31/8/2022).

PROMOTED:  YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia

Erick telah mengalokasikan dana Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp7,5 triliun untuk menambah jumlah operasional pesawat kepada grup PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA) yaitu Garuda dan Citilink dari 61 unit menjadi 120 unit.

Usai restrukturisasi dan lolos PKPU, anggaran PMN Rp7,5 triliun tersebut akan digunakan untuk menyewa pesawat baru tersebut yang telah disiapkan sejak 1,5 tahun lalu.

Penambahan volume penerbangan juga dinilai penting sehingga modal tersebut diyakini dapat membuat Garuda dapat bersaing dan mampu menstabilikan harga pesawat agar dapat terjangkau oleh masyarakat luas.

Sementara itu, Erick menyadari adanya tiga faktor yang mengakibatkan harga tiket pesawat melonjak. Pertama terkait hagar avtur yang meroket.

BACA JUGA: Minta Jangan Ada Kekerasan Fisik di Jogja, Sultan: Mbok Pun Penggalih

"Kedua adalah daerah tujuan tertentu yang jumlah pesawatnya tidak maksimal. Lalu faktor terakhir adalah jumlah pesawat yang mau dibeli pun sulit. Hari ini Boeing dan Airbus kan mengurangi produksinya," ujar Erick.

Advertisement

Lebih lanjut, Erick meyakini Garuda Indonesia akan memanfaatkan momentum kebangkitan industri pesawat seiring pemulihan Covid-19 dan pertumbuhan ekonomi di angka 5,44 persen saat ini. Untuk itu, ia meyakini perlu adanya keseimbangan untuk dapat memperbaiki harga tiket nasional.

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Dukcapil Gunungkidul Siap Perkenalkan Aplikasi Identitas Kependudukan Digital

Gunungkidul
| Selasa, 27 September 2022, 09:47 WIB

Advertisement

alt

Suka Liburan, Yuk Patuhi 5 Etika Saat Berwisata

Wisata
| Senin, 26 September 2022, 22:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement