Advertisement
Waduh...KSP Bilang Kemungkinan Kenaikan Harga BBM Masih Terbuka
Warga menunjukan aplikasi MyPertamina saat mengisi bahan bakar pertalite di SPBU Pertamina Abdul Muis, Jakarta, Rabu (29/6/2022). ANTARA FOTO - Muhammad Adimaja
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA — Kantor Staf Presiden atau KSP menjelaskan bahwa tidak menutup kemungkinan akan terdapat penyesuaian harga bahan bakar minyak atau BBM jika pemberian subsidi energi telah mencapai batas kemampuan fiskal.
Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Edy Priyono menjelaskan bahwa Indonesia berhasil mencatatkan pertumbuhan ekonomi 5,4 persen pada kuartal II/2022. Menurutnya, hal itu merupakan pencapaian besar di tengah tekanan ekonomi global, terutama tingginya harga energi dan komoditas.
Advertisement
Edy menilai bahwa Indonesia masih harus tetap waspada karena ancaman kenaikan inflasi masih mengintai, terutama jika harga minyak dunia belum kembali turun dan tetap terjaga di atas US$100 dolar per barel. Pasalnya, pemerintah telah menggelontorkan subsidi energi Rp520 triliun tahun ini, yakni untuk BBM, liquid petroleum gas, dan listrik.
Menurut Edy, upaya fiskal melalui pemberian subsidi energi semakin terbatas, karena pemerintah terus berupaya menyeimbangkan keuntungan tidak terduga (windfall profit) dari kenaikan harga komoditas dengan beban belanja dalam menjaga inflasi dan perekonomian. Oleh karena itu, menurut Edy, tidak tertutup kemungkinan akan dilakukan penyesuaian harga.
BACA JUGA: Resmi Tersangka, Roy Suryo Dijerat Pasal Berlapis
"Apalagi mulai 2023, kita harus kembali ke defisit anggaran maksimal 3 persen. Artinya anggaran untuk belanja semakin ketat," ujar Edy pada Sabtu (6/8/2022), melalui keterangan resmi.
Menurutnya, kebijakan pemerintah dalam menaikkan angaran subsidi berpotensi menurunkan kesempatan dari windfall tersebut untuk keperluan produktif. Namun, langkah itu penting untuk menjaga konsumsi masyarakat, yang merupakan kontributor terbesar terhadap produk domestik bruto (PDB).
Pemerintah dan Bank Indonesia (BI) pun bekerja maksimal untuk menjaga laju inflasi di dalam negeri agar tidak meningkat tajam, melalui bauran kebijakan fiskal dan moneter. BI berupaya menahan suku bunga acuan agar perekonomian dapat tetap tumbuh, meskipun terdapat peningkatan giro wajib minimun (GWM).
"Pemerintah, BI, dan lembaga terkait lainnya tentu akan bekerja secara bersama-sama agar berbagai tantangan itu bisa kita hadapi dan lalui dengan baik," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Arus Balik, Rest Area Tol Cipali Diberlakukan Sistem Buka-Tutup
- Resmi, One Way Nasional Arus Balik Lebaran 2026 Berlaku Mulai Hari Ini
- Puncak Arus Balik 2026: Rest Area KM 62B dan 52B Tol Japek Ditutup
- Lonjakan Kendaraan Arus Balik, Rest Area di Tol Ini Ditutup
- Listrik Kuba Kembali Padam Saat Tekanan Krisis Energi Meningkat
Advertisement
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Trans Jogja Makin Praktis, Ini Rute dan Tarifnya
- Arus Balik Semarang Padat, 2.000 Kendaraan per Jam
- Jadwal KA Bandara YIA 24 Maret 2026, Cek di Sini
- Cek Jadwal Bus DAMRI ke Bandara YIA
- Murah Meriah! Bus Jogja-Parangtritis dan Baron Beroperasi
- Rute Baru DAMRI Jogja-Semarang, Terintegrasi Wisata
- Top Ten News Harianjogja.com, Selasa 24 Maret 2025, Arus Balik Lebaran
Advertisement
Advertisement








