Advertisement
Dalam 2 Bulan, Kasus Covid-19 Indonesia Naik Lebih dari 15 Kali Lipat
Petugas kesehatan menyuntikkan vaksin dosis ketiga kepada warga di Denpasar, Bali, Selasa (14/6/2022). - Antara/Nyoman Hendra Wibowo
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Perkembangan kasus Covid-19 di Indonesia cukup mencemaskan. Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan kasus Covid-19 di Indonesia cik naik lebih dari 15 kali lipat dalam dua bulan.
“Minggu ini saja, lebih dari 38.000 kasus. Angka ini sangat tinggi jika dibandingkan awal Juni lalu, hanya 2.000 kasus. Artinya, telah terjadi kenaikan lebih dari 15 kali lipat dalam 2 bulan," katanya, dikutip melalui Youtube Sekretariat Presiden, Jumat (5/8/2022).
Advertisement
BACA JUGA: Top 7 News Harianjogja.com 5 Agustus 2022
Kenaikan kasus Covid-19 ini diiringi kenaikan kasus kematian. Meskipun angkanya tidak sesignifikan kenaikan kasus positif, tetapi di minggu terakhir terdapat 91 kematian.
Dia mengatakan, angka ini meningkat tajam dibandingkan minggu sebelumnya yang berkisar di angka 40 kematian. Bahkan dalam beberapa hari terakhir kasus kematian sempat menyentuh angka lebih dari 20 kematian dalam 1 hari.
Pada tingkat provinsi, 5 provinsi penyumbang tertinggi kasus positif mingguan bergeser dibandingkan minggu sebelumnya. Pada minggu ini, Kalimantan Selatan masuk ke dalam 5 provinsi tertinggi dengan 610 kasus. Kalimantan Selatan menjadi urutan ke 5 setelah DKI Jakarta (19.000 kasus), Jawa Barat (7.000 kasus), Banten (4.000 kasus), dan Jawa Timur (2.000 kasus).
Kematian pada 5 provinsi ini menunjukkan peningkatan, DKI Jakarta menjadi provinsi dengan penambahan kasus kematian bulanan terbanyak yaitu 29 kematian. Disusul Jawa Barat dengan 11 kematian, dan provinsi lainnya kurang dari 7 kematian.
BACA JUGA: Buntut Kasus Brigadir J, Ini Nama-Nama Lain yang Dimutasikan Selain Ferdy Sambo
Wiku menyebut, angka keterisian tempat tidur atau BOR di rumah sakit yang pada minggu-minggu sebelumnya di bawah 5 persen, nyatanya kini mengalami peningkatan.
“BOR di DKI Jakarta yang tertinggi yaitu 12,93 persen disusul Kalimantan Selatan 12,79 persen dan Banten 11,85 persen. Jawa Barat 8,28 persen, hanya Jawa Timur yang angka BOR di bawah 5 persen,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal Lengkap KRL Jogja-Solo, Selasa 17 Maret 2026
- Jadwal Imsak dan Buka Puasa Wilayah Jogja Hari Ini, Selasa 17 Maret
- Jelang Lebaran, Okupansi Hotel Bantul Anjlok
- Libur Lebaran, Dispar Kulonprogo Ingatkan Larangan Tarif Nuthuk
- Daftar Soundtrack Film Tunggu Aku Sukses Nanti Viral di Media Sosial
- PKB DIY Safari ke Sejumlah Ulama, Perkuat Wasilah Keselamatan Bangsa
- Tips Kelola Keuangan, Strategi Jitu Hindari Boncos Jelang Lebaran
Advertisement
Advertisement









